Edisi Kebangkitan Nasional

Mensejahterakan Indonesia Lewat Konektivitas

Foto: Kominfo.go.id

IVOOX.id, Jakarta – Proyek Palapa Ring diproyeksi tuntas tahun 2019 ini. Tekad pemerintah untuk mempersatukan Indonesia lewat konektivitas akan segera terwujud.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan, pembangunan infrastruktur jaringan Palapa Ring paket Timur sudah mencapai 96 persen dan ditargetkan rampung pada pertengahan tahun ini.

“Di Indonesia, Palapa Ring (paket) Barat dan Tengah sudah 100 persen, Timur 96 persen,” ungkap Rudiantara,” ungkap Rudiantara di Jakarta, (27/4).

Rudi menargetkan integrasi ketiga zona dapat diselesaikan pertengahan tahun 2019.

“Insya Allah selesai tahun ini. Pertengahan 2019, kuartal tiga sudah bisa diintegrasikan semuanya,” tambahnya.

Palapa Ring merupakan proyek infrastruktur telekomunikasi berupa pembangunan serat optik nasional di seluruh Indonesia. Ia akan menjangkau 440 kota/kabupaten di seluruh Indonesia dengan total panjang kabel bawah laut mencapai 35.280 km dan kabel di daratan sejauh 21.807 km.

Awal mula Palapa Ring adalah Nusantara 21 pada 1998. Proyek ini sempat mandek karena krisis ekonomi. Sempat muncul pada 2007, Namun seperti dilansir detik.com, Senin (18/2), proyek ini mangkrak cukup lama karena masalah pendanaan sehingga proyek besar ini butuh penambahan anggota konsorsium baru.

Baru pada tahun 2015, pemerintah melalui Kemkominfo memulai tender baru proyek Palapa Ring jilid II.

Proyek Palapa Ring jilid II terbagi dalam tiga kategori; yakni Paket Barat, Paket Tengah, dan Paket Timur dengan panjang serat optik 36.000 km. Palapa Ring Barat untuk menjangkau wilayah di Sumatra dan Kalimantan dengan jaringan kabel serat optik sepanjang 1.980 km.

Palapa Ring Tengah akan menjangkau wilayah Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku Utara (sampai Kepulauan Sangihe-Talaud) dengan total panjang kabel serat optik 2.647 km.

BACA JUGA: Dana Desa, Semangat Pemerataan Pembangunan Untuk Persatuan Indonesia

Kemudian Palapa Ring Timur menjangkau wilayah Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua Barat, dan Papua (sampai pedalaman Papua) dengan total panjang kabel serat optik sekitar 8.454 km.

Proyek Palapa Ring diharapkan menjadi tumpuan semua penyelenggara dan pengguna jasa telekomunikasi di Indonesia serta terintegrasi dengan jaringan yang telah ada. Menurut rencana, proyek Palapa Ring ditargetkan menyediakan kecepatan akses 20 Mbps di perkotaan dan 10 Mbps di pedesaan. Jaringan kabel serat optik itu sejalan dengan target Rencana Pita Lebar (broadband) Indonesia 2014-2019.

Jika sesuai rencana, proyek Palapa Ring bisa disebutkan sebagai usaha pemerintah untuk menyamaratakan akses internet di Indonesia.

Jika Indonesia sudah terkoneksi dengan baik, maka harapanya akan muncul efisiensi dalam produksi di Indonesia. Dengan semakin murahnya biaya komunikasi, maka diharapkan akan timbul pemerataan kesejahteraan.

Indonesia yang terkoneksi juga akan menciptakan Pendidikan yang merata. Internet dapat diakses hingga daerah-daerah pedalaman. Masyarakat dapat belajar dan mengetahui perkembangan dunia secara cepat.

BACA JUGA: Kedaulatan Energi, Untuk Kedaulatan NKRI

Dengan jaringan yang menjangkau seluruh desa, harapannya pelayanan masyarakat pun akan lebih cepat dilakukan. Pelayanan pemerintahan dan kesehatan dapat dengan mudah dijangkau oleh masyarkat.

Pemerataan kesejahteraan Indonesia adalah cita-cita kemerdekaan yang harus diwujudkan oleh bangsa Indonesia.Infrastruktur fisik harus seiring dengan pembangunan sumber daya manusia Indonesia, untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera.