Prabowo Resmikan Lima Bendungan, Nilainya Capai Rp9,79 Triliun | IVoox Indonesia

July 11, 2026

Prabowo Resmikan Lima Bendungan, Nilainya Capai Rp9,79 Triliun

Presiden Prabowo Subianto
Tangkapan layar - Presiden Prabowo Subianto (dua kiri) dalam peresmian secara serentak lima bendungan di lima daerah Indonesia dalam acara yang dipusatkan di Bendungan Meninting, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Jumat (10/7/2026). ANTARA/YouTube Sekretariat Presiden/Fathur Rochman

IVOOX.id – Presiden Prabowo Subianto meresmikan secara serentak lima bendungan di lima daerah Indonesia dalam acara yang dipusatkan di Bendungan Meninting, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat, 10 Juli 2026, siang.

"Bismillahirrahmanirrahim. Pada siang hari ini, Jumat 10 Juli 2026, dengan rahmat Tuhan yang Maha Besar, Saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini saya resmikan Bendungan Meninting Provinsi Nusa Tenggara Barat, Bendungan Rukoh dan Keureuto Provinsi Aceh, Bendungan Jlantah Provinsi Jawa Tengah, dan Bendungan Sidan Provinsi Bali," kata Prabowo dalam acara tersebut, dikutip dari Antara.

Dalam sambutannya, Presiden mengapresiasi kepada Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono serta jajaran Kementerian Pekerjaan Umum atas pekerjaan pembangunan bendungan yang telah dilaksanakan selama bertahun-tahun.

Prabowo mengatakan pembangunan suatu bangsa merupakan pekerjaan besar dan perjuangan jangka panjang yang tidak dapat diselesaikan hanya dalam waktu satu atau dua tahun.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur seperti bendungan memerlukan waktu, biaya, dan sumber daya yang besar. Dia mencontohkan Bendungan Meninting yang pembangunannya dimulai sejak 2019.

Presiden juga menyampaikan rasa syukurnya dapat meresmikan bendungan-bendungan tersebut, seraya menekankan bahwa para pemimpin sebelumnya turut berjasa dalam pembangunan infrastruktur tersebut.

"Saya bersyukur ini simbol kerja keras, Ini simbol persatuan. Pemerintah yang investasi pertama, pemerintah yang groundbreaking, pemerintah yang mulai bangun, mungkin bukan pemerintah yang meresmikan. Inilah namanya pembangunan bangsa, Inilah namanya kebangkitan bangsa. Pembangunan bangsa, kebangkitan bangsa bukan jatuh dari langit," ucapnya.

Prabowo mengatakan, nilai investasi pembangunan lima bendungan yang diresmikan serentak tersebut mencapai Rp9,79 triliun. "Lima bendungan yang kita resmikan hari ini adalah investasi negara sekitar Rp9,79 triliun," katanya.

Presiden pun menyampaikan rasa syukur atas pembangunan infrastruktur yang membutuhkan waktu, biaya, dan sumber daya yang tidak sedikit tersebut.

“Saya bersyukur bendungan ini bisa saya yang resmikan. Tetapi pendahulu-pendahulu saya semua berjasa. Saya selalu ingatkan seluruh bangsa, berpikirlah untuk bangsa, berpikirlah untuk rakyat, berpikirlah untuk kebaikan semua. Berpikirlah untuk seluruh keluarga besar, seluruh rakyat Indonesia,” ucap Presiden Prabowo.

Prabowo mengatakan bahwa pembangunan lima bendungan dan keberhasilan Indonesia mengimplementasikan B50 merupakan bukti nyata kerja keras pemerintah dalam mengelola kekayaan bangsa demi mewujudkan Indonesia yang makmur.

Sehari sebelumnya, Presiden meresmikan implementasi B50 yang menjadikan Indonesia sebagai negara pertama di dunia yang mampu memproduksi bahan bakar diesel berbasis minyak sawit dengan campuran 50 persen.

