Nanik Sudaryati Deyang Mundur dari Jabatan Kepala BGN, Fokus Jalani Pengobatan Jantung | IVoox Indonesia

July 23, 2026

Nanik Sudaryati Deyang Mundur dari Jabatan Kepala BGN, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang. IVOOX.ID/doc BGN

IVOOX.id – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang mengundurkan diri dari jabatannya dengan alasan kesehatan. Keputusan tersebut disampaikan langsung melalui unggahan di akun Facebook pribadinya pada Rabu (22/7/2026), di mana ia mengungkapkan akan menjalani pengobatan jantung di luar negeri setelah memperoleh persetujuan dari Presiden Prabowo Subianto.

Nanik menjelaskan keberangkatannya ke luar negeri bukan karena meragukan kemampuan tenaga medis di Indonesia, melainkan untuk mendapatkan second opinion atas kondisi kesehatannya. Ia mengaku telah menyampaikan permohonan mundur kepada Presiden demi fokus menjalani pengobatan.

"Dengan berat hati akhirnya saya pamit Bapak Presiden untuk melakukan pengobatan di luar negeri untuk jantung saya. Ini bukan karena tidak percaya dokter yang hebat di Indonesia, tapi untuk second opinion," tulis Nanik.

Menurut Nanik, Presiden Prabowo memahami kondisi kesehatannya dan menyetujui pengunduran dirinya sebagai Kepala BGN. Meski demikian, ia mengungkapkan Presiden tetap memintanya berkontribusi mengawal pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk melalui rencana pembentukan dewan pengawas.

"Saya sampaikan ke Presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN demi kesehatan saya. Presiden menyetujui, namun saya diminta tetap ikut mengawasi BGN. Kemungkinan Presiden akan membentuk dewan pengawas di mana saya disuruh menjadi ketua dewan pengawasnya," ujarnya.

Dalam pernyataannya, Nanik juga menegaskan dukungannya terhadap Program MBG yang menjadi salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo. Ia membantah anggapan bahwa program tersebut memiliki tujuan politik menjelang Pemilu 2029.

"Saya tahu persis program MBG bukan untuk tujuan politis seperti yang dituduhkan orang, tapi sebagai program untuk benar-benar intervensi gizi anak-anak agar tumbuh menjadi generasi emas dan juga untuk menjaga kesehatan mereka," katanya.

Ia menilai sasaran utama program yang mencakup balita hingga siswa sekolah dasar menunjukkan MBG berorientasi pada peningkatan kualitas gizi generasi muda, bukan kepentingan elektoral.

Nanik juga menyoroti dampak ekonomi dari pelaksanaan MBG. Menurutnya, saat program dihentikan sementara selama libur sekolah, petani, peternak, dan pedagang merasakan penurunan permintaan sehingga harga sejumlah komoditas ikut melemah.

Sebelum mengundurkan diri, Nanik mengaku telah melakukan sejumlah pembenahan di internal BGN. Ia menyebut telah mengganti lima pejabat eselon I yang berasal dari Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Keuangan, BPKP, serta Kejaksaan guna memperkuat profesionalisme organisasi.

Selain itu, BGN telah membentuk 11 tim reformasi yang bertugas melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program MBG, termasuk validasi lebih dari 62 juta penerima manfaat, evaluasi terhadap 27.877 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi, penguatan pelaksanaan program di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta upaya peningkatan efisiensi tata kelola.

Menutup pernyataannya, Nanik berharap masyarakat terus mendukung Program MBG karena diyakini mampu meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia sekaligus memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.

"Mari kita dukung program MBG, Bismillah ini akan membawa kebaikan untuk anak-anak Indonesia dan juga perekonomian di daerah," katanya.

0 comments

    Leave a Reply