Persipura Terima Hukuman Laga Kandang Tanpa Penonton Satu Musim Penuh | IVoox Indonesia

May 21, 2026

Persipura Terima Hukuman Laga Kandang Tanpa Penonton Satu Musim Penuh

Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura
Warga melihat bangkai kendaraan setelah terbakar di Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura, Papua, Sabtu (9/5/2026). Polda Papua masih menyelidiki penyebab kericuhan yang mengakibatkan puluhan kendaraan terbakar dan sejumlah fasilitas rusak usai pertandingan perebutan tiket promosi ke Super League antara Persipura Jayapura dan Adhyaksa FC pada Jumat (8/5). ANTARA FOTO/Gusti Tanati/bar

IVOOX.id – Manajemen Persipura Jayapura menerima hukuman yang dijatuhkan Komite Disiplin PSSI terkait kericuhan usai laga play-off promosi Championship 2025/2026 melawan Adhyaksa di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, yang terjadi Jumat, 9 Mei 2026.

Dalam laga yang berakhir dengan kekalahan tim tuan rumah dengan skor 0-1 itu, Persipura gagal promosi ke Super League. Selepas pertandingan tersebut suporter melakukan kerusuhan yang berakibat merusak fasilitas stadion hingga membakar sejumlah kendaraan.

Akibatnya, Persipura mendapatkan sejumlah sanksi, salah satunya dan yang menjadi terberat adalah laga kandang tanpa penonton pada musim depan di Championship selama satu musim penuh.

"Kami juga percaya bahwa pembatasan total terhadap kehadiran penonton dan suporter bukanlah satu-satunya solusi jangka panjang. Sepak bola tanpa kehadiran pendukung akan kehilangan sebagian dari semangat, identitas, dan ikatan emosional yang menjadi jiwa dari olahraga ini," tulis keterangan resmi manajemen Persipura, Rabu (20/5/2026), dikutip dari Antara.

Dalam hal ini, Persipura menekankan pentingnya edukasi dan sosialisasi berkelanjutan kepada suporter, pendukung, serta penonton secara umum terkait tentang bagaimana menonton sebuah tim dengan bertanggung jawab, menghormati regulasi, menjaga ketertiban, serta saling menjaga satu sama lain selama pertandingan berlangsung.

Menurut mereka, cara seperti ini juga efektif untuk membentuk perilaku suporter yang lebih baik, bukan hanya soal memberikan hukuman semata. "Budaya disiplin dalam sepak bola tidak dapat dibangun hanya melalui hukuman semata, tetapi juga melalui pembinaan, komunikasi, dan rasa tanggung jawab bersama," tulis manajemen Persipura.

Tim berjuluk Mutiara Hitam itu percaya, bahwa dengan arahan yang tepat, koordinasi yang lebih baik, serta rasa tanggung jawab bersama, akan tercipta atmosfer sepak bola di Indonesia akan lebih sehat, aman, tertib, dan disiplin.

Lebih lanjut, Persipura berharap PSSI ke depannya dapat bersama-sama dengan klub untuk melakukan pengawasan, pendampingan, serta program sosialisasi yang lebih aktif kepada suporter dan penonton secara umum.

Mereka juga percaya pendekatan kolaboratif seperti workshop bersama, edukasi rutin, forum komunikasi, dan pembinaan langsung kepada komunitas suporter dapat menjadi langkah positif dalam membangun budaya sepak bola Indonesia yang lebih dewasa dan bertanggung jawab.

"Kami berharap momentum ini dapat menjadi bahan refleksi dan perbaikan bagi seluruh pihak — klub, suporter, penyelenggara, maupun seluruh pemangku kepentingan — agar sepak bola Indonesia dapat terus berkembang dengan kedewasaan, persatuan, profesionalisme, serta budaya suportif yang lebih baik di masa depan," tutup manajemen Persipura.

Sebelumnya, Komite Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan lima sanksi sekaligus kepada Persipura Jayapura, terkait sejumlah insiden saat laga tersebut.

Mengutip Antara, dalam pernyataan, Sabtu, 18 Mei 2026, Komdis menjatuhkan hukuman berat kepada Persipura setelah terjadi serangkaian pelanggaran disiplin yang dilakukan suporter dan panitia pelaksana.

Kelima sanksi terpisah itu mencakup denda total sebanyak Rp240 juta, larangan menggelar pertandingan kandang dengan penonton selama satu musim penuh pada kompetisi 2026/2027, serta peringatan bahwa pelanggaran serupa akan berujung pada hukuman yang lebih berat.

Sanksi pertama dijatuhkan terkait pelemparan empat smoke bomb dari seluruh sisi tribun, penyalaan empat flare, serta ledakan petasan di Tribun Utara, Selatan, Timur, dan Barat setelah pertandingan selesai. Atas pelanggaran tersebut, Persipura didenda Rp125 juta.

Kemudian, sanksi kedua merupakan hukuman paling berat. Persipura dilarang menyelenggarakan pertandingan dengan penonton ketika bertindak sebagai tuan rumah selama satu musim pada kompetisi 2026/2027.

Klub berjuluk Mutiara Hitam itu dikenai denda Rp30 juta karena suporter memasuki lapangan, merusak fasilitas stadion, mengejar perangkat pertandingan dan tim Adhyaksa FC Banten, serta melakukan aksi anarkis di luar stadion.

Lalu, sanksi ketiga dijatuhkan kepada panitia pelaksana pertandingan Persipura karena dinilai gagal menjalankan tanggung jawab menjaga ketertiban dan keamanan. Panitia pelaksana dikenai denda Rp20 juta.

Tidak sampai disitu, sanksi keempat berupa denda Rp15 juta akibat pelemparan air minum kemasan dalam jumlah besar ke arah lapangan dari seluruh tribun stadion.

Terakhir, sanksi kelima berupa denda Rp50 juta karena suporter Persipura memasuki area lapangan pertandingan dalam jumlah banyak setelah laga berakhir.

Dengan demikian, total denda yang harus dibayarkan Persipura dan panitia pelaksana mencapai Rp240 juta.

Keputusan itu menjadi salah satu hukuman terberat yang dijatuhkan Komdis PSSI pada musim ini dan menunjukkan komitmen federasi dalam menindak tegas setiap bentuk pelanggaran disiplin, serta tindakan yang mengancam keselamatan pertandingan.

0 comments

    Leave a Reply