Timnas Indonesia Menang Telak Lawan Saint Kitts dan Nevis 4-0 | IVoox Indonesia

April 1, 2026

Timnas Indonesia Menang Telak Lawan Saint Kitts dan Nevis 4-0

Pesepak bola Timnas Indonesia Ole Romeny
Pesepak bola Timnas Indonesia Ole Romeny berselebrasi usai mencetak gol ke gawang Saint Kitts and Nevis saat pertandingan FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Jumat (27/3/2026). ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/hma/wpa. (ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHA)

IVOOX.id –Timnas Indonesia melaju ke final FIFA Series 2025 setelah menang telak 4-0 atas Saint Kitts dan Nevis di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta pafa Jumat, 28 Maret 2026, malam WIB.

Mengutip Antara, Beckham Putra menjadi bintang dengan mencetak dua gol pada babak pertama, sedangkan dua gol lainnya dicetak oleh Ole Romeny dan Mauro Zijlstra.

Laga ini menjadi debut manis bagi pelatih baru Indonesia, John Herdman.

Indonesia langsung tampil agresif sejak awal.

Garuda membuka keunggulan pada menit ke-15 lewat aksi Beckham Putra yang memanfaatkan umpan terobosan Ole Romeny.

Beckham kemudian mengecoh kiper Archibald Julani sebelum menceploskan bola ke gawang kosong.

Gelandang Persib itu kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-25.

Lagi-lagi memanfaatkan umpan Romeny, Beckham sukses menyelesaikan peluang dari sisi kiri kotak penalti dengan sepakan ke pojok gawang guna membawa Indonesia unggul 2-0.

Pada babak kedua, Indonesia tetap tampil menekan. Kombinasi Dony Tri Pamungkas dan Beckham mengancam lawan pada awal babak ini, tetapi peluang digagalkan kiper lawan.

Gol ketiga Indonesia tercipta pada menit ke-52. Berawal dari sepak pojok Dony Tri, sundulan Ole Romeny diblok, tetapi bola rebound disontek masuk olehnya untuk mengubah skor menjadi 3-0.

Saint Kitts dan Nevis sempat mengancam tiga menit setelah itu, tetapi upaya mereka digagalkan Rizky Ridho meski nyaris berujung gol bunuh diri.

John Herdman kemudian memasukkan Sandy Walsh, Yakob Sayuri, Ivar Jenner, dan Joey Pelupessy pada menit ke-58.

Perubahan kembali dilakukan pada menit ke-65 dengan masuknya Justin Hubner, Ragnar Oratmangoen, dan Eliano Reijnders, disusul Mauro Zijlstra pada menit ke-71.

Indonesia menambah gol keempat pada menit ke-74 lewat Mauro Zijlstra. Umpan terobosan Pelupessy dituntaskan dengan tendangan first time oleh penyerang Persija ini setelah lolos dari jebakan offside. Skor menjadi 4-0.

Garuda mencetak gol kelima pada menit ke-87 melalui Yakob Sayuri, tapi dianulir karena offside.

Peluang lain didapat Eliano Reijnders dan Justin Hubner di menit-menit akhir, tetapi tak membuahkan hasil.

Hasil ini memastikan Indonesia ke final FIFA Series untuk menghadapi Bulgaria pada Senin, 30 Maret 2026..

Pelatih timnas Indonesia John Herdman menilai kemenangan 4-0 yang diraih pasukannya atas St Kitts and Nevis pada pertandingan FIFA Series 2026 sesuai target.

Herdman menjalani debutnya sebagai pelatih timnas Indonesia dengan positif. Kemenangan 4-0 atas St Kitts and Nevis di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat, didapat berkat dwigol Beckham Putra, serta masing-masing satu gol dari Ole Romeny dan Mauro Ziljstra.

“Kami menetapkan target sebelum pertandingan untuk mencetak empat gol dan menjaga clean sheet (tidak kemasukan sama sekali). Kami tahu kami akan merotasi skuad, kami ingin memberikan banyak kesempatan kepada para pemain yang berpartisipasi dalam latihan, dan saya pikir mereka menangani pertandingan dengan sangat profesional,” kata Herdman pada jumpa pers setelah pertandingan usai, dikutip dari Antara.

