HSG Sempat Berbalik Arah, Pasar Cermati Kebijakan Menkeu Suahasil dan The Fed

IVOOX.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa, 15 September 2026, diperkirakan bergerak sideways di tengah pelaku pasar mencermati kebijakan Menteri Keuangan Suahasil Nazara dan arah kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed.
IHSG dibuka menguat 10,08 poin atau 0,15 persen ke posisi 6.544,77. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 1,20 poin atau 0,18 persen ke posisi 660,23.
“Diperkirakan IHSG bergerak sideways pada kisaran 6.400-6.600 pada perdagangan Selasa,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Selasa (15/9/2026), dikutip dari Antara.
Dari dalam negeri, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan yang baru, menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Sebelumnya Suahasil menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan sejak era Presiden Joko Widodo.
Ratna mengatakan pergantian Menteri Keuangan diharapkan akan lebih menjaga kredibilitas dan disiplin fiskal, sehingga menjaga defisit APBN tetap aman di bawah batas 3 persen.
"Selain karena sudah menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan dalam waktu yang relatif lama, diharapkan Suahasil dapat memahami secara rinci mengenai postur anggaran sehingga transisi pelaksanaan kebijakan fiskal berjalan dengan lancar," ujar Ratna.
Selain itu, ia melanjutkan investor juga mengharapkan Suahasil dapat mengembalikan kredibilitas dan konsistensi fiskal, sehingga dapat mengembalikan kepercayaan investor domestik dan global terhadap ekonomi makro dan pasar keuangan Indonesia.
Apabila hal tersebut terjadi, diharapkan dapat mendorong terjadinya capital inflow sehingga Rupiah menguat, yield SBN mengalami penurunan, serta IHSG lebih stabil.
“Bagi bursa saham, dampak jangka pendek diperkirakan akan cenderung fluktuatif. Sedangkan dampak jangka panjang, investor akan menantikan realisasi kebijakan yang diterapkan,” ujar Ratna.
Dari mancanegara, pelaku pasar mencermati pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed pada 15-16 September 2026, yang berdasarkan CME FedWatch dengan probabilitas 73 persen, The Fed akan menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin (bps),
Sementara itu, harga minyak mentah global masih tinggi yaitu berada di atas level 100 dolar AS per barel, setelah Arab Saudi menutup jalur pipa yang melintasi wilayah di luar Selat Hormuz
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump dan media Iran memberikan laporan bahwa mengenai kemungkinan tercapainya kesepakatan, yang turut meredam dampak penurunan saham teknologi
Bursa Eropa mayoritas melemah pada penutupan Senin, 14 September 2026, diantaranya Euro Stoxx 50 melemah 0,79 persen, indeks FTSE 100 Inggris menguat 0,44 persen, indeks DAX Jerman melemah 0,50 persen, dan indeks CAC 40 Prancis melemah 0,76 persen.
Sementara bursa Wall Street AS kompak melemah pada penutupan Senin, 14 September 2026, diantaranya indeks S&P 500 melemah 0,48 persen ke level 7.619,98, indeks Nasdaq Composite melemah 0,56 persen ke 26.186,41, serta Dow Jones Industrial Average melemah 0,29 persen ke 52.421,20.
Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei menguat 0,91 persen ke 64.068,00, indeks Shanghai melemah 0,09 persen ke 3.888,25, indeks Kospi menguat 0,13 persen ke 6.693,46, indeks Hang Seng melemah 0,25 persen ke 24.855,00, dan indeks Straits Times melemah 1,07 persen ke 5.657,98.
IHSG Sempat Berbalik Arah Respons Pelantikan Suahasil
Sebelumnya, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin, 14 September 2026, sore berbalik arah mulai menguat, seiring pelaku pasar merespon positif pelantikan Menteri Keuangan Suahasil Nazara yang dinilai sebagai figur yang dekat dengan pengelolaan fiskal.
Sempat turun 2,5 persen, IHSG berbalik menguat dan ditutup melemah tipis 0,10 persen ke posisi 6.534,69. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 9,31 poin atau 1,43 persen ke posisi 659,03.
"Pasar tampaknya merespons cukup positif karena Suahasil Nazara merupakan figur yang sudah sangat familiar dengan pengelolaan fiskal dan struktur Kementerian Keuangan, sehingga ada ekspektasi continuity kebijakan tetap terjaga,” ujar Pengamat Pasar Modal Elandry Pratama saat dihubungi oleh Antara di Jakarta, Senin (14/9/0226), dikutip dari Antara.
Elandry mengatakan risk appetite (selera risiko) investor membaik cukup signifikan, tercermin dari menguatnya IHSG dari sebelumnya sempat melemah signifikan sebesar 2,5 persen menjadi hanya melemah tipis 0,10 persen pada penutupan Senin.
Namun demikian, Ia mengingatkan pelaku pasar tetap perlu hati-hati mengaitkan kenaikan IHSG sepenuhnya dengan reshuffle, karena market sentiment pada perdagangan hari ini juga dipengaruhi oleh faktor global dan pergerakan harga komoditas. Pelaku pasar ke depan, kata dia, akan mencermati arah kebijakan Suahasil, terutama terkait disiplin fiskal, defisit APBN, pengelolaan utang serta koordinasi kebijakan fiskal dan moneter.
"Ke depan, pasar akan lebih melihat bagaimana arah kebijakan fiskal pemerintahan setelah pergantian ini dan apakah mampu menjaga confidence investor,” ujar Elandry.
Dibuka melemah, IHSG betah di teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tiga sektor menguat yaitu sektor keuangan turun paling dalam sebesar 0,74 persen, diikuti oleh sektor industri dan sektor barang konsumen primer yang turun masing-masing sebesar 0,40 persen dan 0,02 persen.
Sedangkan delapan sektor melemah yaitu sektor kesehatan turun paling dalam sebesar 2,15 persen, diikuti oleh sektor energi dan sektor infrastruktur yang turun sebesar 1,49 persen dan 1,45 persen.
Adapun, saham-saham yang mengalami penguatan harga terbesar yaitu SEMA, LAPD, MPIX, ALKA, dan FORU. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni EMAS, ASLI, SRAJ, BYAN dan LUCY.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.101.000 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 34,25 miliar lembar saham senilai Rp17,98 triliun. Sebanyak 229 saham naik, 455 saham menurun dan 279 tidak bergerak nilainya.


0 comments