Menurut Presiden Prabowo, implementasi B50 menandai dimulainya penghentian impor solar dari luar negeri. Kebijakan tersebut diperkirakan mampu menghemat anggaran negara hingga Rp170 triliun setiap tahun.

Presiden menilai keberhasilan pembangunan infrastruktur dan penguatan kemandirian energi merupakan hasil dari kebijakan yang berorientasi pada kepentingan rakyat.

Oleh karena itu, pemerintah akan terus mengedepankan efisiensi pengelolaan anggaran dan memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih agar semakin banyak sumber daya negara yang dapat dimanfaatkan untuk pembangunan.

"Yang kita perjuangkan adalah meraih kemakmuran untuk rakyat Indonesia dengan mengurangi, kalau bisa menghabisi korupsi, melakukan penghematan, melakukan efisiensi. Ini perjuangan kita untuk Indonesia makmur," tegas Presiden Prabowo.

Dalam laporannya, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan kelima bendungan dibangun dalam rentang waktu antara tahun 2015 sampai 2025.

Pembangunan bendungan ini, menurut Menteri PU, bukan hanya menghadirkan infrastruktur, tetapi membangun fondasi kedaulatan bangsa dan negara.

Secara umum, kelima bendungan ini memiliki empat fungsi utama yaitu untuk mendukung layanan irigasi dengan luas 39.540 hektare dan penyediaan air baku 3,6 meter kubik per detik.

Selain itu, bendungan ini juga berfungsi untuk pengendalian banjir terutama di daerah hilir dari bendungan dan juga untuk penyediaan energi.

Sementara, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan lima bendungan yang baru saja diresmikan Presiden Prabowo menjadi bagian penting dari strategi pemerintah dalam memperkuat ketahanan nasional melalui swasembada pangan, air, dan energi.

"Hari ini kita berbahagia karena yang diresmikan bukan hanya Bendungan Meninting, tapi sekaligus lima bendungan di berbagai wilayah Indonesia. Ini jadi penguat strategi dan kebijakan menuju swasembada pangan, swasembada energi, dan swasembada air," ujar AHY seusai mendampingi Presiden Prabowo Subianto meresmikan lima bendungan secara serentak yang dipusatkan di Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (10/7/2026), dikutip dari Antara.

Tidak hanya itu, menurut AHY, kawasan bendungan juga berpotensi dikembangkan sebagai destinasi wisata dan olahraga air, karena memiliki panorama alam yang indah serta lingkungan yang asri.

Untuk itu, ia berharap keberadaan lima bendungan tersebut mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, mulai dari pemenuhan kebutuhan air bersih, peningkatan produksi pertanian, hingga mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah.

"Jadi, kita berharap investasi yang cukup besar dari lima bendungan ini sebesar Rp9,7 triliun dengan proses pembangunan yang memakan waktu bertahun-tahun, menjadi bukti pentingnya kesinambungan pembangunan nasional. Setiap rupiah yang digunakan untuk membangun bendungan ini adalah uang rakyat. Karena itu manfaatnya harus kembali kepada rakyat," katanya.

Adapun kelima bendungan yang diresmikan, yaitu:

1. Bendungan Meninting memiliki kapasitas tampungan 9,91 juta meter kubik dengan luas genangan 46,16 hektare;

2. Bendungan Keureuto di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, memiliki kapasitas tampungan 215,94 juta meter kubik dengan luas genangan 896,39 hektare;

3. Bendungan Rukoh di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, memiliki kapasitas tampungan 128,65 juta meter kubik dengan luas genangan 700 hektare;

4. Bendungan Jlantah di Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah, memiliki kapasitas tampungan 10,97 juta meter kubik dengan luas genangan 50 hektare; dan

5. Bendungan Sidan di Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, memiliki kapasitas tampungan 5,76 juta meter kubik dengan luas genangan 37,15 hektare.

0 comments

    Leave a Reply