“Saya pikir itu yang terpenting. Ini pertama kalinya kami bermain bersama, hanya beberapa sesi latihan, tetapi, yeah, saya benar-benar bangga dengan para pemain malam ini,” katanya.

Dalam pandangan Herdman, salah satu hal penting untuk dapat mewujudkan timnya tidak kemasukan sama sekali adalah kedisiplinan. St Kitts and Nevis memang tercatat minim peluang dan kiper Maarten Paes tidak banyak bekerja keras pada laga ini.

“Untuk menjaga clean sheet, itu tentang kedisiplinan, dan mencetak gol dari situasi bola mati itu penting, kami berusaha keras untuk itu, dan beberapa gol dalam transisi, yang secara internasional saya pikir itu adalah salah satu area yang paling penting dalam permainan,” kata pelatih asal Inggris itu.

“Jadi, saya senang dengan elemen-elemen malam ini, tetapi ini baru permulaan. Saya pikir perjalanan kami masih panjang, dan kami akan menghadapi pertandingan yang sulit melawan Bulgaria yang akan datang. Kami berhasil merotasi cukup banyak pemain, jadi menantikan final FIFA Series pada hari Senin,” kata dia.

Menatap laga melawan Bulgaria, Herdman memberikan sedikit bocoran mengenai aspek yang perlu dibenahi di timnas Indonesia.

“Ini tentang kohesi taktis. Saya merasa bahwa di 15 menit pertama tim ini, untuk periode tertentu, saya merasa di 15 menit pertama kita menjadi terlalu bersemangat. Jadi orang-orang melakukan hal mereka sendiri untuk beberapa periode,” ucap mantan pelatih timnas Kanada itu.

“Jika kita melakukan itu melawan Bulgaria, kita akan mati di 10 menit pertama. Mereka akan membunuh kita. Jadi para pemain, mereka akan tahu, kita harus berkomitmen pada cetak biru taktis melawan tim seperti Bulgaria sejak menit pertama.”

“Kami tidak bisa menunggu 10, 15 menit untuk menyatu dan terhubung. Jadi itu penting. 15 menit pertama kami harus memulai lebih kuat dengan mentalitas yang lebih baik karena jika tidak kami akan dihukum,” katanya.

Sementara, pelatih St. Kitts and Nevis Marcelo Augusto Silva Serrano menilai dua gol awal yang bersumber dari kesalahan serupa menjadi titik balik kekalahan timnya.

Marcelo mengatakan timnya sebenarnya mampu mengawali pertandingan dengan baik, khususnya dalam 15 hingga 20 menit pertama saat organisasi permainan berjalan sesuai rencana.

“Kami cukup terorganisir di awal pertandingan dan bahkan memiliki peluang pertama. Jika kami bisa mencetak gol lebih dulu, pertandingan mungkin akan berjalan berbeda,” ujar Marcelo dalam jumpa pers usai laga, dikutip dari Antara.

Namun, ia mengakui dua gol pertama Indonesia lahir dari pola kesalahan yang sama di lini belakang, yang membuat struktur pertahanan timnya menjadi tidak solid.

“Dua gol itu datang dari kesalahan yang identik. Lini belakang kami sedikit kehilangan organisasi dan mereka mampu memanfaatkan ruang dengan sangat baik,” katanya.

Meski menelan kekalahan telak, Marcelo memastikan kondisi mental tim tetap terjaga dan tidak terpengaruh secara signifikan.

“Saya tidak melihat masalah dari sisi mental. Para pemain tetap menegakkan kepala mereka. Kami tidak bisa menghukum seluruh tim hanya karena dua kesalahan individu,” katanya.

Ia menegaskan timnya akan menjadikan hasil ini sebagai bahan evaluasi dan bertekad bangkit pada pertandingan berikutnya saat mereka menghadapi Kepulauan Solomon pada Senin, 30 Maret 2026.

0 comments

    Leave a Reply