Natalius Pigai Sebut Pers Pilar Penting Pembangunan HAM di Indonesia

IVOOX.id – Menteri HAM Natalius Pigai menegaskan pers memiliki peran penting dalam pembangunan peradaban hak asasi manusia (HAM) di Indonesia. Karena itu, pemerintah ingin membangun hubungan yang lebih kuat dengan media tanpa mengurangi independensi masing-masing pihak.
Pernyataan tersebut disampaikan Menteri HAM usai membuka kegiatan Kelas Jurnalis HAM bertema Media Pers Pilar Penting Pembangunan Peradaban HAM di Indonesia di Bandung Barat, Rabu (20/5/2026).
Kegiatan yang diikuti kalangan jurnalis tersebut digelar sebagai upaya memperkuat pemahaman isu HAM dalam praktik jurnalistik.
Pigai mengakui selama ini muncul anggapan bahwa pers kerap diposisikan kurang strategis atau bahkan seolah “dianaktirikan” oleh negara. Menurutnya, forum yang mempertemukan pemerintah dan insan pers menjadi bentuk komitmen untuk membangun hubungan yang lebih setara.
“Selama ini ada kesan pers dianaktirikan oleh pemerintah atau negara. Dengan agenda hari ini, mulai dari pertemuan dengan pimpinan media nasional hingga pelatihan jurnalis terkait HAM, itu menunjukkan pemerintah bersama para jurnalis,” kata Pigai.
Menurutnya, Kementerian Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berkomitmen membangun kemitraan strategis dengan media melalui hubungan yang saling menguatkan tanpa saling mengintervensi.
Pigai menegaskan kerja sama tersebut tetap harus menjaga profesionalisme, integritas, dan kredibilitas masing-masing pihak.
“Kementerian HAM telah berkomitmen menjalin kerja sama kemitraan strategis, tetapi mutualisme non-interdependence. Jadi tanpa saling intervensi, tetapi tetap saling bekerja sama dan menjaga integritas serta kredibilitas masing-masing,” ujarnya.
Ia juga menegaskan tidak ingin muncul anggapan bahwa pemerintah menjadi pihak yang melemahkan kebebasan pers di Indonesia.
Menurut Pigai, pers memiliki fungsi penting dalam menjaga ruang publik, demokrasi, serta mengawasi jalannya kekuasaan.
“Saya ingin kita tetap bekerja sama. Saya tidak mau suatu saat ada tuduhan pers mati karena pemerintah. Pers tidak boleh mati. Pers harus menjadi besar,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Pigai menggambarkan pers sebagai elemen penting yang menghadirkan terang di tengah kehidupan masyarakat.
Ia menilai media memiliki peran strategis dalam membuka akses informasi, menjaga nilai kemanusiaan, dan memperkuat kesadaran HAM di tengah masyarakat.
“Pers adalah lilin kecil di tengah lorong kegelapan. Tanpa pers, dunia ini gelap,” katanya.


0 comments