Rawan Tsunami, Berikut Panduan Mitigasinya !

Ilustrasi: Ivoox Indonesia

IVOOX.id, Jakarta – Indonesia negeri rawan tsunami, Masyarakat harus memahami mitigasi tsunami untuk meminimalkan korban bencana tsunami.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat ada 177 kejadian tsunami yang menerjang Indonesia sejak 1629. Berdasarkan catatan yang ada, wilayah timur Indonesia lebih rawan dilanda tsunami. BNPB mengatakan upaya mitigasi bencana mesti dikuatkan lagi.

BNPB mengatakan tercatat warga yang rawan terdampak gempa sebanyak 148 juta jiwa. Sedangkan warga pinggir pantai yang rawan terdampak tsunami sebanyak 3,8 juta jiwa. Jumlah orang yang terdampak bisa lebih besar karena wilayah pesisir pantai sering didatangi wisatawan.

Kata tsunami berasal dari bahasa Jepang, “tsu” berarti pelabuhan dan “name” berarti gelombang sehingga secara umum diartikan sebagai gelombang/ombak yang besar di pelabuhan.

BACA JUGA: Ada Gempa Bumi ! Jangan Panik, Ini Yang Harus Dilakukan !

Tsunami dapat diartikan sebagai gelombang laut yang disebabkan oleh gempabumi dengan pusat di bawah laut, letusan gunungapi bawah laut, longsor di bawah laut, dan atau hantaman meteor di laut.

Ada beberapa tanda-tanda terjadinya tsunami :

  1. Pada umumnya di Indonesia didahului dengan gempa bumi besar dan susut laut.
  2. Terdapat selang waktu antara waktu terjadinya gempa bumi sebagai sumber tsunami dengan waktu tiba tsunami di pantai.
  3. Gelombang air laut datang secara mendadak dan berulang dengan energi yang sangat kuat.
  4. Di Indonesia tsunami terjadi dalam waktu kurang dari 40 menit setelah gempa bumi besar di bawah laut,

Jangan panik jika terjadi gempa. Tidak semua gempa akan menyebakan tsunami. Jika gempa berpusat di laut, Kekuatan gempa (magnitudo) lebih besar dari 6,8 SR, Kedalaman pusat gempa tidak lebih dari 70 km(merupakan gempabumi dangkal), Pola patahan adalah sesar naik/ turun, yang akan menyebabkan tsunami. Jika tidak kemungkinan besar tidak akan terjadi tsunami.

Pemerintah dan masyarakat Bersama-sama mengurangi dampak resiko bencana tsunami. Beberapa upaya perlu dilakukan :

Pembangunan Sistem Peringatan Dini Tsunami.

  • Pembangunan tempat evakuasi (shelter) di sekitar daerah pemukiman, pembangunan tembok penahan tsunami pada garis pantai yang berisiko, penanaman mangrove serta tanaman lainnya disepanjang garis pantai untuk meredam gaya air tsunami.
  • Meningkatkan pengetahuan masyarakat lokalkhususnya yang tinggal di pinggir pantai tentang tsunami dan cara-cara penyelamatan diri terhadap bahaya tsunami.
  • Melaporkan secepatnya jika mengetahui tanda-tanda akan terjadinyan tsunami kepada petugas yang berwenang : Kepala Desa, Polisi, Stasiun Radio, SATLAK PB maupun institusi terkait.

Jika menemukan kondisi pra tsunami ada beberapa hal yang dapat dilakukan. Jika berada di sekitar pantai, Mulai terasa ada guncangangempabumi, air laut dekat pantai surut secara tiba-tiba, segeralah lari menuju ke tempat yang tinggi(perbukitan atau bangunan tinggi) sambil memberitahukan teman-teman yang lain.

Jika sedang berada di dalam perahu/kapal ditengah laut serta mendengar berita dari pantai telah terjadi tsunami, jangan mendekat ke pantai. Arahkan perahu ke laut. Jika gelombang pertama telah datang dan surut kembali, jangan segera turun ke daerah yang rendah. Biasanya gelombang berikutnya akan menerjang. Jika gelombang telah benar-benar mereda, lakukan pertolongan pertama pada korban.