Polri Kerahkan Tim K9 untuk Percepat Pencarian Korban Longsor di Bandung Barat | IVoox Indonesia

February 8, 2026

Polri Kerahkan Tim K9 untuk Percepat Pencarian Korban Longsor di Bandung Barat

Tim SAR gabungan dan TNI-Polri mengevakuasi korban bencana tanah longsor Cisarua Bandung Barat
Tim SAR gabungan dan TNI-Polri mengevakuasi korban bencana tanah longsor yang ditemukan di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Sabtu (24/1/2026). ANTARA FOTO/Abdan Syakura/nz/aa.

IVOOX.id – Kepolisian Republik Indonesia mengerahkan anjing pelacak K9 guna membantu operasi pencarian korban bencana tanah longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Tim K9 tersebut berasal dari Detasemen Satwa Unit SAR Direktorat Polisi Satwa Korps Sabhara Baharkam Polri dan berada di bawah koordinasi Polda Jawa Barat.

“Pengerahan K9 dilakukan untuk mengoptimalkan pencarian korban di lokasi dengan tingkat kesulitan tinggi. Ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam mendukung misi kemanusiaan,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Komisaris Besar Polisi Hendra Rochmawan, dalam siaran pers, Senin (26/1/2026).

Dalam pelaksanaan tugasnya, kata Hendra, tim Den K9 SAR Ditpolsatwa Korsabhara Baharkam Polri menurunkan 20 personel yang dipimpin oleh IPTU Erasmus sebagai ketua tim. Operasi tersebut didukung enam ekor anjing pelacak K9, yakni Walet, Ari, Rubin, Dasa, Gyra, dan Sita, yang dilatih khusus untuk mendeteksi korban meninggal dunia.

Menurut Hendra, selain personel dan K9, mereka juga membawa sejumlah sarana pendukung berupa satu unit truk boks serta empat kendaraan khusus Navara K9 untuk menunjang mobilitas selama operasi pencarian. Dia berharap dengan diterjunkannya K9 para korban yang masih hilang segera ditemukan dengan cepat.

“Seluruh unsur dikerahkan secara maksimal agar proses evakuasi korban dapat berjalan efektif dan terukur,” kata Hendra.

Berdasarkan laporan Posko Utama dan Pos DVI hingga Minggu, 25 Januari 2026 pukul 16.35 WIB, dari 105 laporan orang hilang, tim SAR gabungan telah berhasil mengevakuasi 25 kantong jenazah. Jumlah tersebut termasuk penemuan tiga jenazah utuh dari hasil pencarian terbaru. Dari keseluruhan jenazah yang ditemukan, 11 orang telah teridentifikasi, sementara sisanya masih dalam proses identifikasi oleh Tim DVI Polri.

"Polri akan terus bersinergi dengan TNI, Basarnas, BNPB, BPBD, pemerintah daerah, serta unsur relawan hingga seluruh korban ditemukan dan dievakuasi," kata Hendra.

Sementara itu per Minggu, (25/1/2026) , Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat longsor di Bandung Barat mencapai 17 orang. Kemudian dari jumlah tersebut, 11 jenazah telah teridentifikasi, sedangkan enam lainnya masih menunggu proses identifikasi lebih lanjut.

"Keberhasilan identifikasi sangat bergantung pada kondisi jenazah serta ketersediaan data pendukung," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.

0 comments

    Leave a Reply