Kemenhub Tegur Asuransi P&I Terkait Lambatnya Operasi Pengangkatan Kapal Virgo Transport 8 | IVoox Indonesia

Kemenhub Tegur Asuransi P&I Terkait Lambatnya Operasi Pengangkatan Kapal Virgo Transport 8

Kepala KSOP Kelas I Banjarmasin Heri Purwanto
Kepala KSOP Kelas I Banjarmasin Heri Purwanto (tengah) memberikan keterangan dalam konferensi pers perkembangan operasi SAR hari ke-16 kecelakaan KM Virgo Transport 8, di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin (28/9/2026) malam. ANTARA/Tumpal Andani Aritonang

IVOOX.id – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menegur keras lembaga asuransi internasional Protection and Indemnity (P&I) terkait lambatnya pelaksanaan operasi “salvage” atau pengangkatan bangkai Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa.

“Kementerian Perhubungan sudah menyampaikan surat teguran keras kepada P&I, bahkan kami pun dari jajaran Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) sudah memberikan teguran yang kedua kepada pemilik KM Virgo untuk segera melaksanakan kegiatan salvage ini,” kata Kepala KSOP Kelas I Banjarmasin Heri Purwanto dalam konferensi pers perkembangan operasi SAR hari ke-16 kecelakaan KM Virgo Transport 8, di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin (28/9/2926) malam, dikutip dari Antara.

Heri menyampaikan itu berkaitan dengan upaya untuk membantu tim pencarian dan pertolongan (SAR) agar terbantu dan lebih mudah mencari dan mengevakuasi 64 lagi korban yang belum ditemukan dan kemungkinan masih terjebak di dalam bangkai kapal yang tenggelam di Laut Jawa pasca kecelakaan sejak Minggu, 13 September 2026.

“Mudah-mudahan tidak lebih dari satu minggu seluruh administrasi dan teknis pelaksanaan salvage ini sudah berada di lokasi kapal-kapal, mudah-mudahan seperti itu. Kita berdoa, kita monitor terus,” ujarnya.

Heri mengatakan tim SAR gabungan dan Direktur Jenderal Perhubungan Laut telah mendorong pemilik kapal untuk segera melaksanakan pengangkatan dan menunjuk mitra pelaksana salvage.

“Memang agak kesulitan dari pihak asuransi P&I-nya ini masih menimbang, ada dua perusahaan besar yang dia tunjuk sebenarnya, tapi saya belum bisa pastikan perusahaannya yang mana salah satu, tapi ada dua perusahaan besar yang mau ditunjuk,” katanya.

Heri mengatakan, peralatan untuk operasi “salvage” atau pengangkatan bangkai Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 di dasar Laut Jawa, sudah tersedia di Singapura.

“Dipastikan peralatan salvage sudah berada di Singapura,” katanya. 

Dia menyebut lembaga asuransi internasional P&I selaku penanggung jawab bersama pemilik KM Virgo, telah menyiapkan seluruh peralatan itu dan tinggal menunjuk mitra pelaksanaan salvage yang kemungkinan mitra internasional, sedangkan mitra lokal berasal dari PT Jasalindo.

“Dan semuanya itu sudah dipastikan peralatannya berupa crane barge (kapal kran apung), lengkap dengan main boom (sistem lengan utama),” ucapnya.

Crane barge dan main boom tersebut merupakan peralatan berdaya angkat tinggi yang digunakan untuk mengevakuasi bangkai kapal.

Heri mengatakan untuk mitra lokal pelaksana salvage juga telah ditunjuk, yang kemungkinan berasal dari PT Jasalindo karena perusahaan tersebut sejak awal mengawal kegiatan dan memberikan data kondisi kapal melalui teknologi remotely operated vehicle (ROV).

“Kalau tidak salah itu dari PT Jasalindo. Kebetulan Jasalindo ini yang dari awal sudah mengawal kegiatan ini dan sudah memberikan data-data. Kondisi foto kapal pertama kali itu didapat dari teman-teman dari Jasalindo melalui teknologi ROV-nya,” ujarnya.

Setelah mitra pelaksana salvage ditunjuk, kata dia, mitra lokal akan terlebih dahulu melakukan mitigasi kondisi kapal sambil menunggu perlengkapan dari Singapura tiba di lokasi operasi SAR untuk mendukung pelaksanaan pengangkatan bangkai kapal.

“Kita semua berharap seluruh perlengkapan salvage tersebut sudah berada di lokasi operasi dalam waktu kurang dari satu minggu sesuai dengan janji pemilik KM Virgo yang disampaikan kepada pimpinan Kementerian Perhubungan,” ujar Heri Purwanto.

Basarnas Sisir Pesisir Kalimantan Tengah 

Basarnas mengerahkan seluruh unsur pencarian dan pertolongan (SAR) di Kalimantan Tengah (Kalteng), untuk melanjutkan pencarian korban Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8, setelah 18 jasad ditemukan dan dievakuasi dari wilayah perairan Seruyan dan Sukamara, Kalteng.

Kepala Kantor SAR Kelas A Banjarmasin I Putu Sudayana selaku SAR Mission Coordinator (SMC) mengatakan Kepala Kantor SAR Palangka Raya, Kalteng, telah ditunjuk Basarnas sebagai SMC khusus mengoordinasikan pelaksanaan operasi SAR di wilayah kerja Kalteng.

“Di Kalimantan Tengah menggelar operasi SAR. Jadi semua personel diturunkan, digerakkan, dan mulai dari kemarin sudah menyisir wilayah Kalimantan Tengah, khususnya di daerah pesisir,” kata Putu dalam konferensi pers perkembangan operasi SAR hari ke-16 kecelakaan KM Virgo Transport 8, di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin (29/9/2026) malam, dikutip dari Antara.

Ia menyebut pengerahan seluruh unsur tersebut melibatkan jajaran Polres, Kodim beserta jajaran di bawahnya, serta unsur masyarakat untuk mendukung penyisiran di wilayah pesisir dan perairan Kalimantan Tengah, khususnya di Seruyan dan Sukamara.

“Tidak hanya Kalteng, Basarnas juga berkoordinasi dengan masyarakat pesisir dan nelayan serta Kantor SAR Pontianak, Kantor SAR Sulawesi, dan Kantor SAR Semarang untuk menyebarluaskan informasi pencarian korban kepada jaringan masyarakat dan nelayan di wilayah perairan yang berkaitan,” ucapnya.

Koordinasi lintas wilayah tersebut, kata Sudayana, dilakukan karena nelayan dari sejumlah daerah, termasuk Surabaya, Lamongan, Probolinggo, serta Jawa Tengah, mencari ikan hingga wilayah Kalimantan sehingga informasi mengenai kecelakaan turut disampaikan kepada mereka.

Selain itu, Basarnas masih mengaktifkan mayday broadcast melalui Vessel Traffic Services (VTS) agar kapal-kapal yang melintasi jalur kejadian menerima informasi kecelakaan dan memberikan bantuan apabila menemukan korban.

Kemudian dukungan distrik navigasi melalui Search and Rescue Officer (SRO) juga dilakukan, untuk menyebarluaskan informasi kepada kapal-kapal yang melintasi jalur pelayaran di sekitar lokasi kejadian melalui maklumat pelayaran.

“Seluruh upaya terus dilakukan dengan mengerahkan personel dan melibatkan berbagai unsur untuk mendukung pencarian korban KM Virgo Transport 8 yang belum ditemukan,” ujar Putu Sudayana.

Hingga hari ke-16 operasi SAR, Senin, pukul 22.00 Wita, Basarnas mengonfirmasi sebanyak 179 orang telah ditemukan, terdiri atas 108 orang selamat dan 71 orang meninggal dunia, sementara 64 korban masih proses pencarian dari total 243 orang dalam manifes KM Virgo Transport 8.

0 comments

    Leave a Reply