Edisi Kebangkitan Nasional

Laut Indonesia Sudah Berdaulat

Ilustrasi: Kkp.go.id

IVOOX.id – Sebagai sebuah negara yang luar perairannya lebih luas dibandingkan dengan luas daratanya, Pemerintah Indonesia memastikan laut kita sudah berdaulat.

Sebagai Negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki 17.499 pulau dari Sabang hingga Merauke. Luas total wilayah Indonesia adalah 7,81 juta km2 yang terdiri dari 2,01 juta km2 daratan, 3,25 juta km2 lautan, dan 2,55 juta km2 Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE). Merupakan suatu Negara dengan luas perairan lebih besar dari pada luas daratan, maka dari itu Indonesia disebut sebagai Negara Maritim.

Keindahan bahari dan hasil laut yang dimiliki Indonesia tentu memiliki kualitas terbaik. Mulai pulau yang cantik akan isi lautnya seperti terumbu karang dan tumbuhan laut. Luas terumbu karang di Indonesia mencapai 50.875 kilometer persegi yang menyumbang 18% luas total terumbu karang dunia dan 65% luas total di coral triangle. Sebagian besar terumbu karang ini berlokasi di bagian timur Indonesia.

BACA JUGA: Mensejahterakan Indonesia Lewat Konektivitas

Menurut Kementerian Kelautan dan Perikanan mengungkapkan, Data sensus 2003-2013 menunjukkan penurunan jumlah Rumah Tangga Nelayan (RTN) hampir 50 persen, dan stok ikan juga menurun lebih dari 100 persen yang juga mengakibatkan Indonesia kehilangan 115 eksportir seafood selama kurun waktu tersebut.

Kementerian Kelautan dan Perikanan mengklaim kondisi saat ini sudah jauh lebih baik dari pada saat itu. Hal tersebut, kata ia, karena konsistensi dari usaha menjaga laut yang dilakukan TNI Angkatan Laut, TNI Aangkatan Udara, Polri, Kejaksaan, Bakamla serta penegak hukum lainnya.

Salah satu pencapaian dari perbaikan kondisi tersebut adalah, Indonesia menjadi negara penghasil tuna terbesar di dunia, dengan total sumbangan 16 persen dari produksi global dengan tangkapan tahunan diperkirakan sekitar 5 miliar dollar AS atau sekitar Rp 71 triliun (Kurs Rp 14.200 per dollar AS).

Sebagai penghasil tuna terbesar, Indonesia menjadi pemasok utama pasar-pasar luar negeri seperti Jepang, Amerika, Uni Eropa, Korea, dan Hong Kong.

Pasar terbesarnya adalah Amerika Serikat, yang mengonsumsi hampir setengah dari tangkapan tuna Indonesia, sebagian besarnya adalah ikan utuh atau fillet beku.

Diketahui, ekspor tuna Indonesia ke Amerika telah melonjak 130 persen sejak 2014.

Kedaulatan laut wajib dimiliki bangsa Indonesia. Sebagai negara dengan garis pantai terpanjang nomor dua di dunia, kini Indonesia harus dapat menjadikan hasil ekonomi dan kesejahteraan masyarakatnya lewat potensi sumber daya laut yang dimiliki.

Hingga akhir 2018 lalu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menenggelamkan 488 kapal pelaku IUUF. Dampaknya, stok ikan lestari (maximum sustainable yield/MSY) Indonesia meningkat dari 6,52 juta ton pada 2014 menjadi 12,5 juta ton di tahun 2017, dan diperkirakan kembali meningkat sepanjang 2018 lalu.

Sikap tegas ini memang perlu dilakukan untuk mengamankan kepentingan nasional di bidang maritim. Pemerintah akan memastikan sumber daya yang ada dilaut harus dipergunakan untuk meningkatkan kesejahteran seluruh rakyat Indonesia.

BACA JUGA: Dana Desa, Semangat Pemerataan Pembangunan Untuk Persatuan Indonesia

Kebijakan tegas ini akan berdampak pada meningkatnya nilai tangkapan ikan nelayan karena ikan yang ditangkap berukuran lebih besar. Nelayan pun tak perlu melaut jauh untuk dapat ikan karena di pinggir pantai pun ikan sudah kembali banyak.

Tak hanya dalam negeri, kebijakan ini juga menuai apresiasi dari forum internasional seperti Food and Agriculture Organization (FAO).

Bukan tanpa tantangan, dalam menegakkan kebijakan ini tak sedikit halangan yang di dapat. Bahkan Indonesia sempat bersitegang dengan Tiongkok yang kapalnya banyak ditemukan mencuri ikan di perairan Indonesiadan ditindak tegas.

Pertentangan juga datang dari dalam negeri oleh sekelompok pelaku usaha yang merasa dirugikan oleh kebijakan tersebut. Pemerintah akan tetap teguh pada pendiriannya untuk menindak tegas semua pelaku kejahatan perikanan.