Menhub Evaluasi Perizinan Operator KMP Mutiara Sentosa 2, Sudah Dua Kali Terbakar | IVoox Indonesia

August 4, 2026

Menhub Evaluasi Perizinan Operator KMP Mutiara Sentosa 2, Sudah Dua Kali Terbakar

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi (
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi (ketiga kiri) meninjau korban kebakaran KMP Mutiara Sentosa II di Gapura Surya Nusantara, Surabaya, Senin (3/8/2026) dini hari. ANTARA/Naufal Ammar Imaduddin

IVOOX.id – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan pemerintah akan mengevaluasi operator KMP Mutiara Sentosa 2 setelah Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyelesaikan investigasi kebakaran kapal di perairan utara Sumenep, Jawa Timur. Ia mengatakan, evaluasi dilakukan untuk menilai kinerja operator mengingat kapal tersebut dilaporkan telah dua kali mengalami kebakaran.

"Kami akan evaluasi, tapi yang paling penting akan lihat dulu sebab-sebabnya dari KNKT. Ini menjadi lesson learned buat kita dan evaluasi kepada perusahaan yang bersangkutan," kata Dudy di Surabaya, Senin (3/8/2026) dini hari, dikutip dari Antara.

Selain evaluasi terhadap operator, Kementerian Perhubungan masih memprioritaskan pencocokan data manifes dengan jumlah korban yang berhasil dievakuasi karena masih terdapat kapal penyelamat yang belum tiba di Pelabuhan Tanjung Perak.

Menurut Dudy, perbedaan antara data manifes dan kondisi di lapangan antara lain disebabkan adanya penumpang yang membatalkan perjalanan tanpa pembaruan manifes.

Selain itu, ditemukan lima anak yang belum tercatat dalam manifes sehingga menjadi bahan evaluasi penyelenggara pelayaran.

Ia menegaskan pencatatan seluruh penumpang penting untuk menjamin hak korban apabila terjadi kecelakaan sekaligus memastikan ketersediaan perlengkapan keselamatan, termasuk jaket pelampung untuk anak-anak.

Dudy menambahkan proses pencocokan manifes dengan jumlah korban yang dievakuasi masih terus dilakukan untuk memastikan seluruh penumpang telah teridentifikasi.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Muhammad Masyhud mengatakan fokus utama saat ini adalah memastikan proses evakuasi seluruh penumpang dan awak kapal berlangsung cepat dan aman.

"Fokus utama saat ini adalah memastikan proses evakuasi seluruh penumpang dan awak kapal dapat berlangsung dengan cepat, aman, dan optimal," kata Masyhud di Jakarta, Minggu (2/8/2026), dikutip dari Antara.

Menurut Masyhud, berdasarkan laporan awal, kebakaran diperkirakan terjadi pada pukul 06.00–07.00 WIB di perairan utara Sumenep.

Informasi tersebut diterima Kementerian Perhubungan sekitar pukul 08.30 WIB dan segera ditindaklanjuti dengan koordinasi bersama Basarnas serta instansi terkait.

Dalam penanganan awal, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui SROP Kalianget menyiarkan informasi kecelakaan kapal, sementara KPLP mengerahkan KN Grantin P.211 dan Distrik Navigasi menyiapkan KN Masalembo untuk mendukung operasi penyelamatan.

Masyhud menjelaskan salah satu kapal yang pertama menemukan posisi KM Mutiara Sentosa II adalah Meratus Project 3, namun kapal tersebut tidak dapat melakukan evakuasi karena mengangkut muatan berbahaya sehingga penyelamatan dilanjutkan oleh kapal lain di sekitar lokasi.

122 korban KMP Mutiara Sentosa 2 Tiba di Darat

Sebanyak 122 korban kebakaran KMP Mutiara Sentosa II telah tiba di darat melalui Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, dan Pelabuhan Kalianget, Sumenep, hingga Senin, 3 Agustus 2026, dini hari.

Kepala Kantor SAR Surabaya sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC) Nanang Sigit PH mengatakan 113 korban dievakuasi melalui Pelabuhan Tanjung Perak, sedangkan sembilan korban lainnya tiba di Pelabuhan Kalianget menggunakan KN SAR 249 Permadi.

"Sebanyak 111 korban selamat kami dahulukan untuk turun dari KM Meratus Pematang Siantar. Setelah itu mereka dibawa ke Terminal Gapura Surya Nusantara untuk menjalani pendataan oleh petugas gabungan," kata Nanang di Surabaya, Senin (3/8/2026) dini hari, dikutip dari Antara.

Ia menambahkan masih terdapat tiga kapal, yakni KM Ferindo 1, Selaras Mas, dan KRI Nala-363, yang masih membawa korban dalam perjalanan menuju Surabaya.

Menurut Nanang, seluruh korban yang tiba di Pelabuhan Tanjung Perak menjalani pemeriksaan kesehatan, sedangkan korban yang memerlukan penanganan lanjutan dirujuk ke rumah sakit. Di Pelabuhan Kalianget, empat korban dirujuk ke RS Garam Sumenep, sedangkan lima korban lainnya diberangkatkan menuju Surabaya setelah menjalani pendataan.

Hingga Senin, 3 Agustus 2026, sekitar pukul 01.40 WIB, proses pendataan, pemeriksaan kesehatan, dan penanganan korban masih terus berlangsung di area pelabuhan.

Berdasarkan data Posko Basarnas, hingga pembaruan Minggu, 2 Agusrtus 2026, sekitar pukul 22.20 WIB sebanyak 236 korban telah dievakuasi, terdiri atas 231 orang selamat dan lima meninggal dunia.

Dari jumlah tersebut, 113 korban atau 111 selamat dan dua meninggal telah tiba di Pelabuhan Tanjung Perak menggunakan KM Meratus Pematang Siantar.

Dengan demikian, masih terdapat 123 korban lainnya, terdiri atas 120 selamat dan tiga meninggal dunia, yang dievakuasi menggunakan kapal-kapal lain menuju tempat penanganan sesuai koordinasi tim SAR gabungan.

Korban dievakuasi menggunakan sejumlah kapal yang berada di sekitar lokasi, dengan KM Meratus Pematang Siantar mengevakuasi korban terbanyak, disusul TB Hasnur 26, Meratus Project 3, Selaras Mas, Ferindo I, SC Aila XVII, British Mentor, serta kapal lain yang turut membantu operasi penyelamatan.

Operasi SAR juga didukung KN SAR 249 Permadi, RIB 01 Sumenep, KRI Nala-363, KRI Bung Hatta-370, armada kapal sipil, kendaraan penyelamat, peralatan water rescue, dan perlengkapan medis lengkap.

0 comments

    Leave a Reply