Korlantas Polri dan Jasa Marga Bahas Penanganan Kendaraan ODOL | IVoox Indonesia

August 4, 2026

Korlantas Polri dan Jasa Marga Bahas Penanganan Kendaraan ODOL

Kepala Korlantas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Wibowo
Kepala Korlantas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Wibowo (tengah kanan) bersama jajaran menerima audiensi Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan A. Purwantono (tengah kiri) dan jajaran direksi di Gedung NTMC Polri, Jakarta, Senin (3/8/2026). ANTARA/HO-Korlantas Polri

IVOOX.id – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri dan Jasa Marga berkolaborasi dalam penanganan kendaraan over dimension over loading (ODOL).

Kolaborasi itu dibahas saat Kepala Korlantas Polri Irjen Pol. Wibowo bersama jajaran menerima audiensi Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan A. Purwantono dan jajaran direksi pada Senin, 3 Agustus 2026.

Kakorlantas Polri Irjen Pol. Wibowo mengatakan bahwa penerapan kebijakan Zero ODOL ditargetkan mulai berjalan pada awal tahun depan.

Ia pun menekankan bahwa penanganan kendaraan ODOL tidak boleh hanya berfokus pada penegakan hukum di hilir, tetapi juga harus mempertimbangkan keseimbangan ekonomi masyarakat.

Menurutnya, penyelesaian masalah dari sektor hulu, seperti keterlibatan sisi pengusaha dan transporter, juga menjadi kunci agar kebijakan tersebut memberikan hasil yang efektif dan tidak menimbulkan dampak kontraproduktif di lapangan.

"Korlantas kan selalu bekerja di hilir. Pekerjaan hulu sangat berdampak pada pekerjaan hilir. Kalau semuanya dilempar ke hilir, tanpa ada pertimbangan yang cukup matang malah nanti hasilnya akan kontraproduktif dengan yang diinginkan," kata Wibowo dalam keterangannya, dikutip dari Antara.

Sebagai bagian dari solusi teknis, Jasa Marga memperkuat pengawasan kendaraan berat melalui optimalisasi teknologi deteksi dini.

Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono mengatakan bahwa pihaknya menambah fasilitas Weigh In Motion (WIM) dari dua titik menjadi delapan titik.

Fasilitas ini terintegrasi dengan kamera pengawas dan teknologi Light Detection and Ranging (LIDAR) untuk mendeteksi berat dan dimensi kendaraan secara real-time.

Data tersebut kemudian disinkronkan langsung ke sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) Korlantas Polri.

Jasa Marga, sambung dia, juga mendorong integrasi data digital melalui aplikasi Travoy yang dilengkapi teknologi Radio Frequency Identification (RFID).

Data RFID ini akan diselaraskan dengan data Registrasi dan Identifikasi (Regident) Korlantas Polri serta data uji berkala Kementerian Perhubungan untuk memperkuat pemantauan dan pengawasan kelaikan kendaraan angkutan barang.

"Penguatan sistem juga dilakukan melalui Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) yang siap dimanfaatkan bersama di titik-titik krusial. Integrasi command center ini diharapkan mempercepat respons penanganan insiden dan memperkuat koordinasi lintas sektor,” kata Rivan, dikutip dari Antara.

Ia mengatakan, seluruh inovasi digital dan infrastruktur tersebut bertujuan menciptakan kenyamanan dan keselamatan mobilitas masyarakat, khususnya dalam menghadapi kepadatan masa libur Natal 2026 dan Tahun Baru (2027).

"Kolaborasi dan pemanfaatan sistem data bersama ini menjadi kunci. Jasa Marga dan Korlantas Polri memiliki tugas yang saling terkait dalam menjamin kelancaran dan keselamatan di jalan tol,” ucapnya.

0 comments

    Leave a Reply