Super League 2026/2027: Persebaya Tumbangkan Madura United 3-1 | IVoox Indonesia

Super League 2026/2027: Persebaya Tumbangkan Madura United 3-1

Pesepak bola Persebaya Surabaya Miguel Pereira
Pesepak bola Persebaya Surabaya Miguel Pereira (kiri) dan Catur Pamungkas (kanan) melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Madura United pada pertandingan pekan ketujuh BRI Super League 2026/2027 di Stadion GBT Surabaya, Jawa Timur, Senin (26/10/2026) malam. ANTARA/Rizal Hanafi

IVOOX.id – Persebaya Surabaya menumbangkan tamunya Madura United dengan skor 3-1 dalam laga pekan ketujuh BRI Super League 2026/2027 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur, Senin, 26 Oktober 2026.

Mengutip Antara, gol Persebaya dicetak oleh Miguel Pereira pada menit ke-22, Yuran Fernandes (90+1') dan Yan Mabella (90+6'). Sedangkan gol semata wayang Madura United dicetak Gali Freitas pada menit ke-70.

Hasil tersebut membuat Persebaya Surabaya berada di peringkat ketujuh klasemen sementara dengan 12 poin dari hasil tiga kali menang, tiga seri, dan satu kali kalah.

Madura United menempati posisi ketiga dengan 13 poin dari empat kali menang, satu seri, dan dua kali kalah.

Pada awal babak pertama, Persebaya Surabaya dan Madura United bermain hati-hati dengan intensitas tinggi dan saling melancarkan serangan.

Persebaya mendapat peluang melalui sundulan Gledson pada menit ke-26, tetapi bola masih melambung tipis di atas mistar gawang Madura United yang dikawal Angga Saputro.

Hujan deras yang mengguyur Stadion Gelora Bung Tomo sejak menit awal, membuat sejumlah pemain kesulitan mengontrol bola dengan baik.

Persebaya akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-22 melalui tendangan kaki kanan Miguel Pereira yang mengarah ke pojok kiri atas gawang Madura United sehingga mengubah skor menjadi 1-0.

Tertinggal satu gol, Madura United berupaya meningkatkan intensitas serangan hingga sempat terjadi ketegangan antara Sadil Ramdani dan Lulinha di pinggir lapangan.

Menjelang akhir babak pertama, Persebaya terus menekan pertahanan lawan, sedangkan serangan Madura United beberapa kali kandas di lini tengah tim tuan rumah.

Hingga wasit meniup peluit tanda berakhirnya babak pertama, Persebaya tetap unggul 1-0 atas Madura United.

Memasuki babak kedua, Persebaya dan Madura United saling melancarkan serangan. Pada menit ke-57, Rivera sempat mengancam melalui tendangan kaki kanan, tetapi bola masih melambung di atas mistar gawang Angga Saputro.

Madura United harus bermain dengan 10 pemain setelah Paulo Sitanggang mendapat kartu merah pada menit ke-65 akibat pelanggaran terhadap Catur Pamungkas, setelah wasit meninjau VAR. Catur yang mengalami cedera kemudian digantikan Syahrul Lasinari.

Meski unggul jumlah pemain, Persebaya justru kebobolan pada menit ke-70 melalui tendangan bebas Gali Freitas yang mengubah skor menjadi 1-1. Persebaya berupaya kembali unggul, tetapi sejumlah peluang belum membuahkan hasil.

Persebaya akhirnya mendapat hadiah penalti setelah Miguel Pereira dilanggar di kotak terlarang. Yuran Fernandes yang menjadi eksekutor sukses membawa tuan rumah unggul 2-1 pada menit ke-90+1.

Pada menit ke-90+6, Yan Mabella memastikan kemenangan Persebaya menjadi 3-1 melalui serangan balik setelah menerima umpan Jefferson. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap bertahan untuk kemenangan tuan rumah.

Pada laga berikutnya, Persebaya akan menjamu Persijap Jepara di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat, 30 Oktober 2026. Madura United dijadwalkan bertandang menghadapi PSM Makassar di Stadion Batakan, Balikpapan, Sabtu, 31 Oktober 2026.

Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares mengungkapkan permainan agresif dan intens yang ditunjukkan anak asuhnya menjadi kunci untuk mengatasi perlawanan Madura United.

