Utang Luar Negeri RI Januari 2026 Turun Jadi 434,7 Miliar Dolar AS | IVoox Indonesia

17 Maret 2026

Utang Luar Negeri RI Januari 2026 Turun Jadi 434,7 Miliar Dolar AS

Pegawai menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di Bank Syariah Indonesia
Pegawai menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di Bank Syariah Indonesia, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (21/1/2026). Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Rabu (21/1) bergerak menguat 20 poin atau 0,12 persen menjadi Rp16.936 per dolar AS dari hari sebelumnya Rp16.956 per dolar AS. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj.

IVOOX.id – Bank Indonesia (BI) mencatat posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Januari 2026 sebesar 434,7 miliar dolar AS. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Ramdan Denny Prakoso mengatakan jumlah tersebut secara tahunan tumbuh 1,7 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada Desember 2025 sebesar 1,8 persen (yoy). 

"Posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Januari 2026 tetap terjaga. Perkembangan ini terutama dipengaruhi oleh ULN sektor publik," kata Denny dalam siaran pers Senin (16/3/2026).

Denny merinci ULN pemerintah pada Januari 2026 tercatat sebesar 216,3 miliar dolar AS atau secara tahunan tumbuh 5,6 persen (yoy), sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada Desember 2025 sebesar 5,5 persen (yoy).

"Dipengaruhi oleh penarikan pinjaman luar negeri untuk mendukung pelaksanaan program dan proyek pemerintah serta aliran masuk modal asing pada Surat Berharga Negara (SBN) internasional," katanya.

Denny menegaskan ULN pemerintah dikelola secara cermat dengan pemanfaatan yang terus diarahkan untuk mendukung pembiayaan program-program prioritas guna menjaga keberlanjutan fiskal serta memperkuat perekonomian nasional.

Sementara posisi ULN swasta tercatat sebesar 193,0 miliar dolar AS pada Januari 2026, menurun dibandingkan dengan posisi pada Desember 2025 sebesar 194,0 miliar dolar AS. Secara tahunan, ULN swasta mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 0,7 persen (yoy) pada Januari 2026, lebih dalam dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 0,2 persen (yoy).

"Penurunan posisi ULN swasta tersebut dipengaruhi oleh ULN perusahaan bukan lembaga keuangan (nonfinancial corporations)," katanya. 

0 comments

    Leave a Reply