Ekonom Dradjad Hari Wibowo Dilantik Jadi Wamenko Bidang Perekonomian, Luky Afirman Sebagai Wamenkeu | IVoox Indonesia

Ekonom Dradjad Hari Wibowo Dilantik Jadi Wamenko Bidang Perekonomian, Luky Afirman Sebagai Wamenkeu

Presiden Prabowo Subianto
Presiden Prabowo Subianto memimpin pelantikan menteri, wakil menteri, dan kepala badan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026). ANTARA/Genta Tenri Mawangi

IVOOX.id – Presiden Prabowo Subianto melantik ekonom Dradjad Hari Wibowo sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2026, mendampingi Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

Dradjad dilantik sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan Presiden Nomor 104P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih Periode Tahun 2024-2029.

"Bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara," demikian sumpah jabatan yang diucapkan Dradjad bersama pejabat lainnya dituntun oleh Presiden Prabowo, dikutip dari Antara.

Dradjad menempuh pendidikan sarjana di Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) dan lulus pada 1987 sebagai lulusan terbaik fakultas. Gelar magister dan doktor ekonomi ia raih dari University of Queensland, Australia.

Dikenal sebagai ekonom senior, Dradjad lama berkiprah di Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) dan pernah menjabat direktur lembaga itu. Ia juga mengajar di Perbanas Institute, Jakarta.

Pada 2000-2004, Dradjad memimpin Lembaga Ekolabel Indonesia sebagai Direktur Eksekutif, dan ia aktif di sejumlah organisasi internasional di bidang kehutanan dan pembangunan berkelanjutan, termasuk Programme for the Endorsement of Forest Certification (PEFC).

Di bidang politik, Dradjad merupakan tokoh senior Partai Amanat Nasional (PAN). Ia menjadi anggota DPR RI periode 2004-2009 dari daerah pemilihan DKI Jakarta I, duduk di Komisi XI, dan menjabat wakil ketua Fraksi PAN. Ia kemudian menjabat Ketua Dewan Pakar DPP PAN periode 2020-2025.

Pengalamannya di pemerintahan dan dunia usaha antara lain sebagai Komisaris PT Bank Negara Indonesia (BNI) pada 2004 dan Ketua Dewan Informasi Strategis dan Kebijakan Badan Intelijen Negara.

Dradjad Hari Wibowo lahir di Surabaya pada 20 Mei 1964. Ia menempuh pendidikan sarjana di Institut Pertanian Bogor (IPB) dan lulus sebagai lulusan terbaik Fakultas Pertanian IPB pada 1987.

Kemudian, pendidikan ekonominya berlanjut di University of Queensland, Australia. Di universitas tersebut, Dradjad meraih gelar Master of Economics dan doktor di bidang ekonomi.

Di bidang akademik dan kajian ekonomi, Dradjad dikenal sebagai ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF). Ia juga pernah menjabat sebagai Direktur INDEF. Di samping itu, pengalaman Dradjad di pemerintahan dan politik juga cukup panjang.

Ia pernah menjadi anggota DPR RI dari fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) untuk periode 2004-2009 dan menduduki kursi anggota Komisi XI DPR RI yang membidangi keuangan, perencanaan pembangunan nasional, dan perbankan. Pada periode yang sama, Dradjad juga pernah dipercaya sebagai Wakil Ketua Fraksi PAN di DPR RI.

Selain pengalaman di legislatif dan lembaga kajian ekonomi, Dradjad pernah mengemban tugas sebagai Ketua Dewan Informasi Strategis dan Kebijakan Badan Intelijen Negara (BIN).

Dradjad pernah menjadi bagian dari tim ekonomi Prabowo saat Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, ketika Prabowo berpasangan dengan Sandiaga Uno.

Lima tahun kemudian, Dradjad kembali terlibat dalam tim pemenangan Prabowo. Pada Pilpres 2024, ia dipercaya sebagai anggota Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran.

Nurkolish Ibnu Aman dan Luky Afirman Dilantik Sebagai Wamenkeu

Nurkolish Ibnu Aman dan Luky Afirman telah resmi diangkat menjadi Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) setelah pelantikan oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta pada Kamis, 1 Oktober 2026.

Pelantikan kedua Wamenkeu itu dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 104P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih Periode Tahun 2024-2029.

"Bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara," ujar Nurkolish Ibnu Aman dan Luky Afirman mengikuti sumpah jabatan yang diucapkan Presiden Prabowo Subianto, dikutip dari Antara.

Wamenkeu Nurkolish dan Luky bersama dengan Juda Agung akan membantu Menteri Keuangan Suahasil Nazara yang baru saja dilantik pada 14 September lalu.

Luky sebelumnya pernah menjabat sebagai Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan dan Nurkholish merupakan ekonom dengan pengalaman panjang di Bank Indonesia. Luky merupakan birokrat senior yang telah meniti karier di Kementerian Keuangan selama lebih dari tiga dekade.

Pria kelahiran Bandung pada 27 Maret 1970 ini menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik Industri di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1994. Ia kemudian melanjutkan pendidikan dan memperoleh gelar Master of Arts in Economics pada 2000 dan Doctor of Philosophy (PhD) in Economics pada 2004 di University of Colorado Boulder, Amerika Serikat.

Karier Luky di Kementerian Keuangan dimulai pada 1 Maret 1995. Ia sempat bertugas di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dengan berbagai posisi jabatan sebelum kemudian menempati sejumlah posisi di bidang kebijakan fiskal.

Pada 2011, Luky berpindah ke Badan Kebijakan Fiskal (BKF) sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Kebijakan APBN, lalu beralih jabatan menjadi Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro.

Pada 2015, Luky dipercaya menjadi Kepala Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan di Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan, atau juga disebut sebagai Chief of Staff untuk Menteri Keuangan.

Luky selanjutnya menempati sejumlah jabatan eselon I. Ia pernah menjabat Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko pada November 2017. Dalam perjalanan jabatannya ini, Luky juga mendapat mandat menjadi anggota ex-officio Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Dia kemudian dilantik menjadi Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan pada November 2022.

Pada Mei 2025, dia ditugaskan jabatan baru sebagai Direktur Jenderal Anggaran, sebelum diberhentikan oleh eks Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada April 2026. Per 1 Oktober 2026, dia mendapatkan mandat sebagai Wakil Menteri Keuangan untuk membantu Menteri Keuangan Suahasil Nazara di Kabinet Merah Putih.

Posisi itu ia jalankan bersama Juda Agung, yang telah menjadi Wamenkeu sejak Februari 2026, serta Nurkholisoh Ibnu Aman yang juga baru ditunjuk oleh Presiden Prabowo pada pelantikan yang sama.

0 comments

    Leave a Reply