Mandiri Investasi Luncurkan ETF Emas Syariah XMES di Bursa Efek Indonesia | IVoox Indonesia

August 11, 2026

Mandiri Investasi Luncurkan ETF Emas Syariah XMES di Bursa Efek Indonesia

Mandiri Investasi resmi meluncurkan Reksa Dana Syariah Mandiri ETF Emas
PT Mandiri Manajemen Investasi (Mandiri Investasi) resmi meluncurkan Reksa Dana Syariah Mandiri ETF Emas dengan kode ticker XMES. Instrumen investasi tersebut mulai diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (10/8/2026). IVOOX.ID/doc PT Mandiri Manajemen Investasi

IVOOX.id – PT Mandiri Manajemen Investasi (Mandiri Investasi) resmi meluncurkan Reksa Dana Syariah Mandiri ETF Emas dengan kode ticker XMES. Instrumen investasi tersebut mulai diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (10/8/2026) dan menjadi salah satu dari lima ETF emas yang telah tercatat di bursa.

Peluncuran XMES dilakukan dalam rangkaian Seremoni Pembukaan Perdagangan memperingati 49 tahun diaktifkannya kembali Pasar Modal Indonesia. Kegiatan tersebut berlangsung di Main Hall BEI dan dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, jajaran Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta perwakilan BEI, PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Kehadiran XMES memberikan alternatif bagi masyarakat yang ingin berinvestasi emas melalui pasar modal tanpa harus membeli dan menyimpan emas fisik secara langsung. Produk tersebut menggunakan emas fisik sebagai aset dasar dan dikelola berdasarkan prinsip syariah.

Direktur Utama Mandiri Investasi Hardiyanto Pilia mengatakan peluncuran XMES merupakan bagian dari strategi perusahaan merespons perubahan preferensi investor sekaligus memperluas pilihan instrumen investasi berbasis aset riil.

“Emas sudah lama dikenal sebagai salah satu pilihan investasi masyarakat, dan kini akses terhadap investasi emas juga semakin beragam. Karena itu, tantangannya bukan lagi hanya bagaimana investor memiliki emas, tetapi bagaimana memberikan akses terhadap emas melalui instrumen yang efisien, transparan, dan sesuai dengan kebutuhan investor saat ini,” ujar Hardiyanto dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (11/8/2026).

XMES menggunakan emas fisik dengan tingkat kemurnian minimum 99,9 persen untuk emas bersertifikasi SNI atau 99,5 persen untuk emas berstandar internasional LBMA Certified. Sedikitnya 95 persen Nilai Aktiva Bersih (NAB) ditempatkan pada emas fisik, sedangkan maksimal 5 persen dialokasikan ke instrumen pasar uang syariah, deposito syariah, dan/atau kas.

Dalam pengelolaannya, XMES melibatkan Deutsche Bank A.G. Cabang Jakarta sebagai Bank Kustodian, PT Mandiri Sekuritas sebagai Dealer Partisipan, dan PT Pegadaian sebagai Penyedia serta Penyimpan Emas.

Emas Dinilai Tetap Relevan

Mandiri Investasi menilai emas masih memiliki daya tarik sebagai aset jangka panjang. Berdasarkan kajian per 30 Juni 2026, emas mencatatkan imbal hasil sekitar 9,9 persen per tahun selama 20 tahun terakhir dan 18 persen per tahun dalam lima tahun terakhir.

Direktur Investasi Mandiri Investasi Ernawan R. Salimsyah menilai pertumbuhan permintaan global yang tidak sepenuhnya diimbangi peningkatan produksi menjadi salah satu faktor pendukung prospek emas.

“Secara historis, emas memiliki karakteristik yang berbeda dibanding instrumen investasi lainnya dan cenderung lebih tahan ketika pasar mengalami tekanan. Karena itu, emas dapat menjadi salah satu pilihan untuk menyeimbangkan portofolio, khususnya bagi investor dengan perspektif jangka panjang,” kata Ernawan.

Unit XMES dapat diperdagangkan di pasar sekunder melalui mekanisme perdagangan di bursa. Produk tersebut juga diterbitkan berdasarkan prinsip syariah sesuai Fatwa DSN-MUI No. 163/DSN-MUI/VII/2025.

Mandiri Investasi menargetkan Asset Under Management (AUM) XMES mencapai Rp1 triliun dalam jangka panjang. Target tersebut akan dikejar seiring meningkatnya pemahaman investor terhadap ETF emas dan perkembangan ekosistem pasar emas domestik.

“Kami menargetkan AUM XMES mencapai Rp1 triliun dalam jangka panjang. Namun, pertumbuhan tersebut harus dibangun secara sehat dan berkelanjutan,” ujar Ernawan.

0 comments

    Leave a Reply