TNI AD Buka Suara Soal Insiden Tertembaknya Warga saat Penurunan Bendera Bulan Bintang di Pidie Aceh | IVoox Indonesia

TNI AD Buka Suara Soal Insiden Tertembaknya Warga saat Penurunan Bendera Bulan Bintang di Pidie Aceh

upacara peringatan  HUT ke-81 TNI, di Lapangan Hiraq, Kota Lhokseumawe
Ilustrasi - Danrem Lilawangsa Brigjen TNI Ali Imran saat meninjau kesiapan pasukan dalam upacara peringatan HUT ke-81 TNI, di Lapangan Hiraq, Kota Lhokseumawe, Aceh, Senin (5/10/2026). ANTARA/HO/Korem Lilawangsa

IVOOX.id – TNI AD membuka suara soal insiden yang berujung tewasnya seorang warga di Meunasah Desa Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh, Rabu, 4 November 2026

Pada keterangan pers resmi TNI AD di Jakarta, Kamis, 5 November 2026, menjelaskan bahwa peristiwa itu bermula dari upaya penertiban dan penurunan Bendera Bulan Bintang yang dikibarkan dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di lokasi tersebut

enurut siaran pers itu, aparat TNI dan Polri sudah mengedepankan upaya persuasif dan humanis kepada penyelenggara acara sebelum akhirnya melakukan penertiban.

Namun, upaya tersebut belum mencapai kesepakatan karena panitia tetap bersikeras mempertahankan bendera.

Di sisi lain, TNI AD juga sedang mengantisipasi digelarnya kegiatan Syiar Aceh Merdeka di wilayah Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya.

Dalam proses penertiban di Desa Pulo Keunari, warga melakukan penolakan hingga akhirnya eskalasi konflik meningkat dan berujung aksi pelemparan batu.

Personel telah berupaya menenangkan dan membubarkan massa menggunakan perlengkapan pengendalian huru-hara.

"Namun, karena massa terus melakukan tindakan anarkis dan keselamatan personel terancam, dilakukan tindakan pengamanan secara bertahap dengan mengeluarkan tembakan peringatan menggunakan munisi hampa, kemudian munisi karet," keterangan TNI AD dalam siaran pers tersebut, dikutip dari Antara.

Setelah massa membubarkan diri, personel TNI menurunkan Bendera Bulan Bintang di lokasi kegiatan.

Dalam peristiwa tersebut, tercatat 14 warga menjadi korban, yaitu satu orang meninggal dunia dan 13 orang mengalami luka-luka.

Selain itu, enam personel TNI juga mengalami luka-luka dan telah mendapatkan penanganan medis sesuai kondisi masing-masing.

"Korban meninggal dunia diketahui bernama Abzalul Riza, warga Desa Dayah Gampong Baro, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie. Jenazah telah dimakamkan pada Kamis (5/11/2026) pukul 01.00 WIB di pemakaman umum Desa Dayah Kampong Baru, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie," kutip siaran pers itu.

TNI AD pun menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya warga dalam peristiwa tersebut serta berharap seluruh korban luka segera pulih.

TNI AD memastikan akan terus berkoordinasi dengan aparat terkait untuk memantau perkembangan situasi dan memastikan kondisi wilayah tetap terkendali.

0 comments

    Leave a Reply