Kempu Pastikan Tak ada WNI Tertular Virus Nipah di India | IVoox Indonesia

February 3, 2026

Kempu Pastikan Tak ada WNI Tertular Virus Nipah di India

Hewan pembawa dan penular virus Nipah
Ilustrasi - Hewan pembawa dan penular virus Nipah. (ANTARA/HO/Internet)

IVOOX.id – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan terus memantau perkembangan kasus virus Nipah di India, khususnya di negara bagian Benggala Barat di wilayah India timur, serta memastikan tidak ada WNI yang tertular virus mematikan itu.

“KBRI New Delhi telah berkoordinasi dengan Konsul Kehormatan RI di Kolkata, Benggala Barat, dan mendapat informasi bahwa situasi di lapangan saat ini masih terkontrol dengan baik dan otoritas kesehatan berupaya mengisolasi penyebaran virus,” ucap Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang, Rabu (28/1/2026), dikutip dari Antara.

“Sampai saat ini, KBRI belum menerima laporan WNI yang terdampak penyakit dari virus Nipah,” ucap dia, menambahkan.

Yvonne menyampaikan bahwa Perwakilan RI di India terus menjaga koordinasi intensif dengan semua pihak terkait dalam rangka pemantauan kasus virus Nipah di negara tersebut.

Ia memastikan imbauan telah disampaikan KBRI New Delhi kepada para WNI di India untuk melakukan tindakan preventif serta menaati aturan pemerintah setempat, khususnya saat terjadi penyebaran penyakit saat ini.

KBRI New Delhi juga senantiasa menjalin komunikasi dengan simpul-simpul WNI untuk memonitor apabila ada WNI yang memerlukan bantuan, kata Jubir Kemlu RI. Saat ini tercatat ada 38 WNI yang bermukim di negara bagian Benggala Barat, tempat merebaknya kasus virus Nipah.

Yvonne juga mengatakan bahwa otoritas kesehatan India telah mengaktifkan langkah-langkah pemantauan, pengendalian, dan respons aktif guna mencegah penyebaran virus lebih lanjut.

Sementara, Bandara I Gusti Ngurah Rai meningkatkan pengawasan mengantisipasi terjadinya penularan Virus Nipah melalui pintu keluar masuk Bali.

“Seluruh personel di lingkungan bandara berkomitmen untuk melakukan pengawasan secara ketat dan menyeluruh dalam pencegahan penularan Virus Nipah di area kedatangan bandara,” kata Communication and Legal Division Head Bandara I Gusti Ngurah Rai Gede Eka Sandi Asmadi, dalam keterangan yang diterima di Denpasar, Rabu (28/1/2026), dikutip dari Antara.

Gede Eka, menyampaikan peningkatan pengawasan ini sehubungan dengan meningkatnya kasus penularan Virus Nipah di luar negeri.

“Kami secara intensif juga melakukan koordinasi dengan Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Denpasar dalam hal pengawasan di lingkungan bandara,” ujarnya.

Selain pengawasan lewat koordinasi, pengelola Bandara juga berupaya mencegah masuknya pembawa virus dengan memaksimalkan thermal scanner di pintu kedatangan.

Terdapat dua unit thermal scanner di kedatangan internasional, satu unit di kedatangan domestik, dan satu unit yang disiagakan di terminal VIP.

“Jika ditemukan penumpang yang menunjukkan gejala, maka akan ditindaklanjuti pihak BBKK dengan merujuk penumpang tersebut ke Rumah Sakit Umum Pusat Prof Ngoerah, Denpasar,” kata Gede Eka.

Bandara I Gusti Ngurah Rai mengeluarkan imbauan agar penumpang yang akan terbang dari dan menuju Pulau Bali terus menjaga kesehatan dan senantiasa memantau perkembangan informasi terkini terkait Virus Nipah demi keamanan dan kenyamanan bersama.

“Adapun bagi penumpang yang merasa kondisi kesehatannya menurun dan terdapat gejala awal Virus Nipah seperti demam, kami imbau untuk segera menghubungi petugas bandara terdekat atau petugas BBKK di bandara,” kata dia.

Sepekan ini pergerakan penumpang internasional di bandara Bali Selatan itu cukup tinggi, dengan rata-rata sehari keluar masuk 35.358 penumpang.

India Bantah Laporan Kasus Virus Nipah di Benggala Barat

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga India membantah laporan media yang menyebut adanya lima kasus virus Nipah di negara bagian Benggala Barat, dengan menegaskan bahwa hingga kini hanya dua kasus yang terkonfirmasi secara resmi.

Mengutip Anatara, dalam pernyataan tertulisnya pada Selasa, 27 Januari 2026, kementerian menyebut beredar angka spekulatif dan tidak akurat terkait penyakit Virus Nipah (NiVD) di sejumlah media.

Berdasarkan laporan yang diterima dari National Centre for Disease Control (NCDC), hanya dua kasus terkonfirmasi yang dilaporkan di Benggala Barat sejak Desember tahun lalu hingga saat ini.

Kementerian itu menegaskan bahwa pemerintah pusat dan pemerintah negara bagian telah mengambil seluruh langkah kesehatan masyarakat yang diperlukan di wilayah terdampak, termasuk memperketat pengawasan epidemiologis serta meningkatkan kapasitas pemeriksaan laboratorium.

Sebanyak 196 orang yang memiliki kontak erat dengan dua pasien terkonfirmasi telah berhasil diidentifikasi, ditelusuri, dipantau, dan menjalani pemeriksaan kesehatan.

“Hingga saat ini, seluruh kontak yang berhasil dilacak tidak menunjukkan gejala dan hasil tes mereka negatif untuk Virus Nipah,” kata kementerian tersebut, dikutip dari Antara.

Otoritas kesehatan India juga mengimbau masyarakat agar hanya mengandalkan informasi resmi dan terverifikasi dari pemerintah terkait perkembangan virus Nipah.

“Belum ada tambahan kasus Virus Nipah yang terdeteksi sejauh ini,” tegas kementerian itu dalam pernyataannya.

Klarifikasi tersebut disampaikan menyusul laporan surat kabar Independent pekan lalu yang menyebut otoritas India tengah berupaya menahan wabah virus Nipah mematikan yang diduga telah menginfeksi lima orang, sementara sekitar 100 orang lainnya dikarantina.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan badan kesehatan lainnya menyatakan virus Nipah dapat menyerang paru-paru dan otak. Adapun gejalanya meliputi demam, sakit kepala, kantuk, kebingungan, dan koma, dengan tingkat kematian melampaui 40 persen di kalangan pasien terinfeksi.

Otoritas bandar udara di Indonesia, Malaysia, dan Thailand telah meningkatkan skrining kesehatan penumpang internasional yang tiba demi mencegah penyebaran virus Nipah.

Virus Nipah terutama ditularkan oleh kelelawar buah atau kalong, dengan penularan ke manusia umumnya terjadi melalui konsumsi buah atau produk makanan yang terkontaminasi air liur hewan terinfeksi. Penularan juga dapat terjadi melalui hewan domestik.

India sebelumnya telah melaporkan empat wabah virus Nipah, masing-masing di Benggala Barat pada 2001 dan 2007, serta di Negara Bagian Kerala pada 2018 dan 2019, yang mendorong pemerintah meningkatkan kewaspadaan nasional terhadap penyakit zoonosis tersebut.

0 comments

    Leave a Reply