BI: DHE SDA Berpotensi Meningkatkan Cadangan Devisa

IVOOX.id – Bank Indonesia (BI) menyatakan, kebijakan penempatan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) dalam sistem keuangan domestik selama jangka waktu tertentu berpotensi meningkatkan cadangan devisa Indonesia.
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Aida S. Budiman menjelaskan kewajiban retensi DHE SDA membuat dana hasil ekspor tetap berada dalam sistem keuangan domestik selama jangka waktu yang ditentukan. Dana tersebut dapat ditempatkan pada berbagai instrumen keuangan, termasuk instrumen yang disediakan Bank Indonesia.
“Karena dia diretensi, tentunya pasokan yang ada di perbankan, seperti tadi disampaikan di pemanfaatan, itu bisa dilakukan penempatannya di Bank Indonesia. Dan kalau ditaruh di Bank Indonesia, tentunya bisa menambah cadangan devisa,” ujar Aida seusai Sosialisasi Perkembangan Implementasi DHE SDA dan Tata Kelola Ekspor SDA Strategis di Jakarta, Jumat (6/11/2026), dikutip dari Antara.
Meski demikian, Aida mengatakan, dampak kebijakan DHE SDA terhadap pasokan cadangan devisa masih dalam tahap awal. Pasalnya, implementasi ketentuan yang berlaku sejak September 2026 membutuhkan waktu sebelum dana hasil ekspor sepenuhnya masuk ke sistem keuangan domestik.
Ia menjelaskan, eksportir memiliki waktu hingga tiga bulan untuk memasukkan DHE SDA sesuai ketentuan yang berlaku.
“Karena masih baru ya, memang proses kan baru mulai. Pada saat diberlakukan 1 September, itu kan tiga bulan baru masuk. Jadi memang masih proses,” katanya.
Kendati demikian, Aida menyebut sudah terdapat indikasi peningkatan aktivitas terkait pemasukan devisa, salah satunya tercermin dari perkembangan transaksi swap yang mengalami kenaikan.
“Tapi tentunya tetap ada pemasukan, itu bisa dilihat dari swap level. Tadi kan ada juga swap level-nya mengalami peningkatan,” ujarnya.
Di sisi lain, BI berharap rencana relaksasi kebijakan DHE SDA yang tengah disiapkan pemerintah dapat meningkatkan pasokan valuta asing dan memberikan dampak positif terhadap pergerakan nilai tukar rupiah.
Ketika ditanya mengenai dampak perubahan regulasi tersebut terhadap rupiah, Aida menyampaikan harapannya agar peningkatan pasokan devisa dapat mendukung penguatan mata uang domestik.
“Mudah-mudahan semakin banyak pasokan, tentu kita berharap rupiah akan mengalami penguatan,” kata Aida.
Pemerintah memperbarui sejumlah ketentuan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2026 tentang Perubahan Ketiga atas PP Nomor 36 Tahun 2023 mengenai DHE SDA.
Perubahan itu di antaranya menambah tiga negara tujuan ekspor penerima relaksasi penempatan DHE SDA, yaitu Korea Selatan, Jepang, dan Uni Eropa; serta menambah satu bank penampung yaitu PT Bank OCBC NISP Tbk.
Pemerintah juga berencana melonggarkan ketentuan penukaran DHE SDA dari valuta asing (valas) ke rupiah dengan batas maksimal konversi akan dinaikkan dari 50 persen menjadi 100 persen.
Cadangan Devisa Oktober 2026 Capai 146,8 Miliar Dolar AS
Bank Indonesia (BI) mencatat cadangan devisa Indonesia pada akhir Oktober 2026 tetap terjaga sebesar 146,8 miliar dolar AS. Cadangan devisa relatif stabil dibandingkan dengan posisi pada akhir September sebesar 146,3 miliar dolar AS.
Mengutip Antara, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangannya, Jumat, 6 November 2026, menyampaikan bahwa perkembangan posisi cadangan devisa tersebut terutama dipengaruhi oleh penarikan pinjaman luar negeri pemerintah serta penerimaan pajak dan jasa.
Sementara itu, pembayaran utang luar negeri pemerintah yang jatuh tempo dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah oleh BI juga turut memengaruhi posisi cadangan devisa di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang tetap tinggi.
Posisi cadangan devisa pada akhir Oktober 2026 setara dengan pembiayaan 5,3 bulan impor atau 5,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.
BI menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal, serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.
Bank Indonesia mengatakan bahwa ke depan, pihaknya meyakini ketahanan sektor eksternal tetap baik didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai serta aliran masuk modal asing sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang tetap menarik.
Selain itu, BI terus meningkatkan sinergi dengan pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.


0 comments