Kementan Beli Benih Jagung ITS Rp10 Miliar untuk 13.000 Hektare | IVoox Indonesia

July 27, 2026

Kementan Beli Benih Jagung ITS Rp10 Miliar untuk 13.000 Hektare

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. ANTARA/Harianto

IVOOX.id – Kementerian Pertanian membeli benih jagung hibrida hasil inovasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) senilai Rp10 miliar untuk memenuhi kebutuhan tanam di lahan seluas 13.000 hektare sebagai upaya meningkatkan produksi jagung nasional.

Mengutip Antara, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam keterangannya, Rabu, 22 Juli 2026, mengatakan benih tersebut akan dibagikan secara gratis kepada petani agar inovasi perguruan tinggi dapat segera diterapkan di lapangan.

Menurut Amran, pembelian benih merupakan bagian dari strategi pemerintah mempercepat peningkatan produksi jagung nasional melalui pemanfaatan teknologi dalam negeri.

Ia mengatakan benih jagung hibrida ITS memiliki potensi produktivitas sekitar 10 ton per hektare dengan penerapan budidaya yang tepat, lebih tinggi dibanding rata-rata nasional.

Amran menambahkan peningkatan produktivitas menjadi strategi utama memperkuat ketahanan pangan tanpa harus memperluas areal tanam yang membutuhkan investasi besar.

Ia menegaskan langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar hasil penelitian perguruan tinggi dimanfaatkan sebagai solusi nyata bagi pembangunan sektor pertanian.

Pemulia benih jagung ITS Muryono mengatakan benih jagung MTE 09 telah siap diproduksi secara massal mulai Oktober untuk memenuhi kebutuhan petani di berbagai daerah.

Menurut dia, dengan penerapan standar operasional prosedur (SOP) budidaya yang tepat, produktivitas benih tersebut berpotensi ditingkatkan hingga sekitar 20 ton per hektare.

Mengutip Antara, Rektor ITS Bambang Pramujati mengatakan pihaknya siap mendukung program swasembada pangan melalui pengembangan benih unggul, mekanisasi pertanian, dan inovasi teknologi lainnya.

Klaim Delapan Komoditas Pangan Capai Swasembada

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan Indonesia telah mencapai swasembada pada delapan komoditas pangan strategis berkat kolaborasi pemerintah, petani, penyuluh, TNI/Polri, pemerintah daerah, akademisi, dan pelaku usaha pertanian.

Ia mengatakan delapan komoditas tersebut meliputi beras, jagung, cabai besar, cabai rawit, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, dan bawang merah.

Menurut Amran, capaian tersebut membuat Indonesia tidak lagi bergantung pada impor untuk komoditas-komoditas tersebut dan sebagian di antaranya telah memasuki pasar ekspor.

Ia mengatakan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) telah melampaui 5 juta ton, yang disebutnya sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

Amran juga menyebut Nilai Tukar Petani (NTP) mencapai 127,73 pada Mei 2026, sedangkan Produk Domestik Bruto (PDB) sektor pertanian tumbuh 5,74 persen.

Menurut dia, capaian tersebut didukung kebijakan pemerintah, antara lain kenaikan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah, perbaikan tata kelola distribusi pupuk, dan penurunan harga pupuk subsidi.

Amran mengatakan pemerintah akan terus meningkatkan produksi pangan, menjaga stabilitas harga, dan meningkatkan kesejahteraan petani.

0 comments

    Leave a Reply