Soal Pernyataan Bahlil Stok BBM Hanya 21 Hari, Anggota DPR Minta Masyarakat Berhemat | IVoox Indonesia

9 Maret 2026

Soal Pernyataan Bahlil Stok BBM Hanya 21 Hari, Anggota DPR Minta Masyarakat Berhemat

rachmat gobel
Rachmat Gobel/dpr.go.id

IVOOX.id – Anggota Komisi VI DPR RI Rahmat Gobel menilai pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengenai stok bahan bakar minyak (BBM) nasional yang hanya cukup untuk 21 hari merupakan bentuk keterbukaan pemerintah kepada publik terkait kondisi cadangan energi nasional.

“Kita harus terbuka kepada masyarakat mengenai kondisi yang ada. Di saat yang sama, masyarakat juga perlu diajak untuk menyikapi situasi ini dengan bijak, misalnya dengan mulai berhemat dalam penggunaan energi,” ujar Gobel dalam keterangan resmi yang diterima Ivoox.id Minggu (8/3/2026).

Politisi Fraksi Partai NasDem itu menjelaskan konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah, termasuk ketegangan antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat, memunculkan kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi global, baik minyak, gas, maupun listrik.

Namun, menurut Gobel, kondisi tersebut juga dapat menjadi momentum bagi pemerintah dan para pemangku kepentingan untuk memperkuat sistem ketahanan energi nasional. Ia menekankan perlunya langkah strategis dari pemerintah bersama perusahaan energi milik negara.

“Yang paling penting, menurut saya adalah pemerintah, termasuk PLN dan Pertamina, harus mengambil langkah strategis. Ini menjadi pengalaman penting bagi kita untuk melihat apa yang masih kurang dan apa pekerjaan rumah yang harus segera kita selesaikan,” katanya.

Salah satu pekerjaan rumah yang perlu segera diselesaikan adalah percepatan investasi di sektor energi, terutama pada pengolahan energi seperti pembangunan kilang (refinery) serta pengembangan energi baru terbarukan. Gobel menilai pemerintah perlu menciptakan iklim investasi yang kondusif agar proyek-proyek strategis di sektor energi dapat berjalan lebih cepat.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan energi secara bijak dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan. Menurutnya, tindakan panic buying justru dapat memperburuk kondisi distribusi energi di lapangan.

“Dalam hal Ini perlu edukasi tidak hanya dari pemerintah, namun juga seluruh elemen bangsa kepada masyarakat untuk tidak panic buying dengan melakukan pembelian berlebih atau bahkan penimbunan BBM yang justru akan memperparah kondisi di lapangan. Sekali lagi ini pembelajaran bagi kita semua. Sebagai negara besar, kita harus memperkuat sistem energi kita agar lebih tangguh dan tidak mudah terpengaruh oleh dinamika global,” ujarnya.

0 comments

    Leave a Reply