Legislator Sebut Ada Dugaan Jual Beli 58 Juta Data Mahasiswa di Dark Web | IVoox Indonesia

February 11, 2026

Legislator Sebut Ada Dugaan Jual Beli 58 Juta Data Mahasiswa di Dark Web

Ilustrasi pencurian data pribadi
Ilustrasi pencurian data pribadi. (www.freepik.com)

IVOOX.id – Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mengingatkan pemerintah untuk serius dan bergerak cepat menyikapi dugaan kebocoran data pribadi mahasiswa yang disebut-sebut diperjualbelikan di dark web. Isu ini mencuat setelah beredarnya unggahan di media sosial yang menampilkan data sensitif mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi, termasuk yang diduga bersumber dari Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI).

Peringatan tersebut disampaikan Fikri dalam Rapat Kerja Komisi X DPR RI bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Brian Yuliarto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Ia menilai isu kebocoran data ini tidak bisa dianggap sepele, mengingat skala data yang disebutkan sangat besar dan menyangkut dunia pendidikan tinggi.

“Konon katanya dijualbelikan di forum dark web. Ada sudah 58 juta data diperjualbelikan. Nah ini kalau PDDIKTI juga seperti itu, ini berbahaya,” kata Fikri dalam keterangan resmi yang diterima Ivoox.id Selasa (10/2/2026).

Fikri menegaskan, jika kabar tersebut benar, maka potensi dampaknya sangat serius. Data mahasiswa bukan hanya mencakup identitas dasar, tetapi juga informasi akademik dan data pribadi lain yang dapat disalahgunakan untuk berbagai tindak kejahatan digital. Karena itu, ia meminta pemerintah, khususnya Kemendikti Saintek, untuk segera memastikan kebenaran informasi yang beredar.

Meski demikian, Fikri berharap isu tersebut tidak lebih dari sekadar kabar bohong. Namun, menurutnya, harapan itu tidak boleh menjadi alasan untuk menunda langkah antisipasi. “Atau mudah-mudahan sih ini hoaks ya, mudah-mudahan tidak nyata. Tetapi kalau nyata betul, dan ini apalagi di pendidikan tinggi, ini berbahaya ini,” kata politisi dari Fraksi PKS tersebut.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Jenderal Kemendikti Saintek Togar Mangihut Simatupang menyatakan pihaknya akan meningkatkan kinerja kementerian, terutama dalam aspek keamanan siber. Ia mengakui, kebocoran data di lingkungan PDDIKTI akan menjadi ancaman serius jika tidak segera ditangani secara sistematis.

“Nah ini sangat berbahaya sekali kalau memang data-data di dalam PDDIKTI mengalami kebocoran. Terima kasih, Pak, ini akan kami formulasikan,” ujar Togar.

Ia juga menyebut bahwa pihaknya telah mengetahui adanya kasus kebocoran data pribadi di berbagai sektor yang berujung pada perdagangan di dark web. Karena itu, Kemendikti Saintek berupaya melakukan langkah pencegahan agar hal serupa tidak terjadi di sektor pendidikan tinggi. “Perlindungan data pribadi dan di sini akan kami sampaikan berkaitan dengan cyber security-nya secara khusus mungkin,” katanya.

0 comments

    Leave a Reply