Jelang Musim Wisuda, Jobstreet by SEEK Soroti Pentingnya Perusahaan Gelar Program Magang yang Adil

IVOOX.id – Menjelang musim wisuda dan meningkatnya jumlah mahasiswa tingkat akhir yang bersiap memasuki dunia kerja, Jobstreet by SEEK mengingatkan pentingnya perusahaan menghadirkan program magang yang adil, relevan, dan memberikan pengalaman belajar yang berkualitas bagi talenta muda.
Hal tersebut terungkap dalam Laporan Eksklusif Hiring, Compensation & Benefits 2025 yang dirilis Jobstreet by SEEK. Laporan tersebut menunjukkan bahwa program magang yang dirancang dengan baik dapat menjadi strategi efektif bagi perusahaan dalam menarik dan menyiapkan talenta masa depan.
Salah satu temuan yang menjadi sorotan adalah masih adanya perusahaan yang memanfaatkan tenaga kerja kontrak atau temporer untuk menekan biaya operasional. Berdasarkan laporan tersebut, sebanyak 21 persen perusahaan mengaku merekrut pekerja kontrak dengan tujuan utama menghemat biaya pegawai.
Jobstreet by SEEK menilai praktik serupa tidak seharusnya diterapkan dalam program magang. Program magang idealnya difokuskan pada pengembangan kompetensi dan pengalaman kerja, bukan menjadikan peserta magang sebagai alternatif tenaga kerja murah.
Head of Country Marketing Indonesia Jobstreet by SEEK, Sawitri, menegaskan bahwa magang harus tetap menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa sebelum memasuki dunia profesional.
“Program magang pada dasarnya adalah ruang pembelajaran bagi mahasiswa tingkat akhir untuk beradaptasi dengan lingkungan kerja profesional, memahami ritme kerja, dan mempersiapkan diri sebelum benar-benar terjun ke dunia kerja. Karena itu, magang tidak seharusnya bergeser dari fungsi utamanya sebagai ruang pembelajaran menjadi sekadar sumber tenaga kerja berbiaya rendah, ataupun diposisikan sebagai mata pencaharian utama, melainkan sebagai jembatan transisi yang membantu talenta muda membangun kesiapan kerja,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Ivoox.id Senin (8/6/2026).
Selain pengalaman belajar, Jobstreet by SEEK juga menyoroti pentingnya kompensasi yang layak bagi peserta magang. Menurut perusahaan, pemberian uang saku atau gaji yang sesuai tidak hanya mendukung peserta secara finansial, tetapi juga menciptakan akses yang lebih inklusif bagi kandidat dari berbagai latar belakang ekonomi.
Laporan tersebut mencatat sebanyak 47 persen perusahaan telah menyediakan program apprenticeship atau mentoring sebagai bagian dari pengembangan talenta. Sementara itu, 56 persen perusahaan di Indonesia juga telah mengadopsi inisiatif Diversity, Equity & Inclusion (DEI).
Jobstreet by SEEK menilai komitmen DEI perlu diwujudkan secara nyata dengan membuka kesempatan magang yang setara bagi seluruh calon peserta tanpa hambatan finansial. Tanpa kompensasi yang memadai, kesempatan magang berisiko hanya dinikmati oleh kelompok yang memiliki kemampuan ekonomi lebih baik.
Selain mendukung keberagaman, program magang berbayar juga dinilai memberikan manfaat strategis bagi perusahaan. Mulai dari memperkuat citra perusahaan sebagai tempat kerja pilihan, memperluas akses terhadap kandidat berkualitas, hingga meningkatkan keterlibatan dan produktivitas peserta magang.


0 comments