Menuju Target 4 Juta Ton, Serapan Beras Domestik BULOG Sudah Tembus 87% | IVoox Indonesia

August 4, 2026

Menuju Target 4 Juta Ton, Serapan Beras Domestik BULOG Sudah Tembus 87%

Pekerja mengemas beras di gudang Perum Bulog Subdivisi Regional (Drive) Meulaboh
Ilustrasi - Pekerja mengemas beras di gudang Perum Bulog Subdivisi Regional (Drive) Meulaboh, Aceh Barat, Aceh. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/aww.

IVOOX.id, Jakarta - Perum BULOG berhasil menyerap 3,5 juta ton beras hasil panen petani domestik hingga 24 Juli 2026. Angka ini menandai tercapainya 87 persen dari total target pengadaan nasional sebesar 4 juta ton pada tahun ini, sekaligus menegaskan tren serapan yang terus menanjak sepanjang musim panen.

Realisasi tersebut melanjutkan rekor yang dicetak BULOG sejak awal Juni 2026, saat serapan menembus 3 juta ton atau 75 persen dari target. Angka itu naik menjadi 3,2 juta ton pada akhir Juni dan kini mencapai 3,5 juta ton, menyisakan sekitar 500 ribu ton untuk menuntaskan target tahunan.

Pencapaian ini memperkokoh posisi Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Dalam Sidang Kabinet Paripurna 20 Juli lalu, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa ketahanan pangan nasional berada pada titik terkuat sepanjang sejarah, ditandai swasembada pada delapan komoditas pangan. “Cadangan beras kita tertinggi selama sejarah NKRI,” ujar Presiden.

Rincian utama capaian pengadaan pangan per Juli 2026:

·              Realisasi serapan: 3,5 juta ton setara beras (87% dari target).

·              Sisa target 2026: sekitar 500 ribu ton setara beras.

·              Total stok gudang BULOG: 5,4 juta ton (per akhir Juni 2026).

Tingginya serapan tidak lepas dari kebijakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Gabah Kering Panen sebesar Rp6.500 per kilogram yang memberi kepastian pasar bagi petani. Di lapangan, rata-rata harga gabah bahkan bergerak di kisaran Rp7.000 per kilogram sehingga turut mengangkat kesejahteraan petani sekaligus menjaga semangat produksi.

Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani, menyatakan serapan akan terus berjalan merata di seluruh sentra produksi dan tidak berhenti di angka target. “Komitmen BULOG adalah terus hadir untuk petani. Setelah target tercapai pun kami akan tetap menyerap hasil panen dalam negeri semaksimal mungkin sesuai penugasan pemerintah dan kapasitas yang tersedia,” kata Rizal.

Sejumlah wilayah kerja bahkan telah lebih dulu melampaui 100 persen target pengadaannya, di antaranya Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Selatan. Keberhasilan di lapangan ini ditopang kolaborasi intensif antara BULOG, petani, penyuluh pertanian lapangan (PPL), pemerintah daerah, serta jajaran TNI dan Polri (Babinsa/Bhabinkamtibmas) yang mengawal rantai pengadaan sejak masa panen.

Penguatan stok ini menempatkan CBP pada level tertinggi sepanjang sejarah pengelolaan pangan nasional, dengan stok yang dikelola BULOG mencapai 5,4 juta ton. Cadangan sebesar itu menjadi jaminan bagi berbagai kebutuhan negara mulai dari stabilisasi harga, penyaluran bantuan pangan, hingga mitigasi bencana dan gejolak pasar. Untuk menampung hasil panen yang terus bertambah, BULOG juga menargetkan pembangunan 100 gudang baru pada akhir tahun 2026.

Di sisi hilir, pemerintah memastikan manfaat stok dirasakan langsung masyarakat. Hingga Juli 2026, total intervensi beras pemerintah mencapai 1,4 juta ton yang terdiri atas penyaluran bantuan pangan dan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Sementara rata-rata harga beras premium pun masih terjaga di kisaran Harga Eceran Tertinggi (HET).

Dengan produksi beras nasional 2026 yang diproyeksikan berada pada level tertinggi dan menempatkan Indonesia sebagai salah satu produsen beras terbesar dunia, pemerintah optimistis target pengadaan 4 juta ton dapat dirampungkan dalam waktu dekat. Capaian ini sekaligus menjadi fondasi menuju swasembada pangan yang berkelanjutan.


0 comments

    Leave a Reply