Piala Dunia 2026: Swiss Lolos Babak 16 Besar, Kalahkan Aljazair 2-0 | IVoox Indonesia

July 4, 2026

Piala Dunia 2026: Swiss Lolos Babak 16 Besar, Kalahkan Aljazair 2-0

Pesepakbola Swiss Nico Elvedi
Pesepakbola Swiss Nico Elvedi (depan) berebut bola dengan pesepakbola Aljazair pada pertandingan babak 32 besar Piala Dunia FIFA 2026 di BC Place Vancouver di Vancouver, Kanada, Kamis (2/7/2026). Swiss menang 2-0 atas Aljazir dan melaju ke babak 16 besar. ANTARA FOTO/Xinhua/Meng Yongmin/YU

IVOOX.id – Swiss melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menyingkirkan Aljazair dengan skor 2-0 pada laga babak 32 besar di BC Place, Vancouver, Jumat, 3 Juli 2026, WIB.

Mengutip Antara, Breel Embolo membuka keunggulan Swiss pada menit ke-10 setelah memanfaatkan kreasi Johan Manzambi, sebelum Dan Ndoye menggandakan keunggulan pada menit ke-46 untuk memastikan kemenangan tim asuhan Murat Yakin.

Manzambi kembali menjadi salah satu pembeda bagi Swiss. Pergerakannya dari sisi kiri pertahanan Aljazair mengawali gol pertama yang diselesaikan Embolo dari jarak dekat.

Aljazair yang dipimpin Riyad Mahrez berusaha keluar dari tekanan dan beberapa kali membangun serangan melalui sisi sayap, tetapi pertahanan Swiss tampil disiplin untuk menjaga keunggulan hingga turun minum.

Swiss kemudian langsung menghukum kelengahan Aljazair pada awal babak kedua. Sapuan yang tidak sempurna dari lini belakang Aljazair membuat bola jatuh ke kaki Ndoye, yang melepaskan tembakan untuk mengubah skor menjadi 2-0.

Setelah unggul dua gol, Swiss lebih nyaman mengontrol pertandingan. Duet Granit Xhaka dan Remo Freuler menjaga ritme lini tengah, sedangkan Gregor Kobel relatif tidak banyak mendapat ancaman berbahaya di bawah mistar.

Aljazair sebenarnya memiliki penguasaan bola sedikit lebih tinggi, tetapi Swiss lebih efektif dengan 11 percobaan tembakan, dengan lima di antaranya tepat sasaran. Aljazair mencatat delapan tembakan dengan dua mengarah ke gawang.

Hasil ini membawa Swiss ke babak 16 besar untuk menghadapi pemenang pertandingan Kolombia melawan Ghana, sedangkan langkah Aljazair terhenti di babak 32 besar.

Penyerang Swiss Breel Embolo mengatakan efektivitas memanfaatkan peluang menjadi kunci keberhasilan timnya menyingkirkan Aljazair.

Embolo membuka keunggulan Swiss pada menit ke-10, sebelum Dan Ndoye menggandakan skor pada menit ke-46 untuk memastikan langkah tim asuhan Murat Yakin ke babak 16 besar.

Swiss mendapat tekanan dari Aljazair pada awal pertandingan, tetapi merespons dengan gol cepat yang dibangun melalui kerja sama tim sebelum diselesaikan Embolo dari jarak dekat.

“Kami menderita pada awal pertandingan, tetapi berhasil mencetak gol tim yang luar biasa,” kata Embolo dalam laman FIFA, dikutip dari Antara.

Embolo menyebut gol pembuka Swiss bukan hanya soal penyelesaian akhir, tapi juga hasil dari upaya kolektif yang membuat timnya keluar dari tekanan Aljazair.

“Selamat untuk tim kami karena mampu mengontrol pertandingan, terutama dengan cara kami keluar pada awal babak kedua,” ujar Embolo.

Gol kedua yang dicetak Ndoye pada awal babak kedua membuat Swiss semakin nyaman mengendalikan permainan. Keunggulan dua gol itu juga memaksa Aljazair bermain lebih terbuka, tapi lini pertahanan Swiss tetap disiplin menjaga area berbahaya.

