Mensesneg Sebut Kebutuhan Anggaran MBG Berpotensi Turun Setelah Validasi Data Penerima Manfaat

IVOOX.id – Pemerintah membuka peluang penurunan kebutuhan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah proses pembenahan tata kelola di Badan Gizi Nasional (BGN) serta validasi data penerima manfaat selesai dilakukan. Langkah tersebut diharapkan membuat pelaksanaan program menjadi lebih tepat sasaran sekaligus meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran negara.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan penyesuaian kebutuhan anggaran merupakan konsekuensi dari proses pembaruan data yang tengah dilakukan pemerintah. Menurutnya, validasi data penerima manfaat menjadi faktor penting agar alokasi anggaran benar-benar sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan.
"Kalau pertanyaannya berkenaan dengan anggaran MBG, Menteri Keuangan juga sudah menyampaikan bahwa ada kemungkinan setelah proses perbaikan di manajemen atau di pimpinan Badan Gizi Nasional dan setelah ada proses validasi data ada kemungkinan akan terjadi penurunan kebutuhan anggaran MBG," ujar Prasetyo dikutip dari Youtube Sekretariat Presiden pada Selasa (21/7/2026).
Ia menjelaskan pemerintah terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Program MBG, termasuk memperbaiki tata kelola organisasi dan memperbarui basis data penerima manfaat. Dengan data yang lebih akurat, anggaran program diharapkan dapat digunakan secara lebih efektif tanpa mengurangi tujuan utama meningkatkan kualitas gizi masyarakat.
Selain membahas anggaran MBG, Prasetyo juga menanggapi kemungkinan penyesuaian anggaran pertahanan yang sebelumnya sempat disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat kunjungan kerja di Malang.
Menurutnya, hingga saat ini pemerintah belum mengambil keputusan terkait pengurangan anggaran sektor pertahanan. Ia menegaskan pernyataan Presiden masih bersifat opsi yang akan dipertimbangkan sesuai perkembangan kondisi dan kebutuhan negara.
"Ya kan kemungkinan ya, kemungkinan itu kan artinya kalau memang dalam situasi yang dibutuhkan ya mungkin itu akan dilakukan," kata Prasetyo.
Lebih lanjut, ia memastikan kondisi fiskal Indonesia tetap berada dalam kondisi yang sehat sehingga pemerintah masih memiliki ruang untuk menjalankan berbagai program prioritas nasional. Pemerintah juga terus memantau pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) agar tetap sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
Prasetyo menegaskan stabilitas fiskal menjadi salah satu perhatian utama pemerintah di tengah pelaksanaan berbagai program strategis nasional. Menurutnya, pengelolaan anggaran dilakukan secara hati-hati agar mampu menjaga keseimbangan antara kebutuhan belanja negara dan kesehatan fiskal jangka panjang.
"Hasil evaluasi kami sampai hari ini alhamdulillah fundamental ekonomi kita cukup kuat, fiskal kita juga masih sangat terjaga. Berkaitan dengan masalah defisit anggaran dalam satu tahun APBN berjalan juga masih sangat terjaga," ujarnya.


0 comments