Dinkes Sleman Ungkap Hasil Investigasi Awal Dugaan Gangguan Kesehatan Usai Konsumsi MBG di Turi | IVoox Indonesia

Dinkes Sleman Ungkap Hasil Investigasi Awal Dugaan Gangguan Kesehatan Usai Konsumsi MBG di Turi

paket Makanan Bergizi Gratis (MBG) salah satu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sleman
Ilustrasi: Petugas menyiapkan paket Makanan Bergizi Gratis (MBG) salah satu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sleman, D.I. Yogyakarta. ANTARA/Rahid Putra Laksana (.)

IVOOX.id – Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman bersama Puskesmas Turi dan Field Epidemiology Training Program (FETP) Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan verifikasi kasus dan investigasi terhadap dugaan gangguan kesehatan yang dilaporkan setelah konsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wonokerto, Kapanewon Turi.

Investigasi dilakukan setelah Dinkes Sleman menerima notifikasi dari Puskesmas Turi terkait adanya penerima MBG yang mengalami sejumlah keluhan kesehatan. Berdasarkan hasil penyelidikan epidemiologi (PE) sementara hingga Senin (7/9/2026) pukul 20.30 WIB, sebanyak 261 responden telah diperiksa.

Dari jumlah tersebut, 35 orang dilaporkan mengalami keluhan kesehatan, sementara 226 orang tidak mengalami keluhan. Sebanyak 204 responden tercatat mengonsumsi MBG yang didistribusikan dari SPPG Wonokerto.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, dr. Khamidah Yuliati, MMR, mengatakan proses verifikasi dan investigasi dilakukan bersama sejumlah pihak untuk mengetahui pola kejadian serta kemungkinan sumber gangguan kesehatan.

“Dinkes Kabupaten Sleman bersama Puskesmas Turi dan FETP UGM telah melakukan verifikasi kasus serta investigasi. Hasil sementara dari 261 responden, 35 orang mengalami keluhan kesehatan dan 204 responden tercatat mengonsumsi MBG,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (8/9/2026).

Adapun keluhan kesehatan yang paling banyak ditemukan berupa pusing dan sakit perut, masing-masing mencapai 86 persen. Keluhan lainnya meliputi mual sebesar 69 persen, sakit kepala 66 persen, lemah 54 persen, serta muntah 34 persen.

Berdasarkan PE sementara, satu pasien masih menjalani rawat inap di RSUD Sleman hingga Senin malam. Sementara itu, 19 orang menjalani rawat jalan, tujuh orang memilih berobat secara mandiri, dan sembilan orang tidak menjalani pengobatan.

Kasus terbanyak sementara ditemukan di SMPN 3 Turi. Dari 162 responden di sekolah tersebut, tercatat 30 orang mengalami keluhan kesehatan.

Meski demikian, Dinkes Sleman belum menyimpulkan bahwa gangguan kesehatan tersebut disebabkan oleh menu tertentu dalam MBG. Hasil analisis epidemiologi terhadap lima menu yang disajikan belum menunjukkan hubungan yang signifikan secara statistik.

“Analisis epidemiologi terhadap menu MBG belum menunjukkan hubungan yang signifikan secara statistik. Bola-bola sapi goreng menunjukkan ukuran asosiasi paling tinggi dan masih menjadi bagian yang ditelusuri dalam investigasi, tetapi belum dapat dinyatakan sebagai penyebab kejadian,” kata dr. Yuli.

Untuk mendukung proses penyelidikan, Dinkes Sleman telah mengambil sampel makanan dan air dari SPPG Wonokerto. Sampel tersebut telah dikirim untuk pemeriksaan laboratorium pada Senin, 7 September 2026, sementara hasil pemeriksaan masih dalam proses.

Sebagai langkah pencegahan, konsumsi dan distribusi MBG di lokasi penerima dihentikan sementara setelah laporan kejadian diterima. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah munculnya kasus tambahan.

Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 867 porsi MBG telah terlanjur diterima, dibagikan, dan dikonsumsi oleh penerima di enam satuan pendidikan.

Dinkes Sleman bersama pihak terkait kini masih menelusuri rantai pasokan makanan, faktor lingkungan, serta melakukan analisis epidemiologi lanjutan. Investigasi tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi sumber maupun penyebab gangguan kesehatan yang dilaporkan.

“Pemkab Sleman terus melakukan pemantauan terhadap kondisi penerima MBG dan berkoordinasi dengan puskesmas, sekolah, SPPG, serta pihak terkait. Kesimpulan mengenai sumber dan penyebab kejadian akan disampaikan setelah seluruh hasil pemeriksaan dan investigasi diperoleh,” ujarnya.

0 comments

    Leave a Reply