“Yang saya sukai hari ini adalah sikap para pemain karena kami bermain agresif, intens, dan bergerak untuk menciptakan ruang, dan ini harus menjadi identitas kami,” kata Tavares saat konferensi pers setelah pertandingan di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Jawa Timur, Senin (26/10/2026) malam, dikutip dari Antara.

Ia menjelaskan, anak asuhnya mampu menciptakan banyak peluang dan mencetak tiga gol, meskipun akurasi tembakan masih perlu ditingkatkan agar kesempatan yang diperoleh dapat dimaksimalkan menjadi gol.

Ia menilai gol Madura United berawal dari situasi transisi setelah lawan mendapatkan pelanggaran, sehingga Persebaya perlu memperbaiki antisipasi dan melakukan pelanggaran taktis pada situasi tertentu untuk mencegah serangan lawan berkembang.

Selain aspek permainan, ia mengungkapkan kondisi fisik sejumlah pemain belum optimal saat menghadapi Madura United, bahkan beberapa pemain hanya berada pada kisaran 50 hingga 60 persen kebugaran seperti Rivera dan Alex.

“Rivera bermain dalam kondisi cedera dan tidak 100 persen. Namun, kami membutuhkan pemain yang memiliki kualitas umpan dan kemampuan mengambil keputusan seperti dirinya. Keputusan yang tepat tetap memainkannya karena umpannya menghasilkan penalti,” ucapnya.

Selain itu, lanjut dia, hujan dan kondisi lapangan yang berat juga turut memengaruhi permainan.

Sementara itu, pemain Persebaya Toni Firmansyah mengatakan kemenangan tersebut diraih melalui kerja keras tim dalam latihan setelah mengalami kesulitan pada pertandingan sebelumnya.

Ia menegaskan para pemain akan terus bekerja keras dan memperbaiki penampilan secara bertahap agar Persebaya dapat mempertahankan performa positif pada pertandingan berikutnya.

“Tidak mudah bisa mengalahkan Madura United malam ini, tetapi alhamdulillah, kami harus tetap rendah hati dan terus fokus di pertandingan selanjutnya,” kata Toni yang terpilih sebagai pemain terbaik pertandingan atau Man of the Match, dikutip dari Antara.

Sementara, pelatih Madura United Ze Gomes mengkritik kepemimpinan wasit karena menilai sejumlah keputusannya merugikan timnya saat kalah 1-3 dari Persebaya Surabaya.

“Hari ini tim wasit tampil sangat buruk. Sangat, sangat buruk. Ada hari-hari seperti ini, dan saya berharap pada pertandingan berikutnya mereka bisa tampil lebih baik,” kata Ze Gomes saat konferensi pers setelah pertandingan di Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur, Senin (26/10/2026) malam, dikutip dari Antara.

Meskipun demikian, ia mengakui Persebaya tampil lebih baik pada babak pertama, sedangkan Madura United baru mampu memperbaiki permainan selepas turun minum hingga menyamakan kedudukan.

Menurut pelatih asal Portugal itu, Madura United masih memiliki sejumlah peluang untuk mengembangkan permainan, tetapi situasi pertandingan menjadi semakin sulit setelah kehilangan Monteiro akibat kartu merah.

Ia juga menyoroti sejumlah keputusan wasit sejak babak pertama, terutama penilaian pelanggaran yang dinilainya tidak konsisten terhadap kedua tim serta keputusan penalti setelah wasit meninjau tayangan melalui video assistant referee (VAR).

“VAR ada untuk membantu wasit, tetapi wasit hari ini tidak mau dibantu,” ucapnya.

Meski kecewa terhadap kepemimpinan wasit, Ze menegaskan bahwa dirinya tidak mempersoalkan kemenangan Persebaya dan tetap memberikan apresiasi kepada timnya atas perjuangan pada babak kedua.

Ia mengatakan para pemain Madura United telah menunjukkan kerja keras dan dedikasi, sehingga timnya akan tetap fokus menjalani kompetisi yang masih panjang serta mempersiapkan diri menghadapi pertandingan berikutnya.

Sementara itu, pemain Madura United Taufik Hidayat juga menyinggung sejumlah keputusan wasit yang menurutnya patut menjadi perhatian, tetapi menegaskan timnya akan melakukan evaluasi setelah kekalahan tersebut.

Ia berharap Madura United dapat memperbaiki kekurangan agar mampu tampil lebih baik dan kembali meraih poin pada pertandingan berikutnya.

“Selamat buat Persebaya, kita berbenah untuk pertandingan selanjutnya,” kata Taufik.

0 comments

    Leave a Reply