September 19, 2019

Jangan Remehkan Pendidikan Vokasi, Coba Kenali !

IVOOX.id, Jakarta - Upaya pemerintah mendorong Pendidikan Vokasi sepertinya berbuah manis, Pendidikan Kejuruan atau dikenal sebagai pendidikan vokasi atau skill based, semakin lama semakin populer. Jangan remehkan, ternyata banyak juga perusahaan yang tertarik dengan lulusan Pendidikan Vokasi.

Keunggulan Pendidikan kejuruan salahsatunya menekankan pada keahlian praktikal yang dibutuhkan untuk langsung terjun ke dunia kerja. Program- program yang diajarkan sangat spesifik. Misalnya: Seni Kuliner Prancis: Patisserie, Multimedia: Character Design, dan lain sebagainya yang benar-benar membutuhkan keahlian praktikal.

Dengan program yang spesifik, para siswa diarahkan menjadi orang yang ahli di salah satu bidang. Dengan program yang spesifik juga membuat para siswa akan siap bekerja saat lulus nanti.

BACA JUGA: Lulusan Pendidikan Vokasi Primadona Industri

Berikut adalah beberapa keistimewaan Pendidikan Vokasi:

1. Lebih Praktikal

Sebuah kelas dalam Pendidikan Vokasi cenderung tidak membosankan. karena dalam pendidikan vokasi siwa benar-benar dilatih keahlian praktikalnya, jadi teori hanya sedikit dipelajari. Jika kamu merasa menghadiri kelas kuliah membosankan, tidak suka mengerjakan tugas dan dinilai dengan cara ujian, mengapa tidak mempertimbangkan pendidikan vokasi?

2. Banyak pilihan institusi

Berbeda dengan pendidikan gelar sarjana dan sebagainya, pendidikan vokasi ditawarkan lebih banyak institusi, baik itu universitas, kolese, politeknik, pusat pelatihan ataupun institusi-institusi lainnya yang berspesialisasi menyelenggarakan program pendidikan vokasi.

3. Beragam pilihan program

Para siwa juga benar-benar dibeikan banyak pilihan sesuai dengan minatnya. . Banyak sekali bidang yang tersedia mulai dari pariwisata dan perhotelan, manajemen retail, pengembangan software, desain interior, teknik otomotif, penata rambut hingga kuliner. Pendidikan vokasi mengajarkan keahlian praktikal yang dibutuhkan untuk terjun langsung ke industri serta membahas topik yang lebih spesifik. sedangkan pendidikan Non Vokasi lebih mambahasnya secara umum.

Program pendidikan vokasi merupakan salah satu upaya pemerintah Indonesia dalam meningkatkan kualitas dan daya saing Sumber Daya Manusia (SDM) guna memenangkan kompetisi di era industri 4.0. Empat program besar pun dirumuskan di tahun ini, mulai dari inovasi sistem pendidikan hingga penyaluran skill para siswa dengan tepat.

Pengembangan SDM melalui SMK vokasi berdasarkan potensi daerah menjadi prioritas pemerintah selama 2018-2019. Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, menjelaskan pentingnya sinergisitas antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas lulusan SMK.

BACA JUGA: Tahun Ini Anggaran Pendidikan Vokasi Rp.25,9 T, Bukti Pemerintah Serius !

“Intinya bahwa pemerintah daerah perlu memperhatikan angka pengangguran terbuka di daerahnya masing-masing karena apa yang dilakukan daerah terutama dari segi pendidikan tingkat umum dan vokasi adalah tanggung jawab pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Mendikbud memang bisa melakukan supervisi, berusaha memperbaiki, tapi kewenangan sehari-hari ada di level pemerintahan provinsi," terangnya.

Pendidikan Vokasi adalah upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas SDM di Indonesia. Harapannya SDM dapat terserap oleh industry, meningkatkan produktifitas sekaligus menurunkan angka penganguran.

0 comments

    Leave a Reply