Bulog Ekspor Beras Haji ke Arab Saudi, Dua Gelombang Total 2.280 Ton | IVoox Indonesia

24 Februari 2026

Bulog Ekspor Beras Haji ke Arab Saudi, Dua Gelombang Total 2.280 Ton

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menjawab pertanyaan awak media di sela Talkshow Panen Fest 2026 di Jakarta, Sabtu (7/2/2026). ANTARA/Harianto

IVOOX.id – Perum Bulog bersiap mengekspor beras untuk kebutuhan jamaah haji Indonesia ke Arab Saudi sebanyak 2.280 ton dan akan dikirimkan dalam dua gelombang mulai 28 Februari 2026. Rencana ekspor tersebut diklaim sebagai ekspor perdana beras haji nasional.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan pengiriman tahap pertama dijadwalkan pada 28 Februari 2026 dan tahap kedua pada 4 Maret 2026, sesuai keputusan rapat koordinasi terbatas lintas kementerian.

“Total dukungan beras haji yang disetujui sebanyak 2.280 ton. Gelombang pertama 28 Februari dan gelombang kedua 4 Maret,” kata Ahmad usai rapat koordinasi terbatas di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Senin (23/2/2026), dikutip dari Antara.

Ia menyebut nilai ekspor beras haji tersebut diperkirakan sekitar Rp150 miliar, dengan pengiriman dilakukan dari Pelabuhan Tanjung Priok menuju Pelabuhan Jeddah, Arab Saudi.

“Dari Bulog, pengiriman hanya sampai Pelabuhan Jeddah. Selanjutnya distribusi ke dapur-dapur haji di Arab Saudi menjadi tanggung jawab importir,” ujarnya.

Menurut Ahmad, pengiriman dibagi dalam dua gelombang untuk menjaga keamanan logistik dan memastikan ketersediaan cadangan apabila terjadi kendala selama pelayaran.

Ia menyebut estimasi waktu tempuh pelayaran dari Indonesia ke Arab Saudi berkisar paling cepat satu bulan satu minggu dan paling lama satu bulan setengah, berdasarkan koordinasi dengan perusahaan pelayaran.

Ahmad menambahkan, beras yang dikirim merupakan beras premium sesuai permintaan mitra di Arab Saudi, dengan spesifikasi tingkat pecahan maksimal 5 persen dan kadar air di bawah 14 persen.

“Ini beras premium untuk jamaah haji Indonesia. Selama ini jamaah kita mengonsumsi beras impor dari negara lain, dan tahun ini kita buktikan Indonesia sudah mampu memasok sendiri,” tuturnya.

Pengiriman beras haji tersebut didukung koordinasi lintas kementerian dan lembaga, antara lain Kementerian Perdagangan, Kementerian Haji dan Umrah, Badan Pangan Nasional, serta Kementerian Koordinator Bidang Pangan.

Bulog memastikan ekspor perdana beras haji itu tidak mengganggu ketersediaan stok dalam negeri karena dilakukan dengan perencanaan pasokan dan cadangan yang telah disiapkan sebelumnya.

Bidik Pasar Ritel Arab Saudi

Bersamaan dengan rencana ekspor beras tersebut, Bulog membidik pengembangan pasar beras di jaringan ritel di Arab Saudi membidik pasar kebutuhan jamaah umrah asal Indonesia.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan hasil penjajakan pasar di Arab Saudi menunjukkan minat tinggi terhadap beras Indonesia, tidak hanya untuk kebutuhan haji, tetapi juga pasar komersial dan umrah.

“Peluang (pasar) beras Indonesia di Arab Saudi sangat besar. Setelah beras haji, akan dilanjutkan untuk beras umrah dan ritel,” kata Ahmad usai rapat koordinasi terbatas di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Senin (23/2/2026), dikutip dari Antara.

Ia menyebut dua jaringan ritel modern Arab Saudi, yakni Bin Dawood dan Lulu, telah menyatakan ketertarikan untuk menyerap beras Indonesia bagi pasar ritel setempat.

“Ritel modern yang sudah konfirmasi antara lain Bin Dawood dan Lulu. Itu ritel besar di Arab Saudi,” ujar dia.

Menurutnya, potensi pasar tersebut didukung oleh jumlah jamaah umrah asal Indonesia yang diperkirakan hampir mencapai 2 juta orang per tahun, selain komunitas warga negara Indonesia yang cukup besar di Arab Saudi.

Ahmad mengatakan Bulog juga telah mengidentifikasi importir yang akan menangani distribusi beras Indonesia di Arab Saudi, mulai dari pelabuhan tujuan hingga ke dapur haji dan jaringan ritel.

“Importirnya sudah ada, dan mereka yang bertanggung jawab dari Pelabuhan Jeddah sampai ke dapur-dapur dan ritel di sana,” tuturnya.

Ia menegaskan pengembangan pasar ritel dan umrah tersebut akan dilakukan secara bertahap setelah ekspor perdana beras haji berjalan, dengan tetap memperhatikan kesinambungan pasokan dan kualitas beras.

0 comments

    Leave a Reply