Kebakaran Landa Bukit Savana Propok Gunung Rinjani | IVoox Indonesia

June 4, 2026

Kebakaran Landa Bukit Savana Propok Gunung Rinjani

kebakaran di kawasan hutan Gunung Rinjani, Lombok Timur
Petugas gabungan melakukan pemadaman kebakaran di kawasan hutan Gunung Rinjani, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (3/6/2026). ANTARA/HO-Humas Balai TNGR

IVOOX.id – Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) menyatakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sempat melanda Bukit Savana Propok, kawasan Gunung Rinjani Resort Aikmel Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). 

"Berdasarkan pantauan visual terbaru dari jarak aman pada Rabu siang, kepulan asap maupun titik api terbuka sudah tidak lagi terlihat di area bekas kebakaran, kami memastikan situasi telah sepenuhnya aman dan terkendali," kata Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai TNGR Astekita Ardi di Lombok Timur, Rabu (3/6/2026), dikutip dari Antara.

Ia mengatakan dalam upaya pemadaman secara maraton itu melibatkan tim gabungan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Kahutla), petugas Balai TNGR, serta elemen masyarakat.

"Petugas gabungan berhasil menghentikan perambatan api yang sempat melahap vegetasi sabana kering sejak Selasa siang," katanya.

Peristiwa kebakaran ini pertama kali terdeteksi oleh sistem pemantauan lapangan pada Selasa, 2 Juni 2026, sekitar pukul 11.00 Wita. Lokasi api mula-mula muncul di kawasan Savana Propok 2, tepatnya pada koordinat 50 446438 E dan 9067279 S.

Akibat embusan angin yang cukup kencang serta hamparan rumput yang mulai mengering memasuki musim kemarau, kobaran api dengan cepat meluas hingga membakar sebagian vegetasi di kawasan Savana Propok 1.

Dalam merespons situasi darurat tersebut, Kelompok Pengelola Savana Propok langsung bergerak cepat dengan menerjunkan sedikitnya 15 personel ke lokasi kejadian pada pukul 13.00 Wita.

Kendati tim telah melakukan pemadaman secara intensif hingga menjelang pukul 18.00 Wita, medan yang sulit serta keterbatasan alat membuat bara api belum sepenuhnya dapat dikendalikan pada malam pertama.

"Kondisi medan dan gelapnya malam sempat menjadi kendala utama bagi para petugas di lapangan," katanya.

Ia mengatakan hingga Selasa, pukul 19.00 Wita, api memang masih terpantau aktif di beberapa bagian kawasan yang terdampak.

Mengingat kondisi telah memasuki malam hari dengan tingkat pencahayaan yang terbatas serta mempertimbangkan faktor keselamatan personel yang bertugas, pemadaman dihentikan sementara dan dilanjutkan pada Rabu pagi.

"Memasuki Rabu pagi, skenario penanganan berjalan dengan sangat efektif. Tim gabungan kembali bergerak ke lokasi guna melakukan penyisiran total untuk memastikan tidak ada lagi bara api tersembunyi," katanya.

0 comments

    Leave a Reply