PT Sinar Terang Mandiri MINE pada Semester I 2026 mencatatkan pendapatan sebesar Rp1,22 triliun atau meningkat 6,13 | IVoox Indonesia

August 2, 2026

PT Sinar Terang Mandiri MINE pada Semester I 2026 mencatatkan pendapatan sebesar Rp1,22 triliun atau meningkat 6,13

antarafoto-pengolahan-feronikel-di-pulau-obi-1758030280-1
Pekerja mengolah forenikel di smelter Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) Harita Nickel, Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara, Selasa (16/9/2025). Harita Nickel memiliki tiga smelter dengan 16 lini produksi yang menghasilkan feronikel untuk industri baja nirkarat. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

IVOOX.id – PT Sinar Terang Mandiri MINE pada Semester I 2026 mencatatkan pendapatan sebesar Rp1,22 triliun atau meningkat 6,13 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp1,15 triliun. Perseroan juga membukukan laba komprehensif berjalan sebesar Rp100,42 miliar, didukung pertumbuhan bisnis penambangan dan jasa konstruksi.

Chief Finance Officer PT Sinar Terang Mandiri Tbk, Holmes Siringoringo, mengatakan pertumbuhan tersebut menunjukkan fundamental bisnis perseroan tetap solid di tengah dinamika industri pertambangan nasional. Menurutnya, peningkatan pendapatan terutama ditopang oleh kinerja lini usaha penambangan dan jasa konstruksi.

“Menghadapi berbagai tantangan industri, MINE tetap mencatatkan pertumbuhan kinerja positif pada semester ini. Sejumlah lini usaha berkontribusi signifikan. Lini usaha penambangan meningkat 3,14% dari Rp1,11 triliun menjadi Rp1,14 triliun. Lini usaha jasa konstruksi tumbuh 93,95% dari Rp37,85 miliar menjadi Rp73,41 miliar,” ujar Holmes dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (30/7/2026).

Pertumbuhan tersebut didukung oleh sejumlah proyek strategis yang tengah dikerjakan perseroan, di antaranya kerja sama dengan PT Weda Bay Nickel, PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM), PT Hengjaya Mineralindo, serta pembangunan jalan untuk PT Erabaru Timur Lestari. Proyek-proyek tersebut menjadi kontributor utama terhadap peningkatan pendapatan perusahaan pada semester pertama tahun ini.

Holmes menyampaikan apresiasi kepada para mitra bisnis yang terus memberikan kepercayaan kepada perseroan. Menurutnya, MINE akan terus menjaga kualitas layanan sekaligus memperluas peluang kerja sama guna mempertahankan pertumbuhan yang berkelanjutan.

“Kami berterima kasih atas kepercayaan yang terus diberikan oleh para mitra bisnis, dan kami akan terus menjaga dengan memberikan kualitas layanan yang terbaik sebagai pondasi penting bagi pertumbuhan Perseroan. Ke depan, MINE akan terus memperkuat kolaborasi dengan mitra eksisting sekaligus membuka peluang kerja sama baru untuk menjaga pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan,” katanya.

Selain mencatat pertumbuhan pendapatan, MINE juga memperluas portofolio bisnis melalui sejumlah kontrak baru pada kuartal II 2026. Perseroan memperoleh perpanjangan Proyek Konstruksi Sampala sepanjang 3,5 kilometer, menjadi subkontraktor PT Horizon Jaya Perkasa dalam proyek Dry Stack Tailings Facility untuk PT Hengjaya Mineralindo di Morowali, serta menambah hampir 100 unit armada hauling di PT SCM. Dengan penambahan tersebut, total armada hauling MINE di PT SCM kini mencapai sekitar 200 unit dump truck berkapasitas 45 ton.

Di sisi neraca, perseroan mencatat penurunan liabilitas menjadi Rp946,07 miliar atau turun 18,34 persen dibandingkan Rp1,15 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, ekuitas meningkat 14,57 persen menjadi Rp975,11 miliar dari sebelumnya Rp851 miliar.

"Penurunan liabilitas dan peningkatan ekuitas ini mencerminkan komitmen Perseroan dalam menjaga struktur permodalan yang sehat. Kami terus mengelola pendanaan secara disiplin dan memperkuat fundamental keuangan agar MINE memiliki fleksibilitas yang lebih baik dalam mendukung keberlanjutan operasional serta menangkap peluang pertumbuhan di masa mendatang," ujar Holmes.

0 comments

    Leave a Reply