Kepala BGN Dadan Hindrayana Dicopot, Penggantinya Nanik S. Deyang | IVoox Indonesia

June 7, 2026

Kepala BGN Dadan Hindrayana Dicopot, Penggantinya Nanik S. Deyang

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam konferensi pers di Istana Negara, Jakarta, Selasa (2/6/2026). IVOOX.ID/doc BGN

IVOOX.id – Presiden Prabowo Subianto mencopot Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana. Posisinya digantikan oleh Nanik S. Deyang yang akan memimpin lembaga tersebut ke depan.

Pengumuman pergantian pimpinan BGN disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam konferensi pers di Istana Negara, Jakarta, Selasa, 2 Juni 2026, malam. Dalam kesempatan itu, Prasetyo didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari.

Menurut Prasetyo, keputusan tersebut diambil setelah Presiden melakukan evaluasi terhadap kinerja BGN selama sekitar satu setengah tahun sejak program MBG mulai dijalankan pada awal 2025. Evaluasi dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai masukan dari kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah, masyarakat, hingga para penerima manfaat program.

“Badan Gizi Nasional memiliki peran yang sangat strategis dalam mendukung agenda pemerintah di bidang peningkatan kualitas gizi masyarakat. Tugas ini menuntut tata kelola yang kuat, koordinasi lintas sektor yang efektif, serta kepemimpinan yang mampu memastikan seluruh program berjalan tepat sasaran, tepat waktu, dan sesuai prinsip akuntabilitas,” ujar Prasetyo dalam konferensi pers Selasa (2/6/2026).

Selain mengganti posisi kepala badan, Prabowo merombak jajaran wakil kepala BGN. Dua wakil kepala sebelumnya, yakni Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya, turut dicopot dari jabatannya. Presiden menunjuk Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN yang baru untuk mendampingi Nanik S. Deyang.

Prasetyo menjelaskan bahwa langkah restrukturisasi ini merupakan bagian dari upaya memperkuat efektivitas pelaksanaan program gizi nasional yang menjadi salah satu fokus utama pemerintahan Prabowo. Pemerintah berharap kepemimpinan baru dapat segera melakukan konsolidasi internal dan meningkatkan koordinasi dengan berbagai pihak terkait.

“Dengan kepemimpinan yang baru, kita berharap pelaksanaan program-program prioritas dapat semakin dipercepat, kinerja organisasi semakin baik, tata kelola semakin kuat. Serta manfaat yang dirasakan masyarakat semakin nyata, terutama dalam upaya meningkatkan kualitas gizi, kesehatan, dan sumber daya manusia Indonesia,” kata Prasetyo.

Pemerintah juga menegaskan bahwa pergantian pimpinan di tubuh BGN tidak akan mengganggu pelaksanaan program yang sedang berjalan. Program Makan Bergizi Gratis yang telah menjadi salah satu program unggulan pemerintah dipastikan tetap berlangsung sesuai target dan rencana yang telah ditetapkan.

Mengutip Antara, Dadan Hindayana, pada Selasa pagi tersebut masih mendampingi Presiden Prabowo mengecek operasional dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Palmerah, Jakarta Barat. Selepas itu, Prabowo juga mengecek pelaksanaan MBG di SMPN 111 Jakarta.

Dadan merupakan ahli bidang serangga dari Institut Pertanian Bogor. Ia resmi menjabat sebagai Kepala BGN oleh Presiden Ke-7 Joko Widodo (Jokowi) sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan Presiden RI Nomor: 94B Tahun 2024 tentang Pengangkatan Kepala Badan Gizi Nasional. Dadan dilantik pada 19 Agustus 2024 bersama dengan para pejabat negara lainnya pada masa pemerintahan Presiden Jokowi.

Kemudian, Dadan melanjutkan jabatannya sebagai Kepala BGN pada masa pemerintahan Presiden Prabowo hingga 2 Juni 2026.

zBGN dibentuk untuk melaksanakan salah satu program prioritas pemerintah, yakni MBG, yang menjadi salah satu janji kampanye Presiden Prabowo Subianto dalam Pemilihan Umum Presiden Indonesia 2024.

Profil Nanik S. Deyang

Mengutip Antara, Nanik Sudaryati Deyang merupakan sosok yang dikenal luas sebagai jurnalis senior sebelum berkiprah di dunia politik dan pemerintahan. Memiliki nama populer Nanik S. Deyang, ia lahir di Madiun, Jawa Timur, pada 3 Januari 1968.

Perempuan yang kini menjabat sebagai Kepala BGN itu mengawali karier sebagai wartawati di Tabloid Bangkit yang berada di bawah kelompok media Kompas Gramedia.

Ia kemudian menjadi pemimpin media di Kelompok Media Peluang (KMP). Pengalaman panjang di dunia jurnalistik membuatnya dikenal memiliki kemampuan komunikasi publik yang kuat.

Nama Nanik mulai banyak dikenal publik secara nasional ketika aktif dalam lingkaran pendukung Prabowo. Pada Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2019, ia menjadi Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Setelah pemerintahan Prabowo terbentuk, kariernya berlanjut di pemerintahan sebagai Wakil I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) periode 2024–2029. Ia dilantik berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 145/P Tahun 2024 dan bekerja bersama Budiman Sudjatmiko.

Pada reshuffle Kabinet Merah Putih September 2025, Presiden Prabowo melantiknya sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi.

Dalam struktur BGN, ia bertanggung jawab pada komunikasi publik sekaligus pengawasan dan investigasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Selain itu, Nanik juga menjabat sebagai Ketua Pelaksana Harian Tim Koordinasi Program MBG.

Selama menjabat Wakil Kepala BGN, ia dikenal sering melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memastikan standar operasional prosedur (SOP) Program MBG dijalankan sesuai ketentuan yang berlaku untuk memastikan kualitas gizi anak-anak Indonesia serta kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B) terpenuhi dengan baik.

Berdasarkan unggahan di Instagram resmi terbaru @sidakbgn, Nanik terpantau mengunjungi sejumlah SPPG di wilayah Sukabumi, Jawa Barat.

Dalam berbagai sidak sebelumnya, Nanik juga menemukan sejumlah pelanggaran seperti dapur SPPG yang tidak memenuhi standar higienitas, tata letak dapur yang tidak sesuai pedoman teknis, atau fasilitas sanitasi yang berpotensi mengganggu keamanan pangan.

Nanik juga secara tegas menangguhkan sementara atau suspend SPPG yang tidak memenuhi SOP Program MBG.

Berbagai sidak yang dilakukan Nanik juga menunjukkan ketegasannya pada mitra SPPG untuk memberikan tempat penginapan atau mess yang layak di dapur MBG kepada kepala SPPG, pengawas keuangan, hingga pengawas gizi.

Hal tersebut dilakukan Nanik agar kualitas program peningkatan gizi nasional itu terjaga dengan sumber daya manusia di dalamnya yang juga mampu bekerja dengan fasilitas memadai.

Terbaru, pada Minggu, 31 Mei 2026, Nanik menyampaikan sebanyak 2.213 SPPG masih ditangguhkan untuk memperbaiki kualitas Program MBG.

0 comments

    Leave a Reply