BNPB: Korban Meninggal Bencana Sumatra Capai 1.137 Jiwa, Pencarian Korban Hilang Masih Dilakukan | IVoox Indonesia

20 Maret 2026

BNPB: Korban Meninggal Bencana Sumatra Capai 1.137 Jiwa, Pencarian Korban Hilang Masih Dilakukan

antarafoto-pembangunan-huntara-korban-bencana-banjir-pidie-jaya-1766653777-1
Prajurit TNI bersama petugas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membangun hunian sementara (huntara) untuk korban bencana banjir bandang di Pidie Jaya, Aceh, Kamis (25/12/2025). Pemerintah bersama BNPB dan TNI mulai membangun huntara di tiga lokasi yang ditetapkankan untuk korban banjir bandang di Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh. ANATARA FOTO/Irwansyah Putra

IVOOX.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban meninggal dunia akibat rangkaian bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat terus bertambah. Hingga Jumat (26/12/2025), total korban meninggal dunia tercatat mencapai 1.137 jiwa.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, angka tersebut mengalami peningkatan dibandingkan hari sebelumnya. “Kemarin tercatat 1.135 korban meninggal dunia, kemudian ada penambahan di Aceh dan Sumatra Barat, sehingga per hari ini Jumat, 26 Desember 2025 menjadi 1.137 jiwa,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta Jumat (26/12/2025).

Abdul menjelaskan, proses pencarian dan evakuasi korban masih terus berlangsung di sejumlah wilayah terdampak. Tim gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, serta unsur pemerintah daerah masih menyisir beberapa lokasi yang diduga menjadi titik korban tertimbun material longsor maupun terseret banjir. Seiring dengan ditemukannya korban, jumlah warga yang sebelumnya dilaporkan hilang perlahan menurun.

“Saat ini masih terdapat 163 korban yang dalam pencarian. Basarnas menyampaikan bahwa operasi pencarian tetap dilanjutkan di beberapa kabupaten dan kota di tiga provinsi yang masih memiliki daftar korban hilang,” kata Abdul.

Selain fokus pada pencarian korban, BNPB bersama kementerian dan lembaga terkait juga mempercepat penanganan pascabencana. Salah satu prioritas utama adalah penyediaan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana.

Pemerintah, lanjut Abdul, berkomitmen memastikan para penyintas dapat segera menempati hunian yang aman dan layak agar aktivitas sosial dan ekonomi warga bisa kembali berjalan. “Saat ini pembangunan huntara dan huntap sedang kita pacu dan percepat,” ujarnya.

BNPB juga memaparkan perkembangan status penanganan bencana di sejumlah daerah. Beberapa wilayah di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat telah menetapkan status transisi dari darurat ke pemulihan. Di Aceh, wilayah yang masuk fase transisi antara lain Aceh Tenggara, Aceh Selatan, Kota Subulussalam, Kota Singkil, dan Aceh Besar. Di Sumatra Utara, status serupa ditetapkan di Deli Serdang, Langkat, Mandailing Natal, Kota Sibolga, Kota Padang Sidempuan, Batubara, Tapanuli Selatan, dan Tapanuli Tengah. Sementara di Sumatra Barat, daerah transisi meliputi Kota Padang Panjang, Pasaman, Solok, Padang Pariaman, dan Kota Pariaman.

Meski demikian, BNPB mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan. Kondisi cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah, sehingga risiko banjir dan longsor belum sepenuhnya mereda. Koordinasi lintas sektor terus diperkuat untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi, sekaligus memulihkan kehidupan masyarakat terdampak secara bertahap.

0 comments

    Leave a Reply