Indonesia Economic Summit 2026 Tegaskan Strategi Pertumbuhan Jangka Panjang Berbasis Investasi, SDM, dan Ekonomi Hijau | IVoox Indonesia

February 6, 2026

Indonesia Economic Summit 2026 Tegaskan Strategi Pertumbuhan Jangka Panjang Berbasis Investasi, SDM, dan Ekonomi Hijau

Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia untuk Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo
Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia untuk Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, saat enjadi peater dalam Indonesia Econoic Summit di Jakarta Rabu (4/2/2026). IVOOX.ID/Fahrurrazi Assyar 

IVOOX.id – Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia untuk Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo menyampaikan bahwa arah pembangunan Indonesia ke depan tidak terlepas dari agenda transisi hijau. “Visi Indonesia ke depan adalah menjadi kekuatan hijau global yang relevan dan berdaya saing. Dengan menyelaraskan dekarbonisasi industri hilir dan perlindungan sistem alam, Indonesia menempatkan keberlanjutan sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Pendekatan ini menegaskan bahwa transisi hijau bukanlah beban pembangunan, melainkan sumber keunggulan strategis Indonesia dalam tatanan ekonomi global,” ujarnya di sela Indonesian Business Council (IBC) di Shangri-La Hotel, Jakarta, Rabu (4/2/2026). 

Komitmen serupa ditegaskan Ketua Dewan Pengawas Indonesian Business Council, Arsjad Rasjid. Ia menilai strategi investasi nasional harus dibangun di atas fondasi yang kokoh. “Strategi investasi Indonesia harus bertumpu pada tiga fondasi utama: kepastian, permodalan, dan kapabilitas. Dengan memperkuat tata kelola serta kredibilitas pasar, sekaligus memobilisasi bauran investasi publik dan swasta yang tepat, Indonesia dapat mengonversi minat global menjadi peningkatan produktivitas, penciptaan lapangan kerja berkualitas, dan daya saing jangka panjang yang berkelanjutan,” kata Arsjad.

Selain investasi, peran sumber daya manusia menjadi perhatian utama dalam memastikan pertumbuhan ekonomi bersifat inklusif dan berkelanjutan. Tantangan Indonesia tidak hanya menjaga laju pertumbuhan, tetapi juga memastikan peningkatan produktivitas dan kualitas tenaga kerja melalui penciptaan lapangan kerja formal dan bernilai tambah. Hal ini menuntut koordinasi kebijakan lintas sektor antara pengembangan keterampilan, arah investasi, dan pemanfaatan teknologi.

Chief Operating Officer Indonesian Business Council, William Sabandar, menegaskan pentingnya konsistensi arah investasi terhadap penguatan kapasitas SDM. “Pertumbuhan ekonomi yang berkualitas hanya dapat dicapai apabila investasi diarahkan secara konsisten untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia. Indonesia membutuhkan ekosistem yang mampu menyelaraskan pengembangan talenta, kebutuhan industri, dan agenda transformasi ekonomi, sehingga pertumbuhan tidak hanya tercermin dalam angka, tetapi juga dalam peningkatan produktivitas, kualitas pekerjaan, dan daya saing,” ujarnya.

Indonesian Business Council (IBC) menggelar Indonesia Economic Summit (IES) 2026 di Shangri-La Hotel, Jakarta, pada 3–4 Februari 2026. Forum strategis ini dihadiri delegasi dan pembicara dari 53 negara, yang mempertemukan unsur pemerintah, pelaku usaha, investor global, akademisi, serta mitra internasional. IES 2026 menegaskan arah pembangunan ekonomi jangka panjang Indonesia yang bertumpu pada peningkatan kualitas investasi, penguatan sumber daya manusia, serta percepatan transisi menuju ekonomi hijau yang berdaya saing, sekaligus memperkokoh posisi Indonesia sebagai pusat pertumbuhan dan tujuan investasi utama di kawasan.

Rangkaian diskusi menghadirkan sejumlah tokoh kunci internasional dan nasional, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Premier Sarawak Datuk Patinggi Tan Sri Abang Haji Abdul Rahman Zohari bin Tun Datuk Abang Haji Openg, Chairman of the Board of Trustees Islamic Chamber of Commerce and Development (ICCD) Abdullah Saleh Kamel, Menteri Promosi Ekspor, Perdagangan Internasional, dan Pembangunan Ekonomi Kanada periode 2018–2025 Mary Ng, serta Utusan Khusus Australia untuk Asia Tenggara Nicholas Moore AO. Para pembicara sepakat menempatkan investasi berkualitas sebagai pilar utama dalam memperkuat ketahanan dan daya saing ekonomi Indonesia.

Diskusi menekankan pentingnya kepastian regulasi, kelayakan proyek, serta penyelarasan kebijakan industri agar Indonesia mampu menarik investasi jangka panjang yang bernilai tambah dan berdampak nyata bagi perekonomian nasional. Keberlanjutan, yang mencakup pengelolaan sumber daya air, energi, dan sistem alam, dipandang telah bertransformasi menjadi isu ekonomi inti yang menopang produktivitas, ketahanan, dan pertumbuhan jangka panjang.

0 comments

    Leave a Reply