Embolo juga menilai keberhasilan menjaga gawang tetap bersih menjadi modal penting Swiss untuk menghadapi babak berikutnya.

“Aljazair adalah tim kuat dan kami senang menang dengan clean sheet juga,” kata Embolo.

Sementara, pemain tim nasional Aljazair Jaouen Hadjam menyebut kegagalan timnya melangkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 sebagai pelajaran berharga bagi skuad muda Aljazair untuk terus berkembang.

Hadjam menilai kekalahan dari Swiss pada babak 32 besar tidak semata-mata disebabkan tekanan pertandingan.

“Setiap pertandingan di Piala Dunia selalu menghadirkan tekanan bagi semua tim. Mungkin hari ini tekanannya sedikit lebih besar karena ini laga hidup-mati, tetapi tekanan adalah hal yang baik dan kami membutuhkannya,” kata Hadjam setelah pertandingan, dikutip dari Antara.

Ia menegaskan pertandingan berjalan ketat dan ditentukan oleh detail-detail kecil.

Meski Aljazair menciptakan sejumlah peluang dan menunjukkan permainan yang cukup baik, timnya kurang efektif memanfaatkan peluang.

Menurut Hadjam, Swiss tampil lebih efisien, terutama dalam memaksimalkan peluang di area krusial.

“Kami melakukan banyak hal positif. Tentu kami harus tetap berpikir positif, tetapi kami juga tidak boleh puas karena pertandingan seperti ini ditentukan oleh detail kecil. Lawan lebih efektif dan itu yang membuat hasil ini sangat menyakitkan,” ujarnya.

Pemain muda itu menyatakan seluruh skuad kecewa karena merasa memiliki peluang melangkah lebih jauh dalam turnamen ini.

“Kami benar-benar merasa punya kesempatan untuk lolos. Kompetisi ini hanya datang setiap empat tahun, dan momen seperti ini sangat langka. Kami sudah menunggunya cukup lama, dan sekarang semuanya berakhir. Itu sangat menyakitkan,” katanya.

Hadjam memberikan penghormatan kepada kapten Aljazair Riyad Mahrez yang disebutnya sosok penting yang membawa pengaruh positif bagi perkembangan pemain muda negaranya.

Laga Terakhir Riyad Mahrez

Laga Piala Dunia melawan Swiss menjadi laga terakhir Riyad Mahrez. Ia menyatakan pertandingan melawan Swiss menjadi laga terakhirnya bersama tim nasional Aljazair.

“Target kami adalah lolos dan saya pikir ini pertandingan yang bisa kami menangkan. Namun kami kebobolan dua kali karena kesalahan dan pada level seperti ini, Anda tidak bisa lolos dari itu,” kata Mahrez dilansir laman resmi FIFA, dikutip dari Antara.

Pemain berusia 35 tahun itu tetap melihat ada sisi positif dari perjalanan Aljazair di Piala Dunia 2026, terutama keberhasilan mereka menembus fase gugur. Meski begitu, Mahrez mengakui catatan kebobolan menjadi persoalan yang membuat Aljazair sulit bersaing hingga babak lebih jauh.

“Selalu ada hal positif yang bisa diambil dari pertandingan. Kami berhasil keluar dari fase grup, tetapi kami kebobolan terlalu banyak gol untuk bercita-cita lebih. Ini pertandingan terakhir saya bersama Aljazair,” ujar Mahrez.

Pernyataan tersebut menandai akhir perjalanan panjang Mahrez bersama tim nasional Aljazair. Ia menjadi salah satu figur penting dalam generasi emas Aljazair, termasuk ketika membawa negaranya menjuarai Piala Afrika 2019.

Mahrez juga menjadi wajah utama Aljazair dalam lebih dari satu dekade terakhir. Dengan kemampuan olah bola, visi bermain, dan pengalaman di level tertinggi, ia kerap menjadi tumpuan serangan serta pemimpin tim di berbagai turnamen besar.

0 comments

    Leave a Reply