Said Iqbal Sidak PT Moya Terkait Tewasnya Tiga Pekerja di Cipayung | IVoox Indonesia

July 14, 2026

Said Iqbal Sidak PT Moya Terkait Tewasnya Tiga Pekerja di Cipayung

Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal
Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan rapat bersama jajaran pimpinan PT Moya selaku kontraktor pelaksana proyek pada Senin (13/7/2026). IVOOX.ID/Fahrurrazi Assyar

IVOOX.id – Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke PT Moya Indonesia terkait kasus tewasnya tiga pekerja proyek saluran pipa air di kawasan Cipayung, Jakarta Timur dan menemukan indikasi kelalaian dalam penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). 

Said mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kapolri agar penanganan perkara mendapat perhatian khusus. Ia juga meminta jajaran Polres Metro Jakarta Timur mengusut kasus tersebut secara profesional dan transparan hingga seluruh pihak yang bertanggung jawab dapat diproses sesuai hukum.

"Kami akan buka LP, laporan polisi. Saya sudah berkoordinasi dengan pak Kapolri dan ini akan ada atensi pak Kapolri. Tentu saya minta kepada Kapolres Jakarta Timur agar sungguh-sungguh, jangan main-main. Agar sungguh-sungguh," kata Said usai sidak di PT Moya Indonesia, Senin (13/7/2026).

Menurut Said, hingga kini belum terlihat adanya langkah hukum yang serius terhadap pihak-pihak yang diduga bertanggung jawab atas kecelakaan kerja tersebut. Ia menilai pemeriksaan yang dilakukan sejauh ini masih sebatas permintaan keterangan dan belum mengarah pada proses penegakan hukum yang lebih tegas.

"Sampai hari ini polisi enggak memanggil secara sungguh-sungguh. Mungkin dimintai keterangan sudah, tapi memanggil secara sungguh-sungguh belum ada. Kami akan minta pertanggungjawaban secara hukum," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa penetapan tersangka sepenuhnya menjadi kewenangan penyidik kepolisian. Namun, Said mengingatkan agar proses hukum tidak dipengaruhi oleh kepentingan pihak tertentu.

"Jadi kami akan lihat nanti, biar polisi yang menentukan siapa tersangka-tersangka. Saya hanya pesan pada mereka, jangan main backing-backing-an. Saya enggak takut sama backing siapa pun. Saya sudah laporkan sama Presiden dan Presiden punya atensi terhadap kasus ini," katanya.

Dari hasil sidak yang dilakukan, Said mengungkapkan pihak PT Moya mengakui adanya prosedur K3 di perusahaan, namun implementasinya dinilai tidak berjalan sebagaimana mestinya. Ia menyebut temuan tersebut memperkuat dugaan adanya kelalaian yang menyebabkan para pekerja kehilangan nyawa saat berada di dalam gorong-gorong.

"Jadi bisa saja kekurangan oksigen dan juga ada gas-gas yang berbahaya bagi pekerja. Dan itu diakui, berarti kan kelalaian. Terkonfirmasi hari ini kelalaian yang mengakibatkan kehilangan nyawa," katanya.

Insiden tersebut terjadi pada Kamis, 9 Juli 2026, di di proyek saluran gorong-gorong di Jalan Pintu III Keong Mas, Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Tiga pekerja ditemukan meninggal dunia di dalam gorong-gorong dengan kedalaman sekitar tiga meter diduga akibat menghirup gas beracun saat berada di dalam saluran bawah tanah. Salah satu korban diketahui merupakan warga negara asing asal China.

Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur, Abdul Wahid, menjelaskan korban pertama sempat turun ke dalam gorong-gorong untuk bekerja, namun tiba-tiba pingsan ketika berada sekitar setengah perjalanan menuju dasar saluran.

Melihat rekannya tak sadarkan diri, dua pekerja lain berusaha memberikan pertolongan dengan masuk ke dalam gorong-gorong. Namun keduanya juga kehilangan kesadaran akibat diduga menghirup gas beracun di lokasi yang sama. Ketiga pekerja kemudian dievakuasi oleh petugas, namun seluruhnya dinyatakan meninggal dunia.

0 comments

    Leave a Reply