Profil Mayjen Trenggono dan Agustina Arumsari, Wakil Kepala BGN Baru | IVoox Indonesia

June 7, 2026

Profil Mayjen Trenggono dan Agustina Arumsari, Wakil Kepala BGN Baru

Deputi Kepala BPKP Bidang Investigasi Agustina Arumsari
Inspektur Jenderal Kementerian Kesehatan Murti Utami (tengah) bersama Deputi Kepala BPKP Bidang Investigasi Agustina Arumsari (kanan) dan Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan Lily Kresnowati (kiri) berbicara dalam diskusi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (24/7/2024). ANTARA FOTO/Reno Esnir/app/foc. (ANTARA FOTO/RENO ESNIR/RENO ESNIR)

IVOOX.id – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengumumkan perombakan pimpinan Badan Gizi Nasional dalam konferensi pers di Kantor Presiden RI, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 2 Juni 2026. 

Ia mengumumkan keputusan Presiden Prabowo Subianto untuk mengangkat Nanik S Deyang menggantikan Dadan Hindayana sebagai Kepala BGN. Selain Nanik, turut diumumkan Agustina Arumsari dan Mayor Jenderal TNI Trenggono menggantikan Lodewijk Pusung dan Sony Sonjaya sebagai Wakil Kepala BGN.

Prasetyo Hadi mengatakan pelantikan Nanik S. Deyang sebagai BGN akan diumumkan dalam waktu dekat, sementara pejabat yang baru dapat langsung menjalankan tugas sejak pengumuman pergantian jabatan pada Selasa.

"Tunggu nanti akan kita umumkan (pelantikan). Yang pasti dengan ditetapkan pengangkatan pejabat yang baru sudah dapat menjalankan fungsi dan tanggung jawab sebagaimana mestinya," kata Mensesneg Prasetyo Hadi dalam konferensi pers di Kantor Presiden RI, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (2/6/2026), dikutip dari Antara.

Nanik S. Deyang bukan orang baru di BGN, ia sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN. Sementara dua nama pimpinan baru masuk di jajaran pimpinan BGN yakni Agustina Arumsari dan Mayor Jenderal TNI Trenggono.

Mengutip Antara, Agustina Arumsari sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) mendampingi Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh.

Pada Februari 2025, Presiden Prabowo Subianto melantik Agustina sebagai Wakil Kepala BPKP. Pengangkatan tersebut mencatatkan sejarah karena untuk pertama kalinya sejak BPKP berdiri pada 1983 lembaga itu memiliki posisi wakil kepala.

Agustina menempuh pendidikan Diploma III dan Diploma IV di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), masing-masing diselesaikan pada 1992 dan 1998. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan Magister Hukum di Universitas Indonesia dan lulus pada 2014.

Selain pendidikan formal, ia memiliki sejumlah sertifikasi profesional yang memperkuat kompetensinya di bidang audit, investigasi, dan manajemen risiko. Beberapa di antaranya adalah Certified Fraud Examiner (CFE), Certified Forensic Auditor (CFrA), Chartered Accountant (CA), Qualified Internal Auditor (QIA), Certified Government Chief Audit Executive (CGCAE), serta Certified Internal Audit Executive (CIAE). Ia juga mengantongi sertifikasi manajemen risiko seperti CRP, CREL, CGRE, dan FRMP.

Agustina dikenal sebagai birokrat karier yang tumbuh dari internal BPKP. Ia mengawali perjalanan profesional sebagai Asisten Pengawas Keuangan dan Pembangunan Madya di Perwakilan BPKP Sumatera Barat. Seiring waktu, ia dipercaya menduduki sejumlah posisi strategis yang berkaitan dengan investigasi dan pengawasan keuangan negara.

Sebelum menjabat sebagai Wakil Kepala BPKP, Agustina pernah menjadi Direktur Investigasi BUMN dan BUMD (2017); Direktur Investigasi III (2019); serta Deputi Kepala BPKP Bidang Investigasi (2020–2025).

Pengalamannya di bidang investigasi membuat Agustina kerap terlibat dalam penghitungan kerugian negara pada sejumlah perkara korupsi besar. Salah satu yang mendapat perhatian publik adalah keterlibatannya dalam penyampaian hasil penghitungan kerugian negara pada kasus korupsi tata niaga timah kepada Kejaksaan Agung pada 2024.

Dengan jabatan tersebut, Agustina menjadi salah satu figur sentral dalam penguatan sistem pengawasan internal pemerintah dan pengawalan program-program prioritas nasional.

Sepanjang 2025, ia beberapa kali memimpin pelantikan pejabat di lingkungan BPKP sebagai bagian dari upaya penguatan organisasi. Pada September 2025, ia melantik 97 pejabat dari berbagai jenjang jabatan dan menekankan pentingnya integritas serta profesionalisme dalam menjalankan tugas pengawasan.

Selanjutnya, Mayor Jenderal TNI Trenggono  merupakan seorang perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang menjabat sebagai Wakil Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara. Dia aktif mengawal sejumlah program nasional, termasuk Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih.

Mengutip Antara, Trenggono lahir pada 21 November 1969 dan menempuh pendidikan di Akademi Militer dengan cabang Infanteri atau Kopassus, dan lulus pada 1993.

Dia sempat menjabat sebagai Direktur Umum Akademi Militer pada 2023-2024 sebelum berpindah tugas ke Lembaga Pengembangan dan Penelitian Angkatan Darat (Seskoad) di Jakarta. Di Jakarta, dia menjabat sebagai Direktur Pengkajian dan Pengembangan Seskoad pada 2024-2025.

Selain itu, dia pernah menjadi Staf Khusus Panglima TNI pada 2025.

0 comments

    Leave a Reply