Perry Warjiyo Sebut BI-Rate Naik Jadi 5,25 Persen untuk Stabilkan Rupiah dan Jaga Inflasi | IVoox Indonesia

May 21, 2026

Perry Warjiyo Sebut BI-Rate Naik Jadi 5,25 Persen untuk Stabilkan Rupiah dan Jaga Inflasi

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan keterangan pers hasil Rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) kuartal I 2026 di Jakarta, Kamis (7/5/2026). (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

IVOOX.id – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, keputusan menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate menjadi 5,25 persen sebagai langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah dari dampak tingginya gejolak global akibat perang di Timur Tengah. 

Sekaligus, kata dia, langkah pre-emptive untuk menjaga inflasi pada tahun 2026 dan 2027 agar tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5±1 persen yang ditetapkan Pemerintah.  

"Keputusan ini sejalan dengan fokus kebijakan moneter pada stabilitas (pro-stability) untuk memperkuat ketahanan eksternal ekonomi Indonesia dari dampak gejolak global," kata Perry dalam konferensi pers Kamis (21/5/2026).

Bank Indonesia (BI) memutuskan menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 50 bps menjadi 5,25 persen. Keputusan tersebut merupakan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 19-20 Mei 2026.

"Menaikkan BI-Rate sebesar 50 bps menjadi 5,25 persen, suku bunga Deposit Facility sebesar 50 bps menjadi 4,25 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 50 bps menjadi 6,00 persen," kata Perry.

Sementara itu, kebijakan makroprudensial dan kebijakan sistem pembayaran kata ia tetap diarahkan untuk turut mendorong pertumbuhan (pro-growth). Kebijakan makroprudensial longgar diperkuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan kredit/pembiayaan ke sektor riil dengan tetap mempertahankan stabilitas sistem keuangan.

Kebijakan sistem pembayaran kata ia juga terus diarahkan untuk turut mendukung kegiatan ekonomi digital dan keuangan inklusif melalui perluasan akseptasi pembayaran digital, penguatan struktur industri sistem pembayaran, serta peningkatan keandalan dan ketahanan infrastruktur sistem pembayaran.

"BI juga terus memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah, termasuk sinergi yang erat antara kebijakan moneter dengan kebijakan fiskal untuk memitigasi dampak ketidakpastian global," ujarnya. 

0 comments

    Leave a Reply