Edisi Kebangkitan Nasional

Dana Desa, Semangat Pemerataan Pembangunan Untuk Persatuan Indonesia

Ilustrasi: Kemendesa.go.id

IVOOX.id – Lewat Program Dana Desa Pemerintah menggenjot pemerataan pembangunan untuk semakin memperkuat persatuan Indonesia.

Indonesia adalah negara besar dengan jumlah desa yang cukup fantastis yakni 74.957 desa, dan terdiri lebih dari 17.000 pulau. Untuk mengurangi kesenjangan dan mencapai pemerataan, pemerintah memberikan anggaran dengan porsi yang lebih besar kepada daerah.

Presiden mengatakan, pembangunan infrastruktur di berbagai daerah dan dana desa yang disalurkan ke 74.900 desa di Tanah Air merupakan kunci pemerataan ekonomi dan pengurangan kemiskinan.

Sejumlah peneliti memprediksi Indonesia pada tahun 2050 akan menjadi negara dengan kekuatan ekonomi nomor 4 dunia setelah China, Amerika, dan India. Untuk mejadikan hasil penelitian itu nyata, tantangannya adalah negara ini harus tetap bersatu.

BACA JUGA: Mensejahterakan Indonesia Lewat Konektivitas

Dengan kondisi ekonomi yang semakin membaik, kesenjangan ekonomi harus sesegera mungkin dipangkas. Kesejahteraan tidak hanya terpusat di kota-kota besar saja. Desa harus menjadi salah satu penggerak ekonomi negara.

Pemerintah menetapkan empat program prioritas penggunaan dana desa dalam rangka mempercepat pertumbuhan ekonomi dan pembangunan desa. Selama empat tahun, jangkauan keempat program tersebut kian meluas.

Pertama, pengembangan Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades) yang bertujuan mengembangkan potensi yang dimiliki desa melalui klasterisasi atau pengelompokkan produk unggulan. Program ini telah menjangkau 148 kabupaten di Indonesia dan menghasilkan 343 produk andalan.

Kedua, pembangunan embung desa. Hingga semester I 2018, terdapat 3.026 unit embung yang terbangun. Selain berfungsi sebagai sumber pengairan sawah, embung dapat dimanfaatkan sebagai sarana rekreasi, olahraga, dan pusat aktivitas lainnya oleh warga.

Program prioritas selanjutnya yakni penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Sebanyak 14.770 kegiatan BUMDes telah melibatkan masyarakat perdesaan. Selain itu, 54.487 desa yang telah memiliki koperasi melakukan kerja sama dengan BUMDes.

Adapun program prioritas keempat yakni pembangunan Sarana Olahraga Desa (Raga Desa). Berkat program ini, masyarakat memiliki ruang publik untuk melakukan aktivitas dan kegiatan lainnya. Hingga kini telah terbangun sebanyak 11.399 unit sarana olahraga.

Seriusnya pemerintah mewujudkan pemerataan ekonomi desa bukan tanpa hasil. Daerah yang makin berdaya pun mulai bermunculan.

Kita bias melihat Kota Sorong yang berhasil mencapai pertumbuhan ekonomi hingga 11,8 persen. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Kota Sorong merupakan salah satu pertumbuhan ekonomi kabupaten/kota tertinggi di Indonesia saat ini.

“Di Sorong pembangunannya luar biasa. Anak-anaknya cerdas dan luar biasa sekali,” seperti diungkapkan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo.

BACA JUGA: Kedaulatan Energi, Untuk Kedaulatan NKRI

Untuk diketahui, Dana Desa adalah program pemerintah yang menyalurkan dana langsung ke desa. Program ini telah berjalan sejak tahun 2015 dengan memberikan total anggaran ke desa Rp20,8 Triliun, Tahun 2016 Rp46,9 Triliun, Tahun 2017 Rp60 Triliun, dan Tahun 2018 Rp60 Triliun.

Guna mempercepat pembagunan di daerah, pada tahun 2019, Pemerintah merencanakan alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa dalam Rencana Anggaran Pembangunan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2019 sebesar Rp832,3 triliun.

Dengan kesejahteraan yang merata maka harapanya ini akan memperkuat persatuan Indonesia.