Dana Riset Naik Jadi Rp12 Triliun, Anggota DPR: Pembangunan Negara Harus Memiliki Landasan Riset Kuat | IVoox Indonesia

12 Maret 2026

Dana Riset Naik Jadi Rp12 Triliun, Anggota DPR: Pembangunan Negara Harus Memiliki Landasan Riset Kuat

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih. ANTARA/HO-Humas DPR RI.

IVOOX.id – Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih memberikan apresiasi tinggi terhadap keputusan Presiden Prabowo Subianto yang menambah anggaran dana riset nasional menjadi Rp12 triliun. Kebijakan tersebut dinilai sebagai langkah strategis yang menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam membangun tata kelola negara berbasis data dan keilmuan.

Keputusan penambahan anggaran riset itu diambil Presiden Prabowo usai menggelar pertemuan tatap muka dengan sekitar 1.200 rektor dan guru besar dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Menurut Fikri, langkah tersebut mencerminkan upaya membangun budaya baru dalam pemerintahan, di mana pengambilan kebijakan melibatkan langsung kalangan akademisi sebagai sumber pemikiran dan rujukan ilmiah.

“Tradisi komunikasi langsung antara kepala negara dan pimpinan akademisi sangat krusial agar informasi mengenai penyelenggaraan pemerintahan dapat tersampaikan secara utuh dan transparan kepada para pemikir bangsa,” kata Fikri dalam keterangan resmi yang diterima ivoox.id Sabtu (17/1/2026).

Legislator Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menilai, pertemuan Presiden dengan ribuan pimpinan perguruan tinggi merupakan momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan dunia akademik. Hal ini sejalan dengan konsep kolaborasi yang melibatkan unsur akademisi, bisnis, pemerintah, komunitas, dan media dalam mendorong pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Fikri menegaskan, forum semacam itu tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial semata. Menurutnya, pertemuan harus dirancang sebagai sarana komunikasi dua arah yang efektif, di mana para pimpinan perguruan tinggi diberi ruang luas untuk menyampaikan pandangan dan masukan secara langsung kepada Presiden.

“Masukan dari para pakar ini sangat dibutuhkan untuk memastikan arah kebijakan negara tetap berada di jalur yang tepat dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah,” kata legislator dari daerah pemilihan IX Jawa Tengah yang meliputi Kota Tegal, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Brebes.

Dampak positif dari komunikasi langsung tersebut, lanjut Fikri, sudah terlihat nyata melalui kebijakan konkret di bidang riset. Ia menyoroti respons cepat Presiden Prabowo yang langsung memberikan perhatian serius terhadap dunia penelitian nasional. Anggaran dana riset yang sebelumnya dialokasikan sebesar Rp8 triliun kini ditambah sekitar Rp4 triliun, sehingga total mencapai Rp12 triliun.

Bagi Komisi X DPR RI, peningkatan anggaran tersebut menjadi angin segar bagi dunia pendidikan tinggi dan penelitian untuk terus berinovasi serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.

“Kenaikan signifikan ini menunjukkan pemahaman mendalam Presiden bahwa pembangunan sebuah negara yang maju harus memiliki landasan riset yang kuat dan teruji,” ujarnya.

Prabowo Tambah Dana Riset Jadi Rp12 Triliun

Presiden Prabowo Subianto menambah besaran pagu dana riset hingga Rp4 triliun atau 50 persen dari angka semula Rp8 triliun sehingga total pagu pada tahun 2026 mencapai Rp12 triliun.

Di hadapan 1.200 guru besar, dekan, dan rektor dari berbagai perguruan tinggi se-Indonesia dalam acara pertemuan di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Kamis, 15 Januari 2026, Presiden Prabowo menyampaikan tambahan dana riset itu diharapkan dapat memperkuat kerja-kerja riset universitas, termasuk yang dikerjasamakan dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

"Di dalam pertemuan, ada beberapa yang kemudian juga disampaikan kepada Bapak Presiden, dan Bapak Presiden telah mengambil beberapa keputusan, salah satunya adalah dilaporkan bahwa dana riset di perguruan tinggi itu nilainya hanya Rp8 triliun. Itu setara dengan 0,34 persen dari APBN kita," kata Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi saat jumpa pers selepas acara Taklimat Presiden RI dengan Rektor serta Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta Tahun 2026 di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Kamis (15/1/2026), dikutip dari Antara.

"Dan oleh karena itulah dalam forum tadi, Bapak Presiden langsung memutuskan untuk memberikan tambahan dana anggaran sebesar Rp4 triliun," ujar Prasetyo Hadi, yang juga Juru Bicara Presiden RI.

Dalam pertemuan yang sama, Presiden Prabowo kemudian meminta agar perguruan tinggi untuk memprioritaskan riset-riset yang mendukung pelaksanaan program swasembada pangan, swasembada energi, industrialisasi dan hilirisasi.

"Tahun ini akan mulai dilakukan groundbreaking besar-besaran yang tentunya membutuhkan sumber daya-sumber daya manusia yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi," ujar Prasetyo menyampaikan kembali isi taklimat Presiden Prabowo kepada para rektor dan pimpinan perguruan tinggi.

Terkait tambahan dana riset itu, Prasetyo menyatakan kebijakan itu berlaku pada tahun 2026.

"Tahun ini (berlaku, red.). Jadi diminta untuk ya masuk di tahun anggaran 2026," kata Prasetyo.

Dalam kesempatan terpisah, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyebut Presiden berharap tambahan dana riset itu dapat berkontribusi secara signifikan bagi kemajuan bangsa ke depan.

"Jadi, itu adalah satu bukti, satu gambaran betapa memang Bapak Presiden memberikan amanat yang besar kepada perguruan tinggi, kepada seluruh peneliti, seluruh guru besar untuk memiliki kontribusi yang signifikan bagi kemajuan bangsa kita ke depan," kata Mendiktisaintek Brian saat jumpa pers selepas acara Taklimat Presiden Prabowo untuk Rektor dan Pimpinan Perguruan Tinggi di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Kamis (15/1/2026), dikutip dari Antara.

0 comments

    Leave a Reply