Samad: Perlu, Kritik dan Pengawasan Terhadap Pansel Capim KPK | IVoox Indonesia

13 Maret 2026

Samad: Perlu, Kritik dan Pengawasan Terhadap Pansel Capim KPK

pansel capim kpk
Dari kiri ke kanan. Tiga anggota pansel calon pimpinan KPK 2019-2023 masing-masing Diani Sadia, Harkristuti Harkrisnowo, Yenti Ganarsih, dan Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan saat jumpa pers di gedung KPK, Jakarta, Rabu (12/6/2019). (Antara/Benardy Ferdiansyah)

IVOOX.id, Jakarta - Mantan Ketua KPK Abraham Samad mengingatkan bahwa kritik dan pengawasan terhadap Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK (Pansel Capim KPK) perlu dilakukan agar dapat memilih orang yang benar dan tepat untuk mempertahankan usaha memberantas korupsi .

"Kalau kita tidak mengkritisi cukup kuat terhadap seleksi capim sekarang ini, maka saya khawatir ini akan berbahaya ke depan akan kelangsungan KPK," ujar Abraham dalam diskusi media yang dilakukan di Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (7/8).

Pemimpin KPK periode 2011-2015 itu mengatakan pentingnya proses tes psikologi dan penilaian profil yang akan dilakukan selama dua hari ke depan untuk menggambarkan karakter seseorang. Menurut Samad yang berbahaya jika mengabaikan hasil karena ada kepentingan untuk memasukkan orang tertentu untuk motif khusus.

Jika panitia seleksi calon pimpinan (Pansel Capim) KPK mau jujur dan objektif, menurut Samad, maka akan ditemukan 10 orang berintegritas yang akan diajukan ke DPR. "Mekanismenya sudah ada, tinggal mau tidak Pansel mengikuti mekanisme itu," tegasnya.

Jika Pansel Capim KPK gagal menemukan orang-orang berintegritas, ujarnya, maka bisa saja orang-orang yang terpilih adalah yang tidak punya keberpihakan dan komitmen kuat terhadap agenda pemberantasan korupsi.

Sebelumnya, Pansel Capim KPK pada Senin (6/8) telah mengumumkan 40 nama yang lolols dalam tahap tes psikologi.

Setelahnya panitia langsung melakukan pelacakan rekam jejak dengan melibatkan delapan lembaga negara, termasuk BNN, BNPT dan Kepolisian.

Peserta yang lolos uji psikologi akan mengikuti tes penilaian profil pada 8-9 Agustus 2019 di Gedung Lemhanas, Jakarta.

Koalisi Masyarakat Sipil menuntut Pansel melibatkan publik dalam menelusuri rekam jejak para calon yang lolos.

0 comments

    Leave a Reply