Ada Gempa Bumi ! Jangan Panik, Ini Yang Harus Dilakukan !

Ilustrasi: Ivoox Indonesia

IVOOX.id, Jakarta – Bumi bergetar, salah satu gejala gempa bumi, jangan panik, cukup pahami ini yang harus dilakukan !

Gempa bumi merupakan gejala alamiah yang berupa gerakan goncangan atau getaran tanah yang ditimbulkan oleh adanya sumber-sumber getaran tanah akibat terjadinya patahan atau sesar akibat aktivitas tektonik, letusan gunungapi akibat aktivitas vulkanik, hantaman benda langit (misalnya meteor dan asteroid), dan/atau ledakan bom akibat ulah manusia.

Beberapa hal yang menyebabkan gempa bumi :

  1. Proses tektonik akibat pergerakan kulit/lempeng bumi.Aktivitas sesar di permukaan bumi.
  2. Pergerakan geomorfologi secara lokal, contohnyaterjadi runtuhan tanah.
  3. Aktivitas gunung api.
  4. Ledakan nuklir.

Indonesia merupakan satu negara yang rentan mengalami peristiwa gempa bumi. Indonesia berada dalam kawasan Cincin Api Pasifik.Cincin Api Pasifik atau Ring of Fire adalah istilah yang digunakan untuk menyebut wilayah yang sering mengalami letusan gunung berapi aktif dan gempa bumi.

BACA JUGA: Rawan Tsunami, Berikut Panduan Mitigasinya !

Penting untuk masyarakat memiliki persiapan dini terkait situasi gempa bumi. Masyarakat khususnya di wilayah-wilayah rawan gempa harus memiliki perisapan sebelum gempa bumi.

Ada beberapa hal yang harus dipersiapkan oleh masyarakat yang tinggal di daerah rawan gempa :

  1. Mengetahui sosialisasi tentang gempabumi,mempelajari penyebab gempa.
  2. Membuat konstruksi rumah tahan gempa.
  3. Memperhatikan sistem peringatan dini dan membuatsistem peringatan dini mandiri, seperti mengikatbenda-benda yang tergantung dengan kuat.
  4. Melaksanakan dan mengikuti simulasi.Mengetahui dimana informasi gempa bias didapatkan yaitu: BMKG, TV, Radio, ORARI, dll.
  5. Menyiapkan “tas siaga bencana”

Seluruh persiapan ini akan membantu jika gempa bumi terjadi. Sedangkan kondisi seseorang saat terjadinya gempa akan menentukan bagaimana antisipasi dan respon yang harus dilakukan. Ini akan bergantung pada tempat dan kondisi dimana seseorang ketika gempa itu terjadi.

Di Dalam Rumah

Jika  berada di dalam rumah getaran akan terasa beberapa saat. Masuklah ke bawah meja untuk melindungi tubuh dari jatuhan benda-benda. Jika tidak memiliki meja, lindungi kepala dengan bantal. Jika sedang menyalakan kompor, maka matikan segera untuk mencegah terjadinya kebakaran.

Di sekolah

Berlindunglah di bawah kolong meja, jika gempa mereda keluarlah berurutan carilah tempat lapang, jangan berdiri dekat gedung, tiang dan pohon.

Di luar rumah

Seperti daerah perkantoran atau kawasan industri, bahaya bisa muncul dari jatuhnya kaca-kaca dan papan-papan reklame.

Di gedung, mall, bioskop, dan lantai dasar mall

Jangan menyebabkan kepanikan atau korban dari kepanikan. Ikuti semua petunjuk dari petugas atau satpam.

Di gunung/pantai

Ada kemungkinan longsor terjadi dari atas gunung. Menjauhlah langsung ke tempat aman. Di pesisir pantai, bahayanya datang dari tsunami. Jika Anda merasakan getaran dan tanda-tanda tsunami tampak, cepatlah mengungsi ke dataran yang tinggi.

Di kereta api

Berpeganganlah dengan erat pada tiang sehingga tidak akan terjatuh seandainya kereta berhenti secara mendadak.

Di dalam mobil

Saat terjadi gempabumi besar jauhi persimpangan, pinggirkan mobil di kiri jalan dan berhentilah. Hentikan mobil di tempat terbuka. Ikuti instruksi dari radio mobil. Jika harus mengungsi maka keluarlah dengan segera dari mobil.

Di kereta api

Berpeganganlah dengan erat pada tiang sehingga tidak akan terjatuh seandainya kereta berhenti secara mendadak.

Di dalam lift

Jangan menggunakan lift saat terjadi gempabumi atau kebakaran. Jika terjebak dalam lift, hubungi manajer gedung dengan menggunakan interphone jika tersedia.

Setelah gempa bumi usai, waktunya kita mengecek kondisi lingkungan kita. Tetap jangan panik lakukan dengan tenang :

  • Periksa kondisi keluarga dan sekitar.Jauhi bangunan yang sudah retak – retak dan tidak aman.
  • Laporkan kejadian kerugian, korban orang hilang.Membersihkan puing – puing dan kerusakan yang terjadi.
  • Gotong royong dengan masyarakat dan aparat sekitaruntuk kembali memperbaiki rumah atau kerusakansarana dan prasarana yang ada di sekitar wilayah bencana.Bangun kembali bangunan yang sudah rusak dengankontruksi bangunan tahan gempa.
  • Obati trauma yang terjadi khususnya pada anak-anak, wanita dan manula.Selalu waspada akan terjadinya gempa susulan.
  • Beri pertolongan, dapat diramalkan banyak orangakan cedera saat terjadi gempabumi besar.
  • Bersiaplah memberikan pertolongan pertama kepadaorang-orang yang berada di sekitar Anda.
  • Dengarkan informasi, saat gempabumi besar terjadi,masyarakat terpukul kejiwaannya. Untuk mencegahkepanikan, bersikaplah tenang dan bertindak sesuaidengan informasi yang benar.
  • Peroleh informasi yang benar dari pihak yang berwenang atau polisi. Janganbertindak karena informasi yang belum jelas.

Biasanya kejadian gempa bumi dapat menimbulkan bahaya ikutan lain yang terkadang lebih banyak membawa korban, dibandingkan dengan dampak akibat gempabumi itu sendiri:

  1. Tsunami.
  2. Bangunan roboh.
  3. Kebakaran.
  4. Tanah longsor.
  5. Runtuhan batuan.
  6. Rekahan tanah.
  7. Kecelakaan industri, seperti di Fukushima, Jepang.
  8. Banjir, akibat runtuhnya bendungan maupun tanggul.penahan lainnya

Ingat tetap tenang, bantuan akan segera datang, lakukan yang bias kita lakukan untuk membantu orang disekitar kita.