Prabowo Lantik Guru Besar ITB Irwan Meilano Jadi Wamen Kelautan dan Perikanan | IVoox Indonesia

Prabowo Lantik Guru Besar ITB Irwan Meilano Jadi Wamen Kelautan dan Perikanan

Guru Besar Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB)  Irwan Meilano
Guru Besar Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) ITB, sekaligus ahli gempa dan kadaster, Prof. Dr. Irwan Meilano, S.T., M.Sc. (ANTARA/HO ITB)

IVOOX.id – Presiden Prabowo Subianto melantik Irwan Meilano sebagai Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan (Wamen KP) di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2026.

Berdasarkan tayangan langsung YouTube Sekretariat Presiden, prosesi pelantikan dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan pembacaan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 104 P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih Periode Tahun 2024-2029.

Setelah pembacaan Keppres, Irwan mengucapkan sumpah jabatan yang dipandu oleh Presiden Prabowo.

"Bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara," demikian petikan sumpah jabatan yang diikuti Irwan, dikutip dari Antara.

Prosesi kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara pelantikan oleh sejumlah pejabat yang dilantik, dilanjutkan oleh Presiden Prabowo.

Mengutip Antara, Irwan merupakan Guru Besar Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) Institut Teknologi Bandung (ITB). Sebelum ditunjuk sebagai Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, ia menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB periode 2025-2030. Sebelumnya, Irwan merupakan Dekan FITB ITB.

Ia tergabung dalam Kelompok Keahlian Sistem Spasial dan Kadaster ITB dengan kepakaran yang berkaitan dengan sistem geospasial, pemetaan, penginderaan jauh, kebencanaan, dan perubahan lingkungan.

Irwan menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik di ITB pada 1997. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di Nagoya University, Jepang, dan meraih gelar master pada 2003 serta doktor pada 2006.

Selain penelitian di bidang kebumian dan geospasial, Irwan juga memiliki sejumlah publikasi yang berkaitan langsung dengan kelautan dan perikanan.

Pada 2026, ia tercatat dalam publikasi Extended empirical orthogonal function analysis of spatiotemporal chlorophyll-a variability in Indonesian waters using remote sensing data yang mengkaji variabilitas spasial dan temporal klorofil-a di perairan Indonesia menggunakan data penginderaan jauh.

Ia juga terlibat dalam publikasi Balancing ecological stability and economic growth under oceanographic variability and coastal interventions in fisheries systems yang membahas keseimbangan stabilitas ekologi dan pertumbuhan ekonomi dalam sistem perikanan.

Pada 2025, Irwan turut menjadi bagian dari publikasi Economic prosperity and ecological sustainability strategy for fishing violations hotspots mengenai strategi kesejahteraan ekonomi dan keberlanjutan ekologi di wilayah yang menjadi titik rawan pelanggaran perikanan.

Pada tahun yang sama, ia juga terlibat dalam penelitian Developing a marine and fisheries blue economy index for Indonesia: A comprehensive assessment framework yang mengembangkan kerangka penilaian ekonomi biru sektor kelautan dan perikanan Indonesia.

Di bidang lainnya, Irwan terlibat dalam berbagai riset mengenai pemodelan spasial, risiko gempa, deformasi kerak bumi, pemetaan bencana, kadaster tiga dimensi, serta pemanfaatan teknologi penginderaan jauh.

Atas kiprahnya di bidang akademik, Irwan menerima penghargaan Young Inspirational Geospatial dalam HxGN LIVE Indonesia pada 2023.

Pada tahun yang sama, ia menerima penghargaan Pengabdian 25 Tahun dari ITB.

Sebelumnya, pada 2020, Irwan menerima Satyalancana Karya Satya 20 Tahun dari Presiden Republik Indonesia. Pada 2019, ia meraih Indroyono Susilo Award dalam The Fifth International Conference of Indonesia Society for Remote Sensing (ICOIRS).

0 comments

    Leave a Reply