620 Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal Dampak Kebakaran Kemayoran, Bukan Kebakaran yang Pertama | IVoox Indonesia

June 3, 2026

620 Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal Dampak Kebakaran Kemayoran, Bukan Kebakaran yang Pertama

Suasana terkini di lokasi kebakaran kampung pasar di Jalan Haji Ung
Suasana terkini di lokasi kebakaran kampung pasar di Jalan Haji Ung, kawasan Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (2/6/2026) dinihari. ANTARA/Abdu Faisal

IVOOX.id – Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Pusat mencatat sebanyak 620 jiwa dari 330 kepala keluarga (KK) kehilangan tempat tinggalnya akibat kebakaran di Kemayoran pada Senin, 1 Juni 2026, malam.

"Terdapat kurang lebih 620 jiwa yang kehilangan tempat tinggal," kata Kepala Sudin Gulkarmat Jakarta Pusat Syarifudin di Jakarta, Selasa (2/6/2026), dikutip dari Antara.

Syarifudin merinci korban kebakaran yang berada di RT 12 sampai RT 16, RW 4 sebanyak 500 jiwa, kemudian di RT 01-03, RW 5 Kelurahan Kebon Kosong terdapat 120 jiwa.

Ia mengatakan kebakaran tersebut menyebabkan 330 KK di Kelurahan Kebon Kosong, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, kehilangan tempat tinggalnya.

Syarifudin menambahkan bahwa petugas sempat kesulitan dalam menangani kebakaran karena banyak masyarakat yang menonton peristiwa tersebut, serta akses rumah yang sempit.

"Tidak hanya itu sebagian penghuni juga berhamburan untuk menyelamatkan harta bendanya masing-masing," ujarnya.

Ia mengatakan bahwa akibat hambatan tersebut, api baru dapat dilokalisasi sekitar pukul 23.30 WIB dari operasi pemadaman pukul 21.05 dengan menerjunkan sebanyak 35 Unit mobil pemadam kebakaran serta 175 petugas.

"Kami mendapatkan informasi pada pukul 21.00 WIB dan petugas bisa lokalisir pada jam 23.30 WIB. Sedangkan operasi pemadaman selesai pukul 04.15 WIB," katanya.

Sementara, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyatakan telah mendistribusikan sejumlah logistik untuk memenuhi kebutuhan bagi korban kebakaran di Kemayoran, Jakarta Pusat.

"Bantuan sejak malam sudah didistribusikan, dan saat ini juga masih bergerak bantuan BPBD ke lokasi," kata Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat di Jakarta, Selasa (2/6/2026), dikutip dari Antara.

Marulitua mengatakan bahwa bantuan yang didistribusikan oleh BPBD DKI Jakarta mulai dari sandang 330 paket, family kit 330 paket, 330 paket bantuan anak-anak, kasur lipat 620 buah, bantal 620 buah, dan selimut 620 buah, serta 10 lembar terpal.

Selain itu, BPBD juga mendistribusikan makanan siap saji sebanyak 620 boks, air mineral 200 dus, dan biskuit 330 kaleng.

"Kami juga terjunkan personel untuk membantu para korban kebakaran," ujarnya.

Dia menambahkan selain bantuan logistik, BPBD beserta instansi terkait juga mendirikan sejumlah tenda bagi para pengungsi untuk tempat tinggal sementara.

"Pendirian tenda sudah dilakukan. Saat ini akan ditambah lagi untuk tendanya," katanya menambahkan.

Sebanyak tiga orang mengalami luka akibat kebakaran yang menimpa permukiman di kawasan Pasar Jiung Kemayoran, Jakarta Pusat, dan ketiganya kini sudah mendapatkan perawatan di rumah sakit terdekat.

"Ada tiga orang yang mengalami korban luka," kata Kapolsek Kemayoran Kompol Agung Ardiansyah di Jakarta, Selasa (2/6/2026), dikutip dari Antara.

Menurut dia, saat ini ketiga korban sudah dirawat di dua rumah sakit berbeda yaitu dua orang di RS Hermina Kemayoran dan satu lainnya dirujuk ke RS Cipto Mangunkusumo.

"Untuk dua korban yaitu Puput dan Dika dirawat di RS Hermina sementara Suparno di RSCM," ujarnya

Bukan Kebakaran Pertama

Terpisah, Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Safrizal ZA, mengatakan bahwa insiden kebakaran telah berulang kali terjadi di kawasan tersebut.

Peristiwa terakhir bahkan terjadi pada 2024, tidak jauh dari lokasi kebakaran kali ini. Menatap sisa-sisa bangunan yang menghitam, Safrizal menyampaikan keprihatinannya.

"Tentu kita tidak menginginkan ini terjadi lagi ke depan. Mungkin hari ini tidak ada korban jiwa, tapi kalau ini tidak ditangani secara serius kami mengkhawatirkan suatu hari terjadi lagi akan menimbulkan korban jiwa masyarakat," kata Safrizal di lokasi kejadian, dikutip dari Antara.

Data sementara mencatat sekitar 250 rumah dan 330 kepala keluarga terdampak kebakaran tersebut.

Safrizal menyatakan akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memastikan lokasi benar-benar aman sebelum warga diperbolehkan kembali. "Biasanya kita akan memastikan sampai satu hari, dua hari bahwa di lokasi kebakaran itu tidak ada lagi material-material yang berbahaya yang bisa menimbulkan kebakaran lagi," katanya.

Lokasi kebakaran di Kampung Pasar Jiung, Kemayoran, merupakan permukiman padat penduduk di atas lahan dengan status yang kompleks. Sebagian merupakan area yang pernah mengalami pembongkaran dan kemudian dibangun kembali secara swadaya oleh warga.

Supriatin adalah salah satu saksi hidup perjalanan panjang kawasan itu. Ia telah tinggal di Pasar Jiung sejak 1969, melewati berbagai zaman, dari era Presiden Soeharto hingga sekarang.

Bagi dirinya, rumah yang terbakar bukan sekadar bangunan fisik. Rumah itu adalah tempat tumbuh, bekerja, membesarkan keluarga, hingga menyimpan jejak perjalanan hidup selama puluhan tahun.

Bagi warga seperti Supriatin, kepastian tersebut masih terasa jauh. Ia kini harus menghadapi kenyataan bahwa rumah yang selama puluhan tahun menjadi tempat bernaung telah habis terbakar.

Meski demikian, secercah harapan masih berusaha dipeliharanya. "Saya bersihkan-bersihkan lagi, bisa alhamdulillah, sampai jadi kediaman anak, bisa punya cucu," kata Supriatin, dikutip dari Antara.

0 comments

    Leave a Reply