Disparbud Sebut Lebih dari 15 Ribu Orang Kunjungi Dieng Selama Dieng Culture Festival 2026

IVOOX.id – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, memperkirakan lebih dari 15 ribu orang mengunjungi kawasan Dieng selama penyelenggaraan Dieng Culture Festival (DCF) XVI Tahun 2026.
Kepala Disparbud Kabupaten Banjarnegara Tursiman mengatakan perkiraan tersebut didasarkan pada jumlah partisipan serta kepadatan wisatawan di berbagai arena selama DCF 2026 yang berlangsung pada 28-30 Agustus.
"Mungkin lebih dari 15.000 wisatawan termasuk yang paket ‘kan ada sekitar 5.000 partisipan. Kalau dihitung seluruh arena, perkiraannya lebih dari itu," kata Tursiman di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Banjarnegara, Minggu (30/8/2026), dikutip dari Antara.
Menurut dia, kepadatan wisatawan mulai terjadi sejak Sabtu (29/8) pagi ketika sejumlah agenda utama DCF digelar, salah satunya ruwatan anak berambut gimbal.
Meskipun dipadati pengunjung, dia mengatakan pelaksanaan kegiatan berjalan lancar dan lebih tertata.
"Yang paling padat memang tadi malam, luar biasa. Alhamdulillah berjalan lancar dan lebih tertata," katanya.
Ia mengatakan tingginya kunjungan wisatawan berpotensi meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat.
Berdasarkan informasi yang dirilis Bank Indonesia, kata dia, perputaran uang selama DCF XV Tahun 2025 yang berlangsung dua hari mencapai sekitar Rp50 miliar.
"Kalau sekarang ya lebih dari itulah," katanya menegaskan.
Kendati demikian, pihaknya akan mengevaluasi berbagai aspek penyelenggaraan DCF 2026, termasuk kepadatan lalu lintas dan pengelolaan sampah yang selama ini menjadi persoalan klasik.
Menurut dia, kemacetan pada DCF 2026 mulai dapat diatasi sehingga kendaraan tetap bergerak meskipun terjadi kepadatan.
"Walaupun padat merayap, tetap berjalan. Alhamdulillah semua peran, termasuk masalah sampah dan sebagainya, sudah bisa teratasi dan nanti dievaluasi," katanya.
Sementara itu, Koordinator Panitia DCF XVI Tahun 2026 Alif Faozi mengatakan evaluasi terhadap pelaksanaan festival selama tiga hari akan dilakukan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pada tahun berikutnya.
Menurut dia, ketepatan waktu sejumlah agenda perlu diperbaiki, termasuk pembukaan dan Kongkow Budaya yang mengalami sedikit pergeseran waktu.
"Memang ada beberapa timing (penentuan waktu) yang perlu ditepatkan waktunya," kata Alif, dikutip dari Antara.
Selain itu, kata dia, Festival Caping Gunung juga perlu dimaksimalkan pelaksanaannya.
Terkait jumlah partisipan DCF XVI yang membeli paket suvenir, dia mengatakan berdasarkan data penjualan paket mencapai kisaran 5.000 orang.
“Namun saya belum update ke sekretariat terkait jumlah partisipan yang hadir,” kata dia yang juga Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Dieng Pandawa.
Sebelumnya, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Purwokerto Aswin Gantina mengharapkan perputaran uang selama DCF 2026 dapat melampaui capaian tahun sebelumnya yang mencapai sekitar Rp50 miliar.
"Harapannya melampaui tahun lalu. Ini kan salah satu upaya untuk terus menggerakkan ekonomi," kata Aswin di Desa Dieng Kulon, Jumat (28/8/2026), dikutip dari Antara.
Ia mengatakan DCF bukan hanya menjadi agenda Pemerintah Kabupaten Banjarnegara, tetapi merupakan kegiatan kolaboratif yang melibatkan berbagai pihak dan memiliki keterkaitan antara budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif.
Aswin menilai kolaborasi ketiga sektor tersebut dapat memperluas dampak penyelenggaraan festival terhadap perekonomian daerah.
Festival Kopi Dieng Catat Transaksi Rp15 Miliar
Festival Kopi Dieng yang menjadi bagian dari rangkaian Dieng Culture Festival (DCF) XVI Tahun 2026 mencatat transaksi sekitar Rp15 miliar selama pelaksanaannya di Desa Dieng Kulon, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, 28-30 Agustus.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Banjarnegara Tursiman mengatakan capaian tersebut menunjukkan Festival Kopi Dieng yang baru dirintis dalam rangkaian DCF memiliki potensi besar dalam mendorong perekonomian daerah.
"Di Festival Kopi ini ada transaksi sekitar Rp15 miliar. Ini luar biasa dan baru dari Festival Kopi, belum dari kegiatan lain dalam DCF 2026," kata Tursiman di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Banjarnegara, Minggu (30/8/2026), dikutip dari Antara.
Ia mengatakan Festival Kopi Dieng menghadirkan kopi dari berbagai daerah di Indonesia maupun sejumlah daerah di Banjarnegara.
Dalam hal ini, kegiatan tersebut juga menghadirkan kopi yang dibudidayakan 14 pegiat Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) dari berbagai wilayah Indonesia yang difasilitasi Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum serta 35 produk kopi dari sejumlah kecamatan di Banjarnegara.
Menurut dia, transaksi yang tercatat dalam festival tersebut menjadi indikator bahwa kopi memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai salah satu komoditas unggulan sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.
"Insyaallah, kita sedang ngegas. Dengan potensi alam Banjarnegara dan kopi yang luar biasa, ini mudah-mudahan bisa terus mendongkrak perekonomian," katanya.
Ia mengharapkan pengembangan Festival Kopi Dieng dapat memperluas pasar kopi Banjarnegara sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas tersebut dari hulu hingga hilir.
Tursiman mengatakan Pemkab Banjarnegara akan menghitung keseluruhan nilai transaksi selama DCF XVI Tahun 2026 bersama sejumlah pihak, termasuk Bank Indonesia (BI), yang memiliki pemetaan mengenai dampak ekonomi kegiatan tersebut.
Sebelumnya, Ketua Panitia Festival Kopi Dieng Alif Zain Fahmi mengatakan kegiatan tersebut turut difasilitasi Bank Indonesia yang selama ini mendukung pengembangan kopi di Banjarnegara.
Menurut dia, dukungan BI dilakukan melalui berbagai kegiatan yang menunjang pengembangan industri kopi, mulai dari sektor hulu hingga hilir.
"Bank Indonesia selama ini mendukung pengembangan kopi di Banjarnegara melalui kegiatan-kegiatan untuk menunjang pengembangan industri kopi mulai dari hulu sampai dengan hilir," katanya di lokasi kegiatan, Jumat (28/8/2026), dikutip dari Antara.
Ia mengharapkan nilai transaksi Festival Kopi Dieng tahun ini dapat melampaui capaian tahun sebelumnya, seiring dengan semakin banyaknya tenant yang berpartisipasi.
"Harapan kami semoga tahun ini bisa tembus, paling enggak tiga digit. Semoga saja, karena tahun kemarin dengan jumlah tenant yang sedikit saja sudah tembus dua digit, semoga tahun ini bisa tembus tiga digit dari total tenant," katanya.
DCF XVI Tahun 2026 berlangsung pada 28-30 Agustus dengan menghadirkan sejumlah kegiatan budaya, pariwisata, ekonomi kreatif, dan Festival Kopi Dieng sebagai salah satu agenda untuk memperkuat potensi ekonomi daerah.


0 comments