Mensesneg Sebut Pengaturan Tempat Duduk Wapres Gibran Sejajar Menteri dalam Sidang Kabinet Paripurna Murni Faktor Teknis | IVoox Indonesia

July 24, 2026

Mensesneg Sebut Pengaturan Tempat Duduk Wapres Gibran Sejajar Menteri dalam Sidang Kabinet Paripurna Murni Faktor Teknis

Presiden Prabowo Subianto
Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Kantor Presiden, Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026). Dalam sidang tersebut, Presiden Prabowo memaparkan sejumlah capaian pemerintah di bidang pangan, energi, dan perekonomian sebagai bagian dari evaluasi kinerja Kabinet Merah Putih. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/tom.

IVOOX.id – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi membantah spekulasi mengenai adanya keretakan hubungan antara Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka usai keduanya terlihat tidak duduk berdampingan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin, 20 Juli 2026.

Isu tersebut ramai diperbincangkan di media sosial setelah Gibran terlihat duduk sejajar dengan para menteri, berbeda dari kebiasaan sebelumnya di mana wakil presiden berada di sisi Presiden saat rapat kabinet berlangsung. Menanggapi berbagai spekulasi itu, Prasetyo menegaskan pengaturan tempat duduk dilakukan semata-mata karena kebutuhan teknis dan tidak berkaitan dengan hubungan antara Presiden dan Wakil Presiden.

"Tidak ada masalah. Sama sekali tidak ada. Kami pada posisi sekarang sedang kompak-kompaknya, sedang semua berusaha keras mencapai apa yang menjadi garis dari Bapak Presiden, menjadi garis dari program kerja dan prioritas nasional semata-mata semua untuk kepentingan masyarakat, kepentingan bangsa dan negara," ujar Prasetyo dikutip dari Youtube Sekretariat Presiden pada Selasa (21/7/2026).

Ia memastikan seluruh jajaran Kabinet Merah Putih tetap solid dalam menjalankan agenda pemerintahan. Menurutnya, fokus utama pemerintah saat ini adalah mempercepat pelaksanaan berbagai program prioritas nasional yang telah ditetapkan Presiden Prabowo.

Prasetyo juga meminta publik tidak mengaitkan pengaturan teknis dalam sebuah agenda kenegaraan dengan isu politik yang tidak berdasar. Ia menegaskan koordinasi antara Presiden, Wakil Presiden, serta seluruh menteri berjalan baik dan tetap berorientasi pada pencapaian target pembangunan nasional.

Menurutnya, dinamika dalam penyelenggaraan rapat kabinet merupakan hal yang wajar dan tidak selalu memiliki makna politis. Pengaturan posisi duduk, kata dia, dapat disesuaikan dengan kebutuhan pelaksanaan rapat maupun aspek teknis lainnya.

Pemerintah, lanjut Prasetyo, ingin memastikan seluruh energi kabinet difokuskan pada penyelesaian berbagai program strategis, mulai dari penguatan ekonomi, peningkatan kesejahteraan masyarakat, hingga percepatan pembangunan di berbagai sektor.

Ia kembali menegaskan bahwa tidak ada persoalan internal yang memengaruhi hubungan kerja Presiden dan Wakil Presiden. Sinergi keduanya, menurut Prasetyo, tetap terjalin dengan baik dalam mengawal jalannya pemerintahan.

0 comments

    Leave a Reply