BNPB Targetkan Pembangunan Huntara di Agam Rampung Sebelum Siswa Masuk Sekolah | IVoox Indonesia

5 Maret 2026

BNPB Targetkan Pembangunan Huntara di Agam Rampung Sebelum Siswa Masuk Sekolah

Ketua Harian Unsur Pengarah BNPB, Ari Lesmana
Tangkapan layar - Ketua Harian Unsur Pengarah BNPB, Ari Lesmana menjabarkan progres pembangunan rumah hunian sementara untuk korban bencana Kabupaten Agam, Sumatera Barat, dalam siaran daring bertajuk “Teropong Bencana” BNPB yang diikuti di Jakarta, Rabu (24/12/2025). ANTARA/HO-BNPB

IVOOX.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menargetkan pembangunan rumah hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, rampung sebelum siswa masuk sekolah pada 5 Januari 2026.

Ketua Harian Unsur Pengarah BNPB Ari Lesmana mengatakan percepatan pembangunan huntara dilakukan agar fasilitas pendidikan yang selama ini digunakan sebagai lokasi pengungsian dapat segera difungsikan kembali bagi para siswa bersekolah melanjutkan semester genap tahun ajaran 2025/2026

“Target kami sebelum 30 Desember pembangunan utama selesai, dilanjutkan serah terima kunci kepada warga, sehingga sekolah bisa kembali digunakan pada 5 Januari,” kata Ari dalam siaran daring bertajuk “Teropong Bencana” BNPB yang diikuti di Jakarta, Rabu (24/12/2025), dikutip dari Antara.

BNPB merencanakan pembangunan total 518 unit huntara yang tersebar di 16 titik pada enam kecamatan di Kabupaten Agam, dengan Kecamatan Palembayan menjadi wilayah terdampak terbesar.

Salah satu lokasi prioritas berada di SDN 05 Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, yang akan dibangun sebanyak 117 unit huntara dengan tipe barak.

Pembangunan huntara tersebut melibatkan unsur TNI, termasuk personel konstruksi dari satuan zeni serta prajurit infanteri, guna mempercepat pengerjaan di lapangan.

Selain unit hunian, BNPB juga menyiapkan fasilitas pendukung seperti MCK umum, tempat cuci, ruang layanan kesehatan darurat, serta ruang berkumpul warga yang dapat difungsikan sebagai mushala.

Ari menjelaskan huntara dirancang untuk memastikan pengungsi berpindah dari tenda dan fasilitas umum ke tempat tinggal yang lebih layak dan aman.

“Prinsipnya, kebutuhan dasar warga harus terpenuhi agar mereka bisa menjalani masa pemulihan dengan lebih manusiawi,” ujarnya.

BNPB berharap relokasi sementara ini dapat mendukung pemulihan sosial masyarakat sekaligus mempercepat normalisasi layanan publik di wilayah terdampak bencana.

0 comments

    Leave a Reply