Google dan YouTube Luncurkan AKSI Digital untuk Perkuat Keamanan dan Kesejahteraan Digital Keluarga Indonesia

IVOOX.id – Google dan YouTube meluncurkan AKSI Digital (Anak & Keluarga Sigap Digital), sebuah inisiatif kolaboratif untuk memberdayakan keluarga Indonesia agar mampu menjelajahi internet secara aman, bertanggung jawab, dan produktif. Program ini dirancang dengan membekali komunitas sekolah, kreator, serta keluarga melalui berbagai alat dan pelatihan berstandar global guna melindungi remaja sekaligus membantu mereka berkembang di ruang digital yang kian kompleks.
Sebagai bagian dari inisiatif tersebut, Google dan YouTube bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI), Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Universitas Indonesia, serta Pemerintah Kota Jakarta untuk meluncurkan Buku Saku Kesejahteraan Digital (Digital Wellbeing Guidebook). Bersamaan dengan itu, digelar pula uji coba pelatihan guru konseling yang akan membekali 2.500 guru di Jakarta dengan kompetensi dan perangkat pendukung kesehatan mental remaja. Program ini menempatkan guru sebagai garda terdepan dalam menciptakan ekosistem pembelajaran digital yang lebih tangguh dan berempati.
Vice President of YouTube Public Policy, Leslie Miller, menegaskan peran YouTube yang terus berkembang sebagai sumber pembelajaran berkelanjutan. “Di Indonesia, YouTube telah berevolusi menjadi sumber daya yang mendorong bangsa dalam kondisi pembelajaran terus-menerus, membuka dunia penemuan dan kemungkinan bagi generasi berikutnya. Dengan bekerja bahu-membahu melalui inisiatif seperti AKSI Digital, kita dapat memastikan generasi mendatang memiliki pengetahuan dan ketangguhan yang mereka butuhkan untuk berkembang di era digital,” ujarnya. Ia menambahkan, “Filosofi kami dalam mendukung generasi muda itu sederhana: Kami bertujuan untuk melindungi mereka di dunia digital, bukan dari dunia digital.” Katanya dalam keterangan resmi yang diterima Ivoox.id Kamis (29/1/2026).
Komitmen tersebut tercermin melalui pengembangan berbagai fitur pendukung, seperti pengatur durasi menonton Shorts dan pengingat Waktu Tidur yang dapat disesuaikan. Fitur ini membantu orang tua menetapkan batasan digital yang sehat, sekaligus menjadi bagian dari upaya YouTube meningkatkan kualitas rekomendasi konten ramah remaja yang sesuai usia dan bernilai edukatif.
Berbagai survei menunjukkan peran signifikan YouTube dalam dunia pendidikan. Sebanyak 89 persen orang tua menyatakan anak mereka memperoleh manfaat belajar dari YouTube, sementara 92 persen menilai platform tersebut membuat pendidikan lebih mudah diakses. Di lingkungan sekolah, 82 persen guru menyebut YouTube membantu siswa memahami materi kompleks, dan 96 persen guru mengintegrasikan YouTube dalam tugas pembelajaran.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyambut baik kolaborasi ini. “Pemprov DKI Jakarta menyambut baik kolaborasi ini sebagai bentuk nyata dukungan terhadap perwujudan anak, keluarga, dan lingkungan sekolah yang sigap digital,” ujarnya. Menurutnya, kerja sama ini mencakup penguatan kesehatan mental remaja, pelatihan guru bimbingan konseling, program YouTube Health, hingga pelatihan pembuatan konten edukasi digital.
AKSI Digital disebut sebagai komitmen jangka panjang bagi ekosistem digital Indonesia. Setelah uji coba di Jakarta, para mitra berencana mengevaluasi dan memperluas program ini ke berbagai daerah guna mendukung keluarga dan pendidik di seluruh Indonesia, sekaligus memperkuat visi masa depan digital yang aman dan produktif.


0 comments