September 22, 2019

Program Vokasi Industri Targetkan 845.000 Tenaga Bersertifikasi

IVOOX.id, Jakarta – Pemerintah benar-benar serius mengembangkan pendidikan vokasi di tahun 2019.  Sebanyak 845.000 tenaga kerja bersertifikasi menjadi target pemerintah tahun ini.

Pada Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) 2019, dirumuskan bahwa pemerintah fokus dunia pendidikan saat ini adalah untuk memberikan keterampilan kerja bagi generasi muda, khususnya dalam menyambut bonus demografi dan persaingan yang semakin ketat.

Pendidikan dan pelatihan vokasi akan semakin diperkuat seiring bergesernya strategi pembangunan dari pembangunan infrastruktur fisik, menjadi pembangunan manusia.

Data tahun 2017 menunjukan terdapat 7 juta total penganguran terbuka, dimana 19,7% nya berijasah SMK. Ini menunjukan pemerintah perlu membuat strategi aga pendidikan vokasi mampu meningkatkan kompetensi dan daya saing di dunia kerja.

BACA JUGA: Lulusan Pendidikan Vokasi Primadona Industri

Melibatkan industri menjadi salah satu solusi untuk mengurangi kesenjangan antara kompetensi yang dibangun loeh lebaga pendidikan vokasi dengan kebutuhan kompetensi yang diinginkan oleh industry.

Dari segi kuantitas lembaga dan jumlah lulusan sebenarnya sudah cukup banyak lembaga pendidikan vokasi di Indonesia yang dikelola oleh swasta maupun yang dikelola pemerintah. Saat ini terdapat 13.236 smk negeri dan swasta di Indonesia. Setiap tahunnya SMK menghasilkan 1,2 Juta lulusan yang tersebar di seluruh Indonesia.

Pemerintah telah menetapkan target program vokasi industri di tahun 2019.   Tidak main-main, 845.000 tenaga kerja ditargetkan dapat tersertifikasi. Pemerintah juga akan mengadakan diklat-diklat untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja. Ditargetkan 162.000 peserta diklat mengikuti kegiatan ini.

BACA JUGA: Pendidikan Vokasi Masa Depan Indonesia

Program ini akan melibatkan 1.775 SMK dan 355 perusahaan guna terjadinya sinkronisasi antara kebutuhan industri dan kompetensi yang dihasilkan.

Untuk mendukung program itu pemerintah akan mengelontorkan anggaran 25,9 Triliun Rupiah untuk mengembangakan pendidikan vokasi di Indonesia. Untuk itu setiap daerah diminta untuk merumuskan 3 prioritas bidang industri unggulannya agar dana yang dikucurkan dapat memberikan dampak yang nyata untuk masyarakat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution berharap pemerintah daerah dapat fokus mengembangkan pendidikan vokasi di masing-masing daerah. Jangan sampai penambahan anggaran ini tidak akan menibulkan perubahan apa-apa.

"Kami minta supaya jangan uangnya naik tetapi tidak ada perubahan. Kami minta mereka fokus di bidang apa," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution di kantornya.

0 comments

    Leave a Reply