Polri Ungkap Fakta Penculikan dan Pembunuhan Kepala Cabang Bank di Jakarta | IVoox Indonesia

August 30, 2025

Polri Ungkap Fakta Penculikan dan Pembunuhan Kepala Cabang Bank di Jakarta

Jenazah seorang Kepala Kantor Cabang Pembantu (KCP) sebuah bank di Jakarta berinisial MIP
Jenazah seorang Kepala Kantor Cabang Pembantu (KCP) sebuah bank di Jakarta berinisial MIP tiba di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (21/8/2025). ANTARA/Siti Nurhaliza.

IVOOX.id – Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati mengungkap fakta baru terkait penyebab kematian Kepala Cabang (Kacab) sebuah bank di Jakarta yang jasadnya ditemukan di wilayah Bekasi.

Kepala RS Polri Brigjen Polisi Prima Heru Yulih mengatakan hasil pemeriksaan tim forensik menemukan adanya dugaan korban meninggal akibat kekurangan oksigen.

"Betul, Kacab bank di Jakarta meninggal akibat kekurangan oksigen," kata Prima saat konferensi pers di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (22/8/2025), dikutip dari Antara.

Dia menjelaskan berdasarkan hasil pemeriksaan atau autopsi jenazah, ditemukan adanya tekanan pada tulang leher dan dada jenazah pria berinisial MIP (37 tahun) tersebut.

"Kemungkinan ada tekanan pada tulang leher dan dada yang menyebabkan dia kesulitan bernapas," ujar Prima.

Namun, terkait penyebab pasti kematian, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan tim forensik.

"Kami masih mendalami temuan ini. Semua data medis dan forensik akan kami serahkan kepada penyidik untuk kepentingan proses penyelidikan lebih lanjut," ucap Prima.

Lebih lanjut, hasil pemeriksaan juga menunjukkan adanya sejumlah luka akibat kekerasan benda tumpul pada jenazah tersebut, baik di bagian luar maupun di dalam tubuh.

"Ditemukan tanda kekerasan pada bagian luar dan dalam tubuh korban. Lukanya ada di bagian dada dan leher akibat benda tumpul," kata Prima.

Dia menjelaskan berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap jenazah pria berinisial MIP itu, luka akibat benda tumpul tersebut menjadi salah satu penyebab kematiannya.

"Betul (akibat benda tumpul). Namun perkiraan waktu meninggal belum bisa ditentukan," ujar Prima.

Dia juga belum bisa memastikan jumlah pembunuh yang terlibat dalam kematian jenazah pria asal Bogor tersebut.

"Secara forensik, belum bisa ditentukan (indikasi pembunuh), hanya ditemukan akibat benda tumpul saja, tidak bisa dipastikan juga apakah benda tumpul ini berasal dari satu orang atau berapa," ucap Prima.

Hingga berita ini diturunkan, belum dapat dipastikan jumlah pembunuh yang terlibat dalam kematian jenazah pria asal Bogor itu.

RS Polri Kramat Jati menerima jenazah korban dari pihak kepolisian pada Kamis, 21 Agustus 2025, sekitar pukul 12.48 WIB, dan autopsi dilakukan mulai pukul 14.30 WIB.

Pemeriksaan jenazah selesai dilakukan oleh tim forensik RS Polri Kramat Jati pukul 19.00 WIB, kemudian jasad korban diserahkan ke keluarganya pada Kamis pukul 19.41 WIB.

MIP, seorang Kepala Kantor Cabang Pembantu (KCP) sebuah bank di Jakarta diduga menjadi korban penculikan dan pembunuhan di salah satu pusat perbelanjaan di Ciracas, Jakarta Timur.

Jenazah ditemukan di Kampung Karangsambung, RT 8/RW 4, Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, sekitar pukul 05.30 WIB.

Seorang warga di area persawahan mengaku pertama kali menemukan jenazah tersebut dalam kondisi tangan dan kaki terikat, sedangkan mata terlilit lakban.

Jenazah langsung dilarikan ke RS Polri Kramat Jati untuk proses autopsi sebagai rangkaian dari penyelidikan.

Terpisah, Kepolisian Resor Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, menyerahkan seorang terduga pelaku penculikan kepala cabang bank di Jakarta kepada Kepolisian Daerah Metro Jaya, setelah ditangkap aparat kepolisian di Labuan Bajo.

"Pelaku berinisial EW alias Eras (28), warga Kabupaten Manggarai Timur, NTT, kami amankan di Labuan Bajo," kata Kepala Satuan Reskrim Polres Manggarai Barat Ajun Komisaris Polisi Lufthi Darmawan Aditya di Labuan Bajo, Jumat (22/8/2025), dikutip dari Antara.

Ia menambahkan pelaku ditangkap Tim Resmob Komodo Satuan Reskrim Polres Manggarai Barat bersama Unit Pamwaster Satuan Pam Obvit Polres Manggarai Barat di Bandara Komodo, Labuan Bajo, Kamis, 21 Agustus 2025.

"Saat diamankan kemarin, terduga pelaku ini tidak melakukan perlawanan," ujarnya.

Lufthi juga menjelaskan pelaku sehari-hari bekerja sebagai penagih utang atau debt collector di Jakarta.

Polres Manggarai Barat mendapatkan informasi dari Polda Metro Jaya bahwa pelaku berinisial EW diduga melarikan diri ke kampung halamannya di Manggarai Timur.

"Kami menerima informasi mengenai ciri-ciri pelaku penculikan kepala bank BUMN itu dan kami pun menindaklanjuti hasil koordinasi tersebut. Kami langsung mengerahkan personel untuk menghadang pergerakan pelaku," jelasnya.

Terduga pelaku EW setelah ditangkap langsung dibawa ke Mapolres Manggarai Barat. Selanjutnya, pelaku diterbangkan ke Jakarta untuk diserahkan ke Direktorat Reskrimum Polda Metro Jaya.

Sementara itu, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya telah menangkap empat pria terduga penculik korban berinisial MIP itu.

"Inisial AT, RS, RAH ditangkap di Jalan Johar Baru III No. 42, Jakarta Pusat, sementara inisial RW ditangkap saat tiba di bandara NTT untuk melarikan diri," terang Kasubdit Reserse Mobile Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Resa Fiardi Marasabessy dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (21/8/2025), dikutip dari Antara.

Namun, Resa belum bisa membeberkan terkait kronologis penangkapan dan motif para pelaku, ia hanya menyebutkan keempat orang tersebut merupakan pelaku penculikan terhadap korban berinisial MIP.

"Sementara masih dilakukan pendalaman dan masih dilakukan pengejaran terkait keterlibatan tersangka lain," ucapnya.

0 comments

    Leave